THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Bongkahan berlian yang tak ternilai


__ADS_3

Susana di ruang rapat mendadak hening ketika Alex dan Hera masuk ke ruangan tersebut. Alex berdiri di hadapan semua orang dan mulai menjelaskan apa tujuan nya mengumpulkan semua orang di ruang rapat hari ini.


Orang-orang yang ada di ruangan itu hanya mendengarkan dan sesekali menganggukkan kepala mereka. Hera berdiri dari kursinya ketika Alex sudah mempersilahkannya untuk maju dan mempresentasikan hasil kerjanya beberapa hari kebelakang.


"Aku tidak akan banyak menjelaskan sesuatu yang akan membuat kalian bosan dan merasa rapat kali ini membuang waktu. Kalian bisa lihat di layar proyektor !. Ini adalah beberapa design ku yang belum lama ini aku buat. Aku dan Alex berencana untuk meluncurkan produk baru yang akan aku design secara khusus . Mungkin kalian akan berpikir jika ini mudah karna brand yang menaungi hasil karyaku adalah brand yang sudah besar dan namanya pun sudah terkenal sampai ke luar negri. Tapi aku jamin apa yang akan kita produksi kali ini adalah barang yang sangat bagus dan sangat berkualitas. Tas-tas ini hanya akan di buat satu untuk satu warna. Jadi bisa di bilang juga ini akan menjadi barang limited edition." Hera terus berbicara sampai semua materi yang sudah dia persiapkan tersampaikan semuanya.


Hera menyudahi presentasinya dengan sangat baik. Alex yang dari tadi melihat dan memperhatikan istrinya tersenyum kemudian membuka botol air dan menuangkannya ke dalam gelas. Alex menggeser gelas itu perlahan ke arah Hera yang baru kembali duduk di kursinya.


Hera meraih gelas itu kemudian meminumnya. Namun bukannya memperhatikan Alex , Hera malah memperhatikan orang-orang yang sedang berbisik-bisik membicarakan apa yang baru saja di presentasikan Hera. Alex sama sekali tidak tersinggung. Laki-laki itu memutar kursinya lalu mulai berbicara.


"Siapa yang tidak setuju produk ini di realisasikan tolong angkat tangan!" ucap Alex menautkan kedua tangannya di atas meja. Terlihat beberapa orang mengangkat tangan mereka. "Dan untuk yang setuju tolong angkat tangan kalian!" ucap Alex lagi . Terlihat beberapa orang mengangkat tangannya. Namun kali ini lebih banyak dari yang sebelumnya."Baiklah. Aku anggap kalian setuju. Jika ada yang ingin di sampaikan silahkan. Dan jika tidak ada kalian sudah boleh keluar, rapat hari ini cukup sampai di sini saja," Orang-orang di ruangan itu mulai keluar satu persatu.


Hera mulai membereskan semua barangnya kemudian berdiri dan hendak keluar . Namun saat Alex hendak meraih pinggangnya tiba-tiba.


Drtttz.. Drtttzzz.. Ponsel Hera berdering .


"Halo paman. Ada apa?" tanya Hera kepada orang yang ada di sebrang telepon.


"Hera. Hari ini ada rapat untuk menentukan siapa yang akan menjadi presdir di Bae Corporation, karena susunan pegang saham tertinggi sudah berbeda mereka berniat untuk memilih pemimpin baru . Paman harap kamu bisa datang ke sini Nak. Rapat nya akan di adakan setelah makan siang."

__ADS_1


"Baiklah paman Hera mengerti," Hera menutup sambungan teleponnya kemudian memasukan kembali ponselnya ke dalam tas.



"Ada apa?" tanya Alex yang melihat istrinya berbicara begitu serius dengan orang yang tadi menelponnya.


"Aku harus ke perusahaan ibu nanti siang . Ada rapat para pemegang saham yang mungkin sedang memperebutkan posisi tertinggi di sana."


"Aku akan pergi bersamamu," ucap Alex meraih tangan Hera dan menuntun mnya keluar dari ruangan tersebut. Hera hanya menurut dan mengikuti langkah suaminya.


Hera dan Alex kini sudah ada di depan gedung pencakar langit Bae corporation. Setelah selesai makan siang di sebuah restoran mewah. Alex meraih tangan istrinya kemudian mengecupnya sekilas.


"Tenanglah. Ada aku bersamamu. Semuanya akan baik-baik saja," Alex berusaha menenangkan Hera yang terlihat gelisah di sampingnya.


"Ayo!" ucap Alex mengulurkan tangannya menyuruh Hera untuk segera keluar dari dalam mobil.


"Paman!" panggil Hera kepada seseorang yang ada di lorong di dekat ruangan yang akan mereka pakai untuk rapat. Paman Bae membungkukkan badannya ketika melihat Alex berjalan di belakang Hera . Meskipun Paman Bae jauh lebih tua dari Alex namun pengaruh dan kekuasan Alex di dunia bisnis jelas tidak bisa di bandingkan dengan paman Bae yang hanya memiliki saham beberapa persen di Bae Corporation , menjabat sebagai CEO pun karena Hera menyerahkan segala wewenangnya kepada paman Bae. Alex menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke ruang rapat mengikuti Hera dan juga paman Bae.


"Kita sudah memutuskan untuk memilih pemimpin baru di sini karena pemegang saham tertinggi di perusahaan sudah berubah maka tidak salah jika kita menunjuk orang baru untuk jadi pemimpin," ucap salah satu petinggi perwakilan tuan Go.

__ADS_1


"Ayah sudah berjanji akan melepaskan perusahaan ibu. Tapi kenapa dia masih bersikeras untuk mengusik ketenangan ku. Sebenarnya apa yang ayah inginkan," Hera mengepalkan tangannya di atas paha di bawah meja. Dia sungguh geram melihat permainan yang sedang di mainkan oleh Ayahnya .


Hera menoleh saat tangan hangat suaminya menggenggam dan mengelus tangannya lembut. Alex tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya .


"Aku yakin tidak ada yang tidak tau siapa aku bukan? Selain suami dari pemilik saham terbesar kedua di perusahaan ini. Aku juga memiliki saham sendiri jika kalian belum tau. Sebelumnya Tuan Go menjadi pemegang saham tertinggi pertama dengan kepemilikan saham sebesar 40% dan Go Hera memiliki 35% saham. Aku memiliki 20% Saham di sini. Dan akan mengalihkan semua saham ku atas nama Go Hera, istriku. Jadi sudah bisa di pastikan kalau pemegang saham terbesar di perusahaan ini adalah Go Hera dengan 55% saham yang dimilikinya. Alex mulai berbicara membuat seisi ruangan itu riuh .


Banyak di antara mereka yang tidak tau tentang Alexander Kim yang memiliki saham di Bae Corporation. Namun ada juga beberapa orang yang sebenarnya sudah bekerja sama dengan Alex. Tentu saja Alex melakukannya secara diam-diam agar rencananya tidak terendus oleh tuan Go. Alex belakangan ini selalu memperhatikan apapun yang menyangkut istrinya. Sekalipun dia harus berhadapan dengan mertuanya sendiri Alex tidak akan sungkan untuk melawan. Baginya Hera adalah segalanya. Siapapun tidak boleh dan tidak ada yang berhak untuk menyakiti atau membuat istri cantiknya gelisah dan merasa terancam.


" Karena kalian sudah mendengarnya. Secara otomatis kalian sudah tau kalau yang memiliki wewenang paling tinggi di perusahaan ini adalah istriku. Kalian berhak berpendapat namun tentu saja keputusan tetap ada di tangannya."


Hera melirik sang suami yang masih dengan setia menggenggam tangannya. Dia tidak menyangka jika Alex akan membantunya dengan cara seperti ini. Sekarang tidak ada yang perlu di khawatirkan . Bahkan ayahnya pun sudah tidak bisa mengancamnya menggunakan perusahaan mendiang Bae In Ha.


Sebenarnya Hera memiliki warisan yang sangat cukup untuk bertahan hidup sampai ajal menjemputnya. Namun karna sifatnya yang sangat tertutup tidak ada pihak keluarga yang mengetahui jika selama ini Hera sudah menjadi donatur di beberapa rumah sakit khusus kangker dan beberapa panti asuhan yang membutuhkan donasi. Hera tidak menghambur hambur kan uangnya demi kesenangannya sendiri, dia lebih suka memberikan apa yang dia punya kepada orang yang lebih membutuhkan.


Itulah sebabnya Hera juga mengambil pendidikan dari jalur beasiswa . Bukan karena dia tidak punya uang. Tapi ketika dia memiliki kemampuan dia akan memaksimalkan kemampuan yang di milikinya.


Alex tersenyum melihat Hera yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Alex senang karna kini Hera sudah tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini lagi. Dan Alex juga tau sebenarnya selain Hera ingin melindungi properti yang di miliki ibunya dia juga ingin tetap menjadi donatur untuk pihak-pihak yang membutuhkan bantuannya.


"Mereka semua tidak akan kehilangan hak mereka Hera. kenapa orang lain tidak tau jika ada malaikat di dalam hatimu. Semakin aku mengenalmu , semakin besar rasa kepemilikan ku terhadap mu. Kau bagai bongkahan berlian yang tidak ternilai . Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun merebutmu dari Alexander Kim. Kau akan menjadi milik ku untuk selamanya Go Hera," Gumam Alex dalam hati.

__ADS_1


To Be Continued.


Hai reader. Jangan lupa like dan komen nya ya. Thank You.😙🤗


__ADS_2