THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Bukankah kau sangat menyukainya?


__ADS_3

Malam sudah hampir tiba. Meskipun di luar masih belum gelap tapi jam di pergelangan tangan Alex sudah menunjukan pukul enam sore. Laki-laki itu sedang mengetikan sesuatu di laptopnya. Sesekali dia melihat ke layar komputer yang memperlihatkan kegiatan sang istri yang masih sibuk menggambar. Alex menarik ujung bibirnya. Lalu tangannya bergerak melepas kaca mata yang dia gunakan. "Apa yang sedang kau lakukan Go Hera?" gumam Alex memperhatikan layar komputer lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


Alex menolehkan kepalanya ketika mendengar suara pintu yang di buka dari luar. " Ada apa Wohyun?" tanya Alex yang melihat Wohyun mendekat ke mejanya.


"Apa kau belum mau pulang? hampir Semua karyawan di kantor sudah pulang, ini sudah hampir malam," Wohyun Menyerahkan map yang di bawanya kepada Alex.


"Istriku masih sibuk. Aku sudah mengajaknya pulang sejak tadi. Tapi dia bilang ingin menyelesaikan pekerjaannya dulu. Kau pulang saja duluan! aku akan menandatangani ini besok.," Alex menutup laptopnya kemudian berdiri dan meraih jas yang ada di belakang kursinya.


Alex masuk ke ruang kerja Hera perlahan. Senyum tipis tersungging di bibirnya. "Pulanglah!. Titah Alex kepada Sara yang masih berkutat dengan pekerjaannya.


"Tapi kak Hera," ucapan Sara terhenti saat Alex menjawab "Aku akan menemaninya," Alex berjalan menaiki tangga setelah mengibaskan tangannya menyuruh Sara untuk segera pergi. Sara menganggukkan kepalanya lalu mulai membereskan semua barangnya yang ada di atas meja.


Tidak ada yang Alex katakan saat masuk ke dalam ruangan Hera. Dia hanya berdiri di dekat pintu kaca sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada memperhatikan sang istri yang sedang fokus membuat goresan di kertas yang sejak tadi menemaninya.



Hera menyeruakan rambutnya ke belakang sambil melihat hasil gambar yang telah di buat nya.



"Ah dia benar-benar sangat menggoda," gumam Alex menjilati bibirnya menyeringai. Jakunnya sudah naik turun melihat istrinya yang begitu cantik dan sangat mempesona ketika dalam mode serius seperti sekarang. Entah apa yang di pikirkannya saat ini. Alex melangkah maju mendekati meja Hera secara perlahan.


Srettttt. Laki-laki itu membalik kursi Hera dan langsung mengecup bibir istrinya perlahan. Tangan kanannya bergerak menarik tengkuk Hera supaya ciu man nya semakin dalam. Hera yang terkejut dengan perlakuan yang tiba-tiba di dapatkannya membulatkan matanya syok. Namun saat Hera mencium aroma maskulin dari buah pinus yang akhir-akhir ini selalu menemani indra penciumannya, Hera mulai memejamkan matanya dan membalas kecupan dan lum a tan yang di lakukan suaminya kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher Alex.

__ADS_1


Alex yang sudah mendapat lampu hijau dari sang istri meraih pinggang ramping Hera kemudian mengangkatnya dan men dudukkan Hera di atas meja . Alex semakin intens meng hi sap dan membelit li dah sang istri. Lengguhan yang keluar dari mulut Hera terdengar sangat merdu dan sangat sek si di telinga Alex membuatnya mabuk kepayang dan semakin gila. Hera yang se akan sadar ketika pasokan oksigen mulai habis di paru-parunya memukul dada bidang Alex berkali kali.


Laki-laki itu lantas melepaskan pangutan bibirnya membuat Hera bernapas lega meskipun sedikit ter engah-engah. Alex mengusap bibir Hera dengan ibu jarinya. Dia juga bisa melihat jika bibir ranum istrinya terlihat sedikit bengkak sekarang.


Cup. Alex mengecup bibir Hera sekilas kemudian menatapnya lekat. "Kau sangat cantik sayang. Maafkan aku jika tidak bisa mengontrol singa yang ada di dalam diriku,"Hera terkekeh mendengar penuturan suaminya.


"Itu cuma alasan mu. Bukan kah kau sangat menyukainya? bahkan aku tidak bisa menghitung berapa kali dalam sehari kau akan melahap habis bibirku," Hera memainkan jari telunjuknya membentuk lingkaran-lingkaran kecil di dada Alex.


"Hmmmm. Aku rasa kau sudah menjadi candu untuk ku," Alex mengelus pipi Hera lembut dengan satu tangannya yang masih merangkul pinggang Hera.


"Alex aku mau membahas sesuatu denganmu,' ujar Hera mendorong bahu suaminya dan segera turun dari atas meja.


"Coba kau lihat ini! aku berencana ingin mengeluarkan produk baru. Bolehkah?" Hera menyerahkan beberapa kertas hasil menggambarnya seharian ini.


"Aku rasa ini akan sangat bagus. Kau bisa menyelesaikan semua design mu di akhir minggu ini bukan?"


"Hmmm aku rasa bisa," jawab Hera antusias.


"Baiklah. Minggu depan kita akan adakan rapat dengan semua petinggi di perusahaan. Jika mereka semua setuju maka kita akan mulai memproduksi semuanya.


"Akhhh terimakasih Alex," ucap Hera menghambur ke pelukan Alex.


"Kau sangat menyukainya hmmm," Alex membalas pelukan istrinya dan mengecup pucuk kepala Hera beberapa kali. Hera menganggukkan kepalanya bahagia.

__ADS_1


"Sekarang ayo kita pulang!" Ajak Alex mengambil sweater Hera lalu memakaikannya seperti sedang memakaikan baju pada anak kecil. Tangannya menyambar tas Hera lalu menggandeng Hera untuk segera keluar dari ruangan itu.


"Ini sudah malam apa kau pulang sendiri?" Han bin yang sedang berjalan di samping Hye Mi bertanya.


"Aku membawa mobil sendiri. Kau pulang naik apa?" Hye Mi kembali bertanya.


"Aku akan menunggu bus," ucap Han Bin tersenyum.


"Kau tinggal di mana?"


"Aku tinggal di xxxx xxxx."


"Kalau begitu pulang bersamaku saja. Kebetulan kita se arah. Aku akan mengantarmu!" ujar Hye Mi menolehkan kepalanya kepada Han Bin.


Han Bin yang memang sudah mengharapkan ini terjadi mengiyakan tawaran Hye Mi meskipun sebelumnya dia berpura pura menolak .


Han Bin terus tersenyum di depan kampus menunggu Hye Mi yang sedang mengambil mobilnya, tangannya merogoh saku mantel yang dia kenakan. Bibirnya semakin tertarik ke atas ketika dia melihat kunci mobil di tangannya. Han Bin sengaja mengatakan akan naik bus berharap gadis yang membuatnya tertarik memberikan tumpangan. Ternyata usahanya tidak sia-sia.


"Masuklah!" titah Hye Mi yang sudah ada di hadapan Han Bin. Laki-laki itu segera memasukan kembali kunci mobilnya dan berlari ke arah mobil Hye Mi.


Keduanya mulai berbicara dan menceritakan kisah masing-masing ketika mobil yang di kendarai Hye Mi mulai menjauhi area kampus mereka. Entah itu tentang kehidupan pribadi atau kehidupan mereka ketika berada di kampus. Hye Mi sesekali tertawa mendengar celotehan Han Bin yang menurutnya sangat lucu. Begitu pun Han Bin. Dia terus bercerita sambil memandang Hye Mi yang sedang menyetir. Han Bin tak henti-hentinya menatap Hye Mi yang begitu cantik di matanya. Sangat sempurna sampai dia tidak bisa mengalihkan perhatiannya barang sedetik pun.


To Be Continued.

__ADS_1


Hai Reader. Jangan lupa like dan komen nya ya. Thank you.😚🤗


__ADS_2