THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Keputusan Nyonya Hwang


__ADS_3

Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..😁😘🤗


Happy reading semuanya..


"Erick Hwang!" teriak Nyonya Hwang saat melihat anak laki-lakinya masih bergelut di bawah selimut sambil memeluk seorang wanita.


Erick dan Angela mengerejapkan mata mereka saat mendengar jeritan seseorang yang membuat tidur mereka terganggu. Bukannya langsung bangun, Erick malah kembali memeluk Angela sambil menelusupkan wajahnya di buah dada wanita cantik yang kini sudah membuka matanya dengan sempurna. Angela mematung saat melihat Nyonya Hwang sudah berdecak pinggang di depannya dan juga di depan Erick, dia sudah berusaha untuk menjauhkan Erick namun laki-laki itu malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Biarkan aku tidur sebentar lagi hmm!" pinta Erick sambil mengecup leher Angela sekilas. Angel semakin di buat kalang kabut . Apa yang harus dia lakukan, wanita paruh baya yang ada di hadapannya sudah akan mengeluarkan biji matanya. Apa Angela juga akan di lahap wanita paruh baya itu? ..


"Erik!" geram Angela sambil mencubit perut Erick .


"Akhhhh." Erick memekik saat kulit perutnya terasa sangat nyeri dan sangat panas. Apa di kamarnya ini ada kalajengking? kenapa sakit sekali. Dia langsung duduk sambil mengusap bekas cubitan yang di berikan Angela. Sementara Angela, dia langsung menarik selimut lalu menutupi tubuh bagian atasnya.


"Erick Hwang!" teriak Nyonya Hwang sekali lagi. Orang yang di teriaki langsung menatap wanita paruh baya yang kini sudah mengeluarkan asap dari dalam telinganya.


"Mama!" ucap Erick dengan wajah tak berdosanya. "Mama sedang apa di sini?"


"Pakai pakaian mu, dan cepat keluar! bawa juga wanita itu bersamamu."


Brakkkk..... Pintu kamar Erick di banting dengan kasar oleh Nyonya Hwang. Erick dan Angela saling pandang. Beberapa detik kemudian, mereka tertawa terbahak-bahak. Sungguh siapa saja yang melihat adegan ini pasti akan di buat bingung. Bukankah tadi Angela sudah sangat ketakutan? lalu kenapa sekarang malah tertawa seakan tidak ada yang terjadi.


Flashback on


"Maukah kau menafkahi ku?" tanya Angela dengan suara yang sangat pelan. Masa bodoh dengan statusnya sebagai seorang wanita, kalau Angela melamar Erick lebih dulu memang kenapa, tidak ada yang salah untuk itu bukan. Erick mematung untuk sesaat, dia menarik kepalanya dari kepala Angela.


"Angel!" panggil Erick dengan suara yang lembut selembut sutra. "Aku tahu kau mencintaiku. Dan aku juga sangat mencintaimu. Tapi, apa kau yakin ingin menikah dengan ku? kalau kau menikah dengan ku, itu artinya kau harus meninggalkan keluargamu dan ikut bersamaku ke sini? kau tidak keberatan dengan ini?" tanya Erick . Matanya menatap lekat mata Angela yang kini juga sedang menatap matanya dalam.

__ADS_1


Angela mengangguk. "Aku akan mengikuti mu kemanapun kamu pergi. Aku tidak ingin berpisah lagi dengan mu Erick."


Cup.. Erick mengecup bibir Angela. Dia melakukannya dengan sangat hati-hati. Kesalahpahaman memang bisa terjadi kalau kita miss komunikasi, Erick memutuskan Angela bukan karena dia sudah tidak cinta lagi terhadap Angela, dia hanya tidak berani untuk mengajak Angela pindah ke negaranya.


Perlahan lu ma tan yang di lakukan Erick semakin lama semakin intens, apa yang dia rasakan dari bibir wanitanya ini sangatlah manis dan membuai. "Aku mencintaimu Angela," ucapnya sebelum membaringkan tubuh Angela di atas ranjang. Angela hendak kembali memangut bibir Erick, namun dengan gerakan cepat Erick melepas tautannya. Angel mengerutkan keningnya bingung saat melihat Erick berjalan menuju pintu kamar lalu membuka kunci kamar itu.


"Apa yang kau lakukan Erick?" tanya Angela.


Erick tidak langsung menjawab, dia malah naik ke atas ranjang lalu membuka baju terakhir yang menutupi tubuh Angela.


"Kau mau apa?" tanya Angela sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Meskipun dia masih mengenakan bra, tetap saja, jika Erick melihat tubuhnya yang polos, dia akan merasa sangat malu.


"Tidurlah!" ucap Erick sambil mendorong bahu Angela supaya wanitanya itu bisa langsung berbaring. Angela semakin di buat bingung ketika Erick berbaring di sampingnya.


"Aku tidak akan menyentuhmu," ucap Erick sambil menarik Angela ke dalam pelukannya. Mungkin, kata menyentuh yang di maksud Erick adalah menyentuh dalam tanda kutip.


Jantung Angela berpacu sangat kencang. Bagaimana tidak, dia yang hanya mengenakan bra, harus menempeli Erick yang tidak mengenakan apapun. Erick memang mengenakan boxer untuk menutupi bagian bawahnya. Tapi Angela masih bisa merasakan sesuatu yang mengganjal di antara pahanya.


"Hmmmm... Tidurlah! atau akau akan berubah pikiran. Mama akan ke kamar ini besok pagi, dia memang alarm berjalan yang aku miliki. Mama sudah berniat untuk menjodohkan ku. Dia tidak akan pernah menerima semua alsan ku kalau aku menolak perjodohan itu secara terang-terangan. Kita harus melakukan cara ini supaya Mama bisa mengalah. Dia bukan orang picik. Dia tidak akan membiarkan ku lari dari tanggungjawab. Percayalah padaku. Rencana ini akan berhasil."


Angela akhirnya mengangguk. Kenapa Erick tidak memberitahunya dari awal. Kalau dia tahu Erick tidak akan berbuat hal yang tidak-tidak padanya, Angela tidak akan merasa takut tadi....


Flashback off.


"Erick!" pekik Angela saat bercermin di walk in closed milik Erick. Erick yang hendak mengenakan pakaian nya langsung berlari ke arah sumber suara.


"Ada apa?" tanya Erick saat dia sudah ada di depan Angela.

__ADS_1


"Ini apa?" tunjuk Angela pada tanda-tanda merah di leher dan juga di dadanya.


Glekkk... Erick menelan saliva nya sudah payah . Dia bingung harus menjawab apa. Bahkan Angela sudah menampakan wajah horornya.


"Itu, semalam aku khilaf. Lagipula ini bagus kan untuk membuat Mama yakin kalau kita semalam memang melakukan itu, bukannya kau juga sudah berusaha sangat keras. Kita harus menjalankan rencana ini dengan baik Honey."


Angela langsung memukul lengan Erick beberapa kali. "Bilang saja kau mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kau sengaja melakukannya saat aku tidur kan....."


"Kau juga menyukainya. Aku mendengar de sa han mu."


Angela membulatkan matanya tidak percaya. Bagaimana bisa laki-laki di hadapannya ini berbicara dengan begitu lantang seolah-olah ini adalah hal biasa yang sudah lumrah...


"Aku akan membunuhmu Erick!" ucap Angela sambil terus memukul lengan dan dada Erick.


Sepuluh menit kemudian, Erick dan Angela sudah berdiri di hadapan Nyonya Hwang. Nyonya Hwang memijat pelipisnya saat dia melihat tanda-tanda merah di leher wanita cantik dengan hidung mancung dan pipi tirus di hadapannya. Dia menghela nafas panjang lalu menghembuskan-nya perlahan.


"Menikahlah besok."


"What?" pekik Erick dan Angela bersamaan. Kenapa bisa begini? masa mau nikah kayak orang yang habis kena gerebeg warga. Erick dan Angela harus menikah dengan acara yang mewah. Kenapa Mamanya ini harus membuat keputusan yang tiba-tiba.


"Ma!" rengek Erick.


"Kita akan pergi ke Korea siang ini."


Angela membekap mulutnya saat mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan Nyonya Hwang. Apa ini sungguhan? tapi kalau menikah dadakan, apa tidak apa-apa? bagaimana dengan kedua orangtuanya. Mereka pasti akan salah faham..


Erick dan Angela saling menatap. Mereka menurunkan bahunya lemas saat mereka sudah tidak punya pilihan lain selain menuruti apa yang baru saja di katakan Nyonya Hwang pada mereka.

__ADS_1


...To Be Continued....


...Hayo jangan lupa like dan komentarnya. Terimakasih karena selalu membaca novel ini. Semoga kalian sehat selalu. Salam sayang dari author rengginang.....


__ADS_2