THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Tubuh kekar Alex


__ADS_3

Kau sudah sembuh?" tanya Alex sambil menarik kasar dasi di lehernya yang membuat dia tidak nyaman sejak tadi. Pandangannya tetap tidak beralih barang sedetikpun dari wajah Hera, jangan kan beralih, berkedip saja tidak bisa.


Dunianya seakan berhenti dan berpusat pada gadis yang sejak tadi dia rindukan.


"Hemmm," hanya itu yang keluar dari mulut gadis yang di cintai Alex. Hera berjalan melewati Alex yang masih diam di tempatnya, seperti seorang murid yang sedang di hukum guru karna telah melakukan kesalahan.


"Makan malam sudah siap, makan dulu!" Alex mengekori Hera dari belakang.


"Baiklah. Tapi ajak Sara dan Asisten mu, ah maksudku teman mu Wohyun untuk makan malam di sini," Alex tentu tidak menolak apa yang tuan putri inginkan bukan.


Alex duduk di sebelah Hera , sedangkan Sara duduk di sebelah Wohyun bersebrangan dengan Alex dan Hera.


"Bibi mau kemana?" tanya Hera yang melihat bibi Lim hendak meninggalkan meja makan setelah menghidangkan makanan. "Makan sama kita ya!" ajak Hera. Namun bibi Lim dengan cepat menjawab "Tidak Nona bibi...Belum sempat bibi Lim menyelesaikan kalimatnya, Hera sudah berdiri dan mendudukkan bibi Lim di kursi yang masih kosong.


Mata bibi Lim melirik ke arah Alex untuk meminta bantuan, namun, Alex malah menganggukkan kepalanya , mau tidak mau bibi Lim hanya menuruti apa yang di inginkan tuannya walaupun dia merasa sungkan. Sudah banyak keluarga yang bibi Lim bantu untuk mengurus rumah mereka, namun baru kali ini bibi Lim di ajak untuk makan satu meja dengan majikan yang memberinya pekerjaan.


Tatapan Alex kini tertuju pada Hera yang sedang tersenyum di sampingnya, Hera menerima semua lauk pauk yang bibi Lim berikan ke mangkuk nasi Hera.


"Aku tidak salah mencintai orang sebaik dirimu Hera," gumam Alex dalam Hati. Bagai mana tidak, Hera bukan gadis yang berasal dari keluarga biasa, kekayaan yang di miliki orang tuanya tidak bisa di bilang sedikit, meski belum sebanding dengan kekayaan yang dimiliki keluarga kim, tapi memang kekayaan itu teramat sangat banyak bagi orang biasa, namun Hera bersikap seolah dia dan bibi Lim setara, Alex merasa beruntung bisa bertemu dengan Hera. ternyata kita tidak bisa menilai seseorang dari tampilan luarnya saja, Hera yang terlihat angkuh dan dingin di luar, ternyata begitu hangat dan juga perduli.


Wohyun dan Sara yang memperhatikan dua atasan mereka hanya bisa memeluk hati mereka masing - masing. Mereka bagai obat nyamuk yang sedang mengasapi Alex dan Hera, meskipun Hera terlihat cuek, tapi dia tidak menolak semua perlakuan manis Alex kepadanya. Alex yang seakan memiliki dunia lain dengan Hera tidak memperdulikan orang yang ada di sekelilingnya sama sekali, mulai dari memisahkan duri dari daging ikan , memberikan beberapa sayur di mangkuk Hera, dan dengan tidak tau malunya Alex mengusap bibir Hera yang terdapat sisa makanan di sana dengan tangannya. Jangan lupakan ekspresi panik Alex ketika Hera tersedak makanan yang akan Hera telan.


Ingin rasanya Wohyun melempar Alex dengan gelas yang ada di sampingnya saat ini. Please, Wohyun merasa dongkol melihat kebucinan Alex yang baru kali ini di lihatnya.


Berbeda dengan Wohyun, Sara terus menyunggingkan senyum melihat adegan romantis kedua orang di hadapannya. Meskipun dia merasa iba dengan dirinya sendiri, tapi melihat Alex memperlakukan Hera dengan sangat baik, Sara merasa senang untuk itu.


"Aku akan mengantar Sara pulang," ucap Wohyun yang sudah selesai dengan acara makan malamnya.

__ADS_1


"Pergilah!" usir Alex tanpa basa-basi.


"Terimakasih sudah menemaniku hari ini Sara," ujar Hera mengantar Sara ke depan pintu. Sara memeluk Hera sebentar lalu berjalan mengikuti Wohyun .


"Aku Mau mandi dulu!" Alex berjalan menuju kamar mandi yang ada di sebelah kamar kedua di apartemennya.


Jam sudah menunjukan pukul setengah sembilan malam , Hera sedang mengambil air minum di pantry sedangkan Alex masih dengan ritual mandinya.


Cklek, pintu kamar mandi terbuka, Alex keluar dengan Handuk yang melilit di pinggangnya, terlihat air masih menetes dari rambutnya yang basah .


Uhukk.. Hera tersedak air yang sedang dia telan, Hera terkejut bukan main ketika melihat tubuh kekar Alex keluar dari kamar mandi dengan tampilan yang sangat menggoda, Hera membeku di tempatnya, mata cantiknya fokus menatap deretan roti sobek dan dada bidang yang terpang pang jelas di depan matanya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Alex yang sudah ada di hadapan Hera. Hera terkejut, hampir saja dia terjengkang ke belakang karena melihat Alex tiba - tiba berdiri di hadapannya dengan jarak yang sangat dekat.


Gelas yang di pegangnya hampir saja jatuh jika Alex tidak sigap memegang tangan Hera dan meraih pinggang gadis itu . Mata Hera mengerjap beberapa kali, tanpa sadar tangan kanannya sudah mendarat dengan sempurna di dada bidang putih nan mulus milik Alex.


Hera tidak bergeming, Alex mendekatkan wajahnya ke wajah Hera membuat jantung Hera seakan ingin melompat dari tempatnya.


Hera mengedipkan matanya kasar saat kesadaran nya mulai kembali, dia menarik tangan nakal yang entah sejak kapan sudah betah di tongkrongan barunya.


"Sudah," jawab Hera mendorong tubuh Alex dan menaruh gelas yang tadi di pegangnya ke atas meja. Di berlari masuk ke kamar Alex tanpa menolehkan pandangannya kemanapun.


Alex terkekeh melihat tingkah Hera , Alex bisa melihat pipi putih Hera bersemu merah ketika dia sedang menggodanya.


"Hera!, Hera!.. Alex mengetuk pintu kamar utamanya beberapa kali.


Hera yang sedang memegang dadanya di balik pintu menggerutu, "mau apa lagi dia?" batin Hera cemas.

__ADS_1


"Hera, ijinkan aku masuk sebentar, aku ingin mengambil bajuku di lemari," ujar Alex yang tidak di bukakan pintu oleh Hera.


Hera masih diam di tempatnya.


"Aku janji tidak akan mengganggu mu Hera," ucap Alex berusaha meyakin kan.


Hera yang mendengar itu membuka kunci pintu kamar lalu berlari ke ranjang dan menutup tubuhnya rapat-rapat menggunakan selimut. Derap langkah mulai terdengar mendekat ke arahnya, Hera semakin mengeratkan genggamannya pada selimut, Hera takut Alex akan berbuat yang tidak-tidak.


"Hera kau tidak akan nyaman jika tidur seperti ini, Alex berusaha menarik selimut yang menutupi tubu Hera, namun hasilnya nihil, karena Hera memegang selimut itu sekuat tenaga.


"Hera, aku akan menarik kasar selimutnya jika kau terus bersikeras seperti ini," Alex mengancam Hera supaya dia mau membuka selimutnya.


Hera menyumbulkan kepalanya di balik selimut ketika Alex ingin menarik selimutnya kembali.


Alex tersenyum melihat Hera yang menutupi tubuhnya sampai ke mulut, Hanya sebatas hidung ke atas yang nampak di pandangannya.


"Alex kenapa kau terus menggodaku?" ucap Hera, matanya melirik Alex yang berdiri di samping ranjang, Hera bernafas lega karena Alex sudah berpakaian lengkap.


"Kapan aku menggodamu?" tanya Alex mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang, matanya lurus menatap Hera yang sedang bersembunyi darinya.


"Stop," ucap Hera melihat Alex tersenyum dan menampakan gigi gingsul yang selalu membuat Hera gemas.


"Apa?" tanya Alex mendekatkan wajahnya ke wajah Hera. Hera semakin mengeratkan tangannya yang memegang pinggiran selimut. Alex yang melihat itu malah semakin gencar untuk menggoda Hera.


"Apa kau takut tergoda olehku Hera?" Alex mengelus kepala Hera membuat Hera menutup rapat matanya.


Cup... Alex mengecup kening Hera sekilas,"Tidurlah!" lanjut Alex menepuk bahu Hera dan berjalan keluar dari kamar.

__ADS_1


To Be Continued..


Hai, selamat datang untuk Readers baru, dan terima kasih untuk reader setia .. love, love buat kalian. Thank You.


__ADS_2