THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Seorang Bajingan Tetaplah Bajingan


__ADS_3

Hai semuanya!. Apa kabar para Reader setia ku dan juga para Author yang selalu mendukung semua karyaku! aku harap kalian selalu sehat ya.. Semoga sehat selalu dan di berikan kemudahan dalam melakukan sesuatu hal yang kalian inginkan. Btw, aku mau minta tolong nih.. Tolong ramaikan CS ku ya, judulnya Mencintai Seorang Guru Casanova... Salam sayang untuk kalian semua.. Terimakasih and happy reading.....


"Aku tidak ingin melakukannya tanpa ada ikatan pernikahan Erick."


Deg.....


Jantung Erick seakan berhenti saat itu juga. Ya, dia tidak tahu kalau selama ini Angela mengharapkan sebuah pernikahan darinya. Di tambah lagi, Erick sudah terbiasa melakukan hubungan **** dengan mantan kekasihnya di masa lalu. Dia pikir Angela juga akan menyerahkan dirinya dengan sangat mudah. Tapi ternyata dia salah. Angela menolaknya. Menolak seorang Erick Hwang.


Brughhh... Erick menggulingkan tubuhnya di samping Angela. Dia tahu dia sudah melewati batas. Tapi untuk menikah pun, dia harus memikirkannya lagi. Angela adalah warga negara Korea, sedangkan dia warga negara China. Apa Angela akan mau mengikutinya ke Cina kalau suatu saat Erick benar-benar menikahinya.


"Maafkan aku Angela."


Angela memiringkan tubuhnya. Dia menarik lengan Erick supaya Erick melakukan hal yang sama. "Aku mencintaimu Erick. Tapi di usiaku yang sekarang, aku sudah tidak bisa mencari laki-laki hanya untuk ku jadikan pacar. Aku mencari calon suami. Aku harap kau tidak tersinggung," ucap Angela. Dia mengelus pipi Erick dengan mata yang berkaca-kaca. Dia bukan tidak menginginkan sentuhan lebih, dari Erick. Tapi dia juga tidak ingin mengambil resiko.


"Aku tahu. Aku mengerti , aku akan mempertimbangkan untuk apa yang kau katakan tadi."


Kedua sejoli itu kini saling menatap satu sama lain. Pikiran mereka sedang melayang entah kemana. Yang satu memikirkan ingin segera menikah. Yang satu lagi sedang bingung karena takut Angela tidak mau mengikutinya ke China.


Di kediaman Alexander Kim....


Hera sedang asik memakan sarapannya di ruang Tv. Dia tidak sarapan di meja makan karena dia ingin melihat sang suami yang sedang berolahraga dengan bertelanjang dada. Sesekali dia tersenyum ketika membayangkan betapa keras dan kuatnya otot-otot dada sang suami. Ruang Tv mereka memang langsung menghadap ke area kolam renang, di tambah hampir seluruh dinding yang membatasi area luar dan dalam terbuat dari kaca. Jadi Hera bisa dengan leluasa menatap suaminya.



"Cihhhh... Dia itu sangat keras kepala. Aku sudah mengatakan kalau dia belum boleh berolahraga tapi dia masih tetap melakukannya."

__ADS_1


Tap Tap Tap... Hera berjalan mendekati Alex yang masih melakukan kegiatan nya. Alex menoleh saat mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya.



"Kau sudah menghabiskan sarapan mu?" tanya Alex. Dia berdiri lalu menepuk kedua telapak tangannya dan berjalan mendekati Hera.


"Sudah," jawab Hera seadanya. "Kenapa kau tidak membangunkan ku sejak tadi? aku juga ingin berolahraga dengan mu."


Alex menarik bahu Hera kemudian menuntunnya untuk duduk di kursi yang ada di pinggiran kolam. "Jangan marah. Aku tadi ingin membangunkan mu. Tapi aku tidak tega."


Hera tersenyum kecut. Dia sudah tau kalau alasan inilah yang akan keluar dari mulut suaminya. Dia sudah terbiasa dengan hal ini. Jadi, dia mau bersikap atau berbicara seperti apapun, itu tidak akan merubah suaminya untuk merubah kebiasaanya dan membangunkan Hera ketika Alex sudah bangun.


"Hari ini kita akan menemui Andrew Alex. Kalau urusan dengannya sudah beres, lusa kita akan mulai bekerja lagi di perusahaan ."


Alex melirik wajah sang istri. Tidak ada ekspresi aneh dari wajah istri cantiknya itu. Mungkin Hera memang sudah benar-benar siap untuk menemui Andrew Garfield.


Uhuk Uhuk.... Alex tersedak air minum saat mendengar ucapan Hera. "Kau semakin pandai menggombal," ucap Alex. Dia menaruh botol air yang ada di tangannya lalu menarik wajah Hera dan mengecup bibir istrinya cukup lama.


"Aku sedang serius Sayang," ujar Alex setelah dia melepaskan bibirnya dari bibir sang istri. Hera kembali tersenyum. Dia memegang kedua tangan suaminya lalu meletakkannya dia atas pangkuannya. "Aku tahu. Aku juga tidak sedang bercanda. Kehadiranmu memang selalu membuatku nyaman dan merasa aman Alexander." Hera mengedipkan sebelah matanya kemudian berlari sambil tertawa.


Alex terbengong di tempatnya. Bisa-bisanya dia di goda Hera dan malah termakan oleh godaan istri nya itu. Alex langsung berdiri dan mengejar istrinya ke dalam rumah mereka. "Aku akan menghukum mu Go Hera!" teriak Alex. Terdengar gelak tawa Hera yang semakin menjadi ketika Alex berteriak.


Satu jam kemudian... Di sebuah bangunan yang sangat besar, Alex dan Hera di antar kan ke sebuah ruangan yang sangat gelap . Bangunan itu sangat tinggi dan temboknya tidak di beri cat sama sekali. Hanya tembok kusam yang membuat suasana di dalam ruangan itu terasa sangat mencekam. Beberapa orang dengan pakaian serba hitam membungkuk saat Hera dan Alex masuk dan mendekat ke arah mereka. Julieta, wanita itu menuntun Alex dan Hera untuk berjalan kembali supaya mereka bisa mendekat ke arah sel Andrew.


Hera meremas telapak tangan suaminya saat dia bisa melihat Andrew dari kejauhan. Peluh kian meluncur ber bondong-bondong saling menyalip satu sama lain di kening dan juga di pelipis sang wanita cantik itu. Hera berusaha tersenyum saat Alex menatapnya dan memberikan senyum yang membuat Hera lebih tenang. Hera mengangguk saat Alex menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Hei!" teriak Julieta pada laki-laki yang sedang duduk meringkuk di dalam sel yang ukurannya sangat kecil. Sel itu terlihat lebih cocok untuk hewan peliharaan daripada untuk manusia.


Andrew mendongak. Dia menatap lurus ke arah wanita cantik yang kini sedang menggenggam tangan suaminya. "Kau akhirnya menemui ku Honey," ucap Andrew. Dia bangun dan mendekat ke arah Hera.


"Kau sudah tidak waras Andrew!" sarkas Hera dengan tangan yang sudah mengepal dengan kuat.


"Aku merindukanmu," ucap Andrew tanpa melihat Alex yang sudah mengetatkan rahang nya.


Brakkkkk.... Alex menendang jeruji besi yang sedang di pegang Andrew. "Kau benar-benar sudah tidak tertolong bajingan!" umpat Alex dengan mata yang berkilat menahan amarah. Dia sangat ingin menghajar laki-laki gila itu saat ini juga.


"Alex tenang lah!" ucap Hera sambil mengelus lengan suaminya. Alex berjalan mundur saat Hera menarik tangannya. Julieta tersenyum kecut. Dia mengambil sebuah pecut lalu...


Sling.........


Peletak....


Andrew meringis saat ujung terkecil pecut itu mendarat di punggungnya dengan sangat keras. Perih, sakit dan ngilu. Dia bisa merasakan semuanya.


"Kau jangan membuat ulah di tempatku bajingan busuk. Sudah untung mereka tidak mengijinkan ku untuk menggorok lehermu."


"Bicaralah!" titah Juliet kepada Hera dan Alex. Dia memang harus memberikan Andrew pelajaran terlebih dahulu supaya laki-laki itu bisa diam dan tidak banyak membual.


Hera maju satu langkah, dia mengeluarkan sebuah ponsel dan memperlihatkan sesuatu pada Andrew. Laki-laki tertawa terbahak-bahak saat melihat video yang di putar Hera pada ponselnya.


"Kau tahu apa artinya ini bukan?" tanya Hera dengan senyum evil-nya.

__ADS_1


...To Be Continued....


...Hai reader jangan lupa like dan komennya ya . Thank You......


__ADS_2