THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Identitas Lee Annya


__ADS_3

Annya menatap Hera dengan malas, dia sangat membenci orang yang kini sedang duduk di hadapannya dan hanya dinding kaca yang menjadi pemisah di antara mereka berdua. Annya tersenyum sinis. Wajahnya masih sama seperti sebelumya. Banyak luka lebam dan pipi yang semakin tirus.


Hera meremas ujung dres yang di kenakannya saat ini. Dia gugup dan juga merasa sedikit takut. Hera menoleh saat tangan suaminya menggenggam tangannya lalu mengelusnya dengan lembut. Suaminya tersenyum, yang tentu saja itu membuat Hera sedikit lebih tenang.


"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu Annya. Kau pasti punya alasan bukan, kenapa melakukan semua ini kepadaku?"


Annya menarik ujung bibirnya, senyuman sinis kembali dia berikan kepada Hera. Wanita itu mendekatkan wajahnya ke dinding kaca lalu berkata, "kau pantas mendapatkan ini semua Hera! seharusnya kau sudah menderita sejak dulu."


Hera yang mendengar itu sontak saja mengerutkan keningnya bingung, memang apa yang telah dia lakukan, kesalahan apa yang telah dibuat sehingga dia pantas mendapatkan perlakuan seperti ini dari Annya.


"Apa maksudmu Annya? jangan berbelit-belit! aku benar-benar tidak mengerti, dan apa salahku padamu sampai kau tega berbuat sekeji itu terhadapku?"


Hera mengepalkan kedua tangannya. Namun, lagi-lagi Alex berusaha untuk menenangkannya. Laki-laki itu sudah pernah memperingatinya bahwa ini tidak akan mudah. Annya ini wanita licik. Mana mungkin dia mau berbicara jujur kepada Hera.


"Aku adalah anak dari Go Myung Jin yang dia telantarkan karena dia lebih memilih untuk menikahi ibumu daripada bertanggung jawab pada ibuku."


Srettttt... Hera menempelkan tangannya di dinding kaca, matanya kini menatap Annya lebih dekat.


"Apa yang kau katakan? kau bilang kau anak ayahku? tidak mungkin. Kalau memang benar kau anak ayah, kenapa kau tidak mengatakannya sejak dulu, kenapa kau tidak meminta pertanggungjawaban kepadanya dan malah membalaskan dendam padaku?. Lee Annya jangan pernah memprovokasi ku! aku bisa saja kembali melaporkan mu dengan tuntutan pencemaran nama baik."


"Haha, kau memang bodoh! kalau kau tidak percaya, untuk apa kau datang menemuiku? dan aku tidak menyangka ternyata kau juga sangat menyayangi ayahmu sama seperti kedua adik tiri mu itu," Annya tersenyum mengejek.


"Waktunya sudah habis," ucap sipir yang menemani Annya.


"Tunggu, aku masih ingin bertanya padanya," cegah Hera yang melihat Annya akan di bawa masuk kembali ke dalam.


"Sudahlah sayang, kita bisa menanyakannya lagi lain waktu," Alex memegang bahu istrinya karena saat ini Hera sedikit limbung.


"Tanyakan pada ayahmu kalau kau tidak percaya. Katakan! salam dariku dan dari ibuku Lee Ji Eun," Annya berteriak sebelum sipir benar-benar membawanya masuk.


Brukkkk...

__ADS_1


Hera kembali terduduk di kursinya. Jantungnya berdetak semakin kencang saat dia mengingat apa yang baru saja di katakan Annya padanya.


"Akhhh," Hera memegang dadanya dan menekannya cukup keras saat dia mulai sesak. Kenyataan apa ini, kenapa ayahnya selalu membuatnya kecewa. Hera sudah akan memaafkannya. Tapi kenyataan baru muncul. Meskipun ini belum pasti, tapi Hera tahu kalau Annya tidak berbohong.


"Kau baik-baik saja sayang?" tanya Alex menundukkan wajahnya melihat wajah Hera yang sejak tadi tertunduk.


"Aku, ingin menemui ayah Alex!"


"Aku akan mengantarmu. Tapi, tenangkan dirimu lebih dulu! tarik nafas, dan hembuskan perlahan."


Hera menuruti apa yang baru saja di katakan suaminya padanya. Perlahan, sesak yang dia rasakan mulai mereda. Hera mengangkat wajahnya lalu menatap mata suaminya lekat.


"Alex!" ucapnya lirih dengan sura yang bergetar.


"Aku tahu, semuanya akan baik-baik saja. Ada aku yang akan selalu mendukungmu. Kau jangan Khawatir. Biarkan semuanya berjalan apa adanya. Kalau memang benar Annya adalah anak dari ayahmu. Ayahmulah yang harus bertanggung jawab. Kau tidak bersalah. Ibumu juga tidak bersalah. Aku yakin dia tidak mengetahui ini," Alex berbicara sambil merengkuh tubuh istrinya. Dia tahu istrinya ini sedang khawatir. Kenyataan pahit ini pasti akan membuat siapa saja terkejut kalau mengetahuinya secara tiba-tiba.


"Aku takut Alex, bagai mana kalau ibu mengetahui ini sejak awal, itu juga yang mungkin membuat Annya sangat marah."


Hera mengangguk kemudian memeluk suaminya dengan erat. Dia merasa lebih tenang karena Alex selalu berada di sisinya dan selalu berpikir lebih bijak darinya.


"Ayo, kita harus segera pergi."


Jam sudah menunjukan pukul dua siang, semua Karyawan di Go Grup sudah kembali beraktivitas setelah menyelesaikan makan siang mereka.


Brakkkk....


Pintu ruang kerja Myung Jin di banting dengan kasar. Setelah itu, munculah Hera dan Alex yang mulai memasuki ruangan milik Myung Jin.


"Kau mengagetkan ku sayang!" ucap Myung Jin kemudian berdiri mendekati putri sulungnya. Myung Jin merentangkan tangannya hendak memeluk Hera. Namun dengan gerakan cepat Hera mundur satu langkah menjauhi ayahnya.


"Ada apa sayang?" tanya Myung Jin yang tidak mendapat jawaban apapun dari Hera. Dia melirik menantunya, namun Alex juga bungkam.

__ADS_1


"Duduklah!" ucap Myung Jin mempersilahkan Hera dan Alex untuk duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya.


Alex menuntun istrinya untuk duduk. Dan Hera hanya menurut tanpa melakukan penolakan.


"Apa kau mengenal Lee Ji Eun?" tanya Hera tanpa basa basi.


Myung Jin yang mendengar itu mendadak mematung. Dia tidak berbicara juga tidak melakukan pergerakan.


"Cih, aku sudah yakin kalau kau memang mengenalnya. Ceritakan padaku kenapa kau meninggalkan dia dan anakmu begitu saja!"


Alex menggenggam tangan istrinya. Dia tidak menyangka kalau cara Hera berbicara dengan tuan Go ternyata seperti ini, bukan layaknya seorang anak kepada ayah, tapi lebih terlihat seperti orang asing yang tidak memiliki ikatan apapun.


"Apa maksudmu Hera? Anak apa?" tanya Myung Jin bingung.


"Jangan berlaga bodoh bak orang yang tidak tahu apapun," sarkas Hera dengan nada suara sinisnya.


"Hera, jangan seperti itu sayang! kau sudah berjanji akan membicarakan ini baik-baik. Sabar, biarkan ayahmu menjelaskan semuanya." ucap Alex berusaha menenangkan.


"Sebenarnya apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya Myung Jin .


"Jadi begini Ayah, kau mungkin tidak tahu, tapi beberapa bulan yang lalu ada orang yang ingin mencelakai Hera. Dan baru hari ini dia mengaku kalau dia melakukan itu semua karena dia memiliki dendam terhadapmu," Alex memutuskan untuk berbicara, karena jika Hera yang berbicara, mungkin itu hanya akan membuat ayah dan anak ini bertengkar.


"Maksudmu? aku benar-benar tidak mengerti," ucap Myung Jin semakin penasaran.


"Dia mengatakan kalau dia adalah putrimu! anak dari Lee Ji Eun," lanjut Alex membuat Myung Jin terbengong dengan mata yang membulat sempurna.


To Be Continued.


Jangan lupa like dan komennya ya reader. Thank You...


Mampir ke karya baruku yuk . Judulnya The Veil of Eileria.

__ADS_1



__ADS_2