THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Seorang Pecandu


__ADS_3

Satu bulan kemudian setelah produk baru rancangan Hera di luncurkan. Hasilnya sangat fantastis, meskipun tas-tas cantik itu di produksi secara terbatas, banyak member VVIP dari Brand yang di miliki perusahaan Alex meminta untuk di buatkan tas dan pakaian yang di rancang secara khusus oleh designer utama mereka yaitu Go Hera.


Meskipun Hera belum lama bergabung dengan Estate namun karna konsep yang di milikinya sangat unik dan segar ,membuat mereka para pengagum fashion di buat takjub dan ingin memiliki semua edisi yang di keluarkan brand milik Alex baru-baru ini.


Sebuah pesta yang mewah di adakan di Hotel milik keluarga Alex. Pesta ini di tunjukan untuk merayakan keberhasilan mereka saat meluncurkan produk baru yang berimbas pada kenaikan harga saham di Estate Group.


Semua orang sedang asik menikmati pesta malam ini. Mata mereka tertuju pada Hera dan Alex ketika sepasang sejoli itu mulai memasuki aula melewati pintu yang sangat besar dan tinggi.


Para tamu menyambut Hera dan Alex dengan tepuk tangan yang sangat meriah. Bahkan para petinggi ikut hadir di pesta itu, mereka menghampiri Hera dan memberinya selamat atas keberhasilan yang di capainya saat ini.


Alex yang sejak tadi berdiri di samping sang istri tersenyum bangga . Bagaimana tidak, bukan hanya cantik tapi dia juga sangat berbakat.


Jessica datang dan langsung memeluk menantu kesayangannya. Tae Jun juga melakukannya memberikan selamat lalu memeluk Hera yang sekarang sudah menjadi aset untuk perusahaan miliknya. Tae Jun tentu saja merasa sangat bangga. Awalnya dia tidak menaruh harapan apapun pada menantu kesayangannya ini. Tapi bakat yang hera miliki membuktikan segalanya sekarang.


Alex menarik tubuh sang ayah supaya tidak terlalu lama memeluk Hera.


"Sudah lepaskan pa! jangan lama-lama meluk istri Alex," Tae Jun mendengus melihat kecemburuan putra sulungnya yang tidak pandang bulu.


"Papa tidak akan merebut istrimu Alex. Papa masih ingin hidup dengan damai di dunia ini," Hera terkekeh melihat perseteruan yang sedang terjadi antara anak dan ayah di hadapannya.


"Sudah lah!. Kalian itu bikin malu saja, bertengkar tidak tau tempat," Jessica melerai keduanya.


"Selamat sayang," Myung Jin memeluk Hera.


"Terimakasih ayah," Hera tersenyum.


Sebenarnya dia sedang berusaha untuk membuka hati menerima dan memaafkan kesalahan yang ayahnya lakukan di masa lalu. Meskipun masih berat dia akan berusaha karena tidak ingin masalah ini selalu menjadi kelemahan untuknya.


Saat itu Hera juga sudah menanyakan perihal ayahnya yang tidak menepati janji untuk tidak mengusik perusahaan milik mendiang ibunya Bae In Ha. Myung Jin mengatakan kalau dia melakukan itu semua semata mata hanya karena ingin Hera keluar dari perusahaan suaminya dan mulai mengelola perusahaannya sendiri.


Hera dengan tegas menolaknya, karena itu tidak sesuai dengan bidang yang di kuasai dan di inginka nya di dunia bisnis ini. Hera merasa dirinya tidak punya kemampuan untuk memimpin sebuah perusahaan .Hera lebih suka dan lebih bahagia jika dia bekerja namun tetap dalam hobinya. Dia tidak ingin bekerja hanya untuk menghasilkan pundi-pundi uang.

__ADS_1


Awalnya Myung Jin tidak setuju, namun Alex memberinya pengertian dan menjelaskan bahwa kondisi mental Hera sedang tidak baik-baik saja dan bisa kambuh kapanpun. Mau tidak mau Myung Jin mengalah dan membiarkan Hera melakukan apa yang di inginkannya.


"Selamat nak!" Ye-Seul memeluk Hera dan Hera memberinya sebuah senyuman tipis .


"Selamat kak!" ucap Hye Mi yang datang bersama kedua orang tuanya dan Han Bin.


Hera mendekati Hye Mi dan memeluknya , Hye Mi mematung untuk sesaat. Namun ia langsung membalas pelukan Hera saat sadar bahwa apa yang di alaminya sekarang bukan lah mimpi. Hye Mi tersenyum dengan lebar. Matanya mulai berkaca kaca. Dia tidak menyangka hal ini akan terjadi. Hera memeluknya. Yang benar saja bukankah selama ini dia sangat membencinya?.


"Terimakasih Hye Mi. Maaf waktu itu aku mengucapkan kata-kata kasar kepadamu," Hera melepas pelukannya dan menatap lekat mata Hye Mi.


"Tidak apa-apa kak. Aku sangat bahagia sekarang," Hye Mi memeluk Hera sekali lagi.


Keluarga Kim dan Keluarga Go yang menyaksikan itu semua terharu . Mereka bahagia lantaran Hera sudah mulai membuka hatinya untuk berdamai dengan masa lalu yang selalu membuatnya terluka.


Alex merengkuh pinggang Hera membuat Hera menolehkan wajahnya menatap sang suami.


"Terimakasih sayang," Alex mengecup pucuk kepala Hera sekilas. Hera tersenyum. Dia juga merasa lebih lega saat ini.


Wanita itu tampak tersenyum menyeringai. Rencana licik muncul begitu saja di benaknya.


Mata Annya berpendar ke seluruh ruangan mencari sosok pria yang kan menjadi senjata untuknya. Ada perubahan dalam rencana awalnya. Annya yang tadinya hanya akan bermain dengan Hera kini membawa Minhyuk untuk ikut serta.


Minhyuk. Laki-laki itu juga datang mewakili sang ayah yang di undang oleh tuan Go. Dia berpakaian sangat rapih dan sangat tampan. Bahkan saat ini para karyawan wanita Estate sedang ramai mengerumuninya meminta supaya mereka bisa melayani Minhyuk.


Sretttt. Annya menarik pergelangan tangan Minhyuk dan membawanya ke pojok ruangan.


"Apa yang kau lakukan?" tanya minhyuk merasa heran karena Annya tiba-tiba menariknya.


"Aku ada penawaran bagus untuk mu. Dan aku yakin ini tidak akan pernah terulang lagi di lain waktu.


"Apa? tanya Minhyuk kepada Annya.

__ADS_1


Annya mulai membisikan sesuatu di telinga Minhyuk. Entah apa yang di bisikan Annya di telinganya namun Minhyuk hanya mengangguk dan sesekali mengerutkan keningnya bingung.


"Kau yakin?"


"Tentu saja."


"Aku membawa barang nya. Aku tau kau juga seorang pemakai. Jadi ini akan sangat menguntungkan untukmu," Annya berusaha meyakinkan Minhyuk yang masih meragukannya.


Namun Annya tau kelemahan Minhyuk. Seorang pecandu sepertinya tidak akan pernah melewatkan kesempatan emas yang di tawarkannya kali ini.


"Baiklah, Aku akan melakukan nya. Tapi ingat kau akan bertanggung jawab jika sesuatu hal yang tidak kita inginkan terjadi," Minhyuk juga tidak ingin dia celaka.


"Kau tunggu saja di kamar no xxxx Aku sudah memesannya. Sudah ada barang yang kau inginkan di sana. Kau tinggal memakainya dan semua akan berjalan sesuai rencana,' Annya tersenyum dengan seringai iblis di wajahnya.


"Kau sudah merencanakan ini semua dari awal?" tanya Minhyuk curiga.


"Hmmmm. Segeralah pergi!. kalau tidak aku akan memberikan barangnya pada orang lain."


Annya memang sudah merencanakan ini dari awal, saat dia tau kalau Hera berhasil meluncurkan produk baru untuk Estate Annya iri hati. Kebenciannya terhadap Hera semakin membesar . Keinginannya untuk menghancurkan Hera sudah sampai di ubun-ubun.


"Kau tidak akan selamat kali ini Go Hera."


To Be Continued.


Hai Reader. Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Lime dan juga Komen. Makasih.



My baby Hera di part ini.


__ADS_1


Si gemoy Alexander


__ADS_2