THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Langkah Annya


__ADS_3

Semakin lama Annya bekerja dengan Alex semakin banyak yang dia tau tentang Hera maupun atasannya itu. Annya tau tempat apa yang sering di kunjungi Hera. Bagaimana keseharian Hera dan Alex. Annya hampir tau semuanya. Seperti saat ini. Di jam makan siang Annya akan melihat Hera melewati meja kerjanya untuk makan siang bersama Alex di ruangannya.


Annya tersenyum ketika mendapat perintah dari Alex untuk mengambil air hangat. Kesempatan sebagus ini tidaka akan datang dua kali bukan.


Tok. Tok. Tok.


"Masuk!" seru Alex dari dalam.


Annya mendorong pintu dan perlahan masuk menghampiri Alex dan Hera di meja yang ada di ruangan itu. Anya melangkah semakin dekat kemudian menuangkan air yang di bawanya ke dalam gelas Alex, lalu beralih ke gelas Hera. Namun entah apa yang di lakukankan nya tiba-tiba. .


"Akhhhh!" pekik Hera memegangi kakinya. Alex yang melihat istrinya berteriak langsung berdiri dan duduk di samping Hera. Kemudian Alex mengangkat kaki Hera ke pangkuannya.


"Astaga. kenapa bisa memerah seperti ini," Alex melihat teko kaca yang ada di tangan Annya. Tangannya ter ulur untuk menyentuh teko itu.


"Annya. Aku menyuruhmu mengambil air hangat. Kenapa kau bawa air mendidih?"


"Maaf Tuan , Nyonya, saya tidak sengaja. Tadi saya menghangatkan dulu airnya. Saya tidak tau jika ternyata airnya sepanas ini. Saya benar-benar minta maaf. Tolong jangan pecat saya Tuan. Saya mohon. Annya menjatuhkan kedua lututnya di atas lantai. Berusaha memohon dan meminta pengampunan dari Alex. Annya bahkan menundukkan kepalanya sangat dalam.


Alex tidak menggubrish Annya sama sekali . Laki-laki itu membopong tubuh Hera dan membawanya ke kamar mandi yang ada di ruangan Alex.


Alex menaikan kaki Hera ke wastafel yang ada di sana . Hera semakin mengeratkan pelukannya di leher Alex saat air dingin mulai membasuh kakinya.


Setelah beberapa saat Alex kembali ke luar dan mendudukkan Hera di atas sofa.


"Pergilah!" ucap Alex ketika melihat Annya masih berlutut di lantai. Annya bangkit dan pergi dari sana. Namun setelah sampai di luar mulutnya menggerutu. Annya tidak senang karrna ketika dia berdiri dan hendak keluar, Annya melirik kaki Hera dan kakinya tidak melepuh sama sekali.


"Shi**. Harusnya aku merebus airnya lebih lama," umpat Annya. Sebenarnya Annya sudah tidak perduli dengan perjanjiannya dan Minhyuk. Minhyuk menginginkan Hera aman tapi Annya benar-benar ingin Hera terluka.

__ADS_1


"Alex!" panggil Hera lembut.


"Hmmmm," gumam Alex yang masih fokus mengoleskan salep dingin di kaki Hera.


"Apa kau yakin Annya itu bersih? aku hanya merasa kalau dia selalu menargetkan ku. Bukan sekali dua kali tapi sering."


"Aku sudah meminta Wohyun untuk memeriksa latar belakang Annya. Tapi dia tidak menemukan apapun. Aku ingin memecatnya tapi Wohyun pernah bilang kalau Annya itu punya ibu yang sedang koma di rumah sakit dan dia membutuhkan pekerjaan ini untuk menutup biaya rumah sakit ibunya. Aku bisa saja langsung memecatnya. Tapi ketika aku mengingatmu aku yakin kamu tidak akan tega. Alex menatap mata sang istri yang kini sedang menatapnya.


Sebenarnya Alex juga menaruh curiga yang besar terhadap Annya. Pernah ada satu


kejadian dimana Alex meminta Annya untuk membuatkannya kopi. Namun pada saat Annya memberikan kopi itu entah sengaja atau tidak Annya menumpahkannya sampai mengenai celana yang Alex pakai. Dan dengan tidak sopannya Annya membersihkan noda kopi yang ada di paha Alex.


Alex terkejut dan langsung menepis tangan Annya yang sedang mengelus pahanya .


"Bagaimana jika tidak usah memecatnya tapi pindahkan saja dia ke divisi lain. Aku merasa tidak nyaman," ucap Hera yang sebenarnya ingin menjauhkan Annya tapi jika sudah menyangkut seorang ibu dia benar-benar tidak akan tega sama sekali.


"Aku akan menyuruh Wohyun untuk mengurusnya. Sekarang makan siang dulu hmm!" Alex mengelus pipi Hera kemudian mengambil kotak makanan yang ada di atas meja.


"Aku menunggu informasi darimu" ucap Minhyuk singkat lalu pergi dari sana.


Annya mendengus melihat Minhyuk yang sudah pergi menjauh dari meja bar yang sedang di tempatinya. "Cihhh. Apa bagusnya Go Hera sampai orang hebat seperti kalian tergila-gila padanya."


Annya sangat kesal saat ini. Meskipun dia tidak di pecat dari perusahaan Alex namun tetap saja kesempatan nya untuk mengganggu Hera kini semakin sedikit. Annya bisa saja menyuruh orang untuk mencelakai Hera. Namun melakukan semuanya dengan tangannya sendiri rasanya sangat berbeda. Sangat menyenangkan ketika melihat Hera meringis kesakitan karna ulahnya. "Itu hanya luka luar Hera," gumam Annya menyeringai.


Siang hari di taman kampus Universitas Seoul.


Hye Mi sedang asik membaca buku di sebuah kursi panjang yang ada di taman. Saking seriusnya dia tidak menyadari jika saat ini ada laki-laki yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Permisi. Bolehkah aku duduk di sini?" tanya laki-laki itu membuat Hye mi mendongakkan wajahnya.


"Tentu saja," jawab Hye Mi menggeser tubuhnya ke sisi paling ujung kursi tersebut .


"Aku mahasiswa baru di sini. Bolehkah jika aku ingin berteman dengan mu. Aku sama sekali belum kenal siapapun. Dan belum mengenal area kampus ini," Laki-laki itu menatap Hye mi yang duduk di sampingnya.


"Namaku Go Hye Mi," 7cap Hye Mi mengulurkan tangannya .


"Aku Lee Han Bin. Senang bisa mengenalmu," ucap Han Bin menjabat tangan Hye Mi dengan senyum di bibirnya.


Laki-laki ini sangat tampan. Hidung mancung mata besar dan tubuh tinggi yang semakin membuatnya terlihat seperti seorang aktor terkenal.



Hye Mi tau jika laki-laki yang ada di sampingnya kini, adalah laki-laki yang sangat tampan. Tapi untuk sekarang dia lebih memilih fokus pada kuliahnya ketimbang harus memikirkan laki-laki dan hubungan asmara. Hye Mi masih menyimpan Alex di hatinya jadi setampan apapun Han Bin belum bisa menggerakan hatinya sama sekali. (padahal cuma kenalan doang ya kan. Dasar Hye Mi).


" Kau pindahan dari kampus mana?"


"Kalifornia. Aku sudah memasuki semester genap."


"Hmmmmm," Hye Mi menganggukkan kepalanya. "Ada di jurusan apa?" tanya Hye Mi menatap Han Bin.


"Bisnis Management," jawab Han Bin menarik ujung bibirnya.


"Akhh. Ternyata satu jurusan dengan ku. Tapi aku adalah junior mu," Hye Mi terkekeh pelan.


"Kalau begitu ayo aku akan menunjukan kampus ini padamu!" Hye Mi berdiri di ikuti Han Bin yang mengekor di belakangnya.

__ADS_1


To Be Continued.


Hai Reader. Jangan lupa like dan komen nya ya. Thank you.


__ADS_2