THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Menemui Minhyuk


__ADS_3

Go Hera Kini telah bersiap untuk menemui calon suami pilihan ayahnya. *D*res selutut dengan rambut yang hanya di ikat sebagian membuatnya terlihat lebih cantik dan lebih segar.


Sepatu heels 5cm nya terlihat sangat pas dan sangat cocok untuk penampilannya kali ini.


.



Hera sedikit mengedarkan pandangannya ketika dia sudah sampai di dalam restoran bintang lima yang di pesan ayahnya. Saat itu juga ada seorang pria yang melambaikan tangan ke arahnya. Hera yang melihat itu, berjalan dengan sangat anggun mendekati pria tersebut.


"Kang Minhyuk?" ucap Hera saat berdiri di depan orang itu.


pria itu bangkit dari duduknya dan menyodorkan tangannya ke hadapan Hera.


"Iya.. Aku Minhyuk," ucap Minhyuk dengan senyum di wajahnya.


"Hera," ucap Hera menjabat tangan Minhyuk..


"Silahkan duduk!" Minhyuk menarik kursi yang akan di duduki Hera.


"Terimakasih," Hera berusaha bersikap sopan meskipun hatinya komat kamit tak karuan . Sungguh hal yang sangat Hera benci di dunia ini adalah berurusan dengan seorang laki-laki.


(kecuali Alex ya neng...😄)


"Kau mau pesan sekarang?" tanya minhyuk yang sudah mendudukkan dirinya.


"Silahkan!" ucap Hera.



sosok Minhyuk...


Selama makan malam tidak ada yang begitu berarti, Hera masih dengan mode cueknya kepada lawan jenis. Meskipun Minhyuk berusaha akrab dengan Hera, Hera tetap tidak bisa meladeninya. Minhyuk yang sadar akan Hera yang tidak berminat sama sekali kepadanya merasa dongkol. Walau bagaimanapun, dia adalah seorang casanova , semua wanita yang ada di sekitarnya tidak akan pernah menolak untuk tidak berhubungan dengannya selama ini.


Andai Hera tau sisi gelap dari calon suaminya ini, Hera pasti tidak akan pernah sudi untuk menyetujui perjodohan ini. Jenis laki-laki seperti inilah yang Hera benci. Laki-laki yang akan dengan gampangnya meluk sana meluk sini. Benar-benar menjijikan.


Minhyuk terus berusaha untuk mengorek informasi tentang Hera.


Hera hanya menjawab apa yang menurutnya pantas di jawab dan akan dengan senang hati menolak menjawab jika pertanyaannya terlalu pribadi. Walau bagai manapun, Hera masih enggan memberi tau orang lain tentang dirinya.


Acara makan malampun selesai,Kini mereka sedang menikmati dessert yang sudah di hidangkan di meja mereka.


Minhyuk mengangkat tangannya nya ketika melihat ada sisa krim di sudut bibir Hera.


Minhyuk ingin mengusap sisa krim itu dengan tangannya, namun, dia kalah cepat dengan gerakan Hera yang memundurkan wajahnya waspada. Hera mengusap bibirnya dengan tissue sambil menatap Minhyuk.


"Ah maaf, aku hanya ingin membantumu," ucap Minhyuk sedikit kikuk.


"Bukan masalah."


"Aku rasa kita sudahi di sini saja dulu! aku masih ada urusan yang harus ku selesaikan malam ini," Hera berbicara sambil meraih tas yang ada di belakangnya.

__ADS_1


"Hmmm, ya sudah kalau begitu,kita bisa bertemu lagi lain kali."


"Aku hanya berharap tidak ada lain kali minhyuk," gumam Hera dalam hati.


Hera beranjak dari duduknya dan hendak berbalik ke arah luar restoran itu.


"Tunggu Hera," Minhyuk berdiri dan menghampiri Hera.


"Aku bisa memindai akun we chat mu?" tanya Minhyuk mengeluarkan ponsel dari saku jaket yang dia kenakan.


"Baiklah," ucap Hera. Hera menyodorkan ponselnya untuk memindai barcode akun we chat miliknya dan milik Minhyuk.


"Terimakasih," ucap Minhyuk setelah mendapatkan barcode dari Hera.


"Hmmm... Aku pergi."


Hera berjalan meninggalkan Minhyuk yang masih menatapnya.


"Menarik," gumam Minhyuk. Tersenyum menyeringai.


Minhyuk tadinya hanya asal-asalan menerima titah dari ayahnya yang menyuruhnya menemui seorang gadis yang akan di jodohkan dengannya. Namun, setelah melihat Hera yang begitu cantik dan sulit untuk di dekati, Minhyuk menjadi bertekad untuk bisa mendapatkan Hera.


🍓🍓🍓


Cklekkk ... Hera memutuskan untuk kembali ke apartemennya setelah mengirimkan pesan kepada ayahnya. Hanya malam ini, ucap Hera.


Hera masuk, dan melepas heels yang dipakainya dan di ganti dengan sandal rumah. Hera mendudukkan dirinya di sofa ,menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya sebentar.


Ting tong..


Ting tong..


"Siapa lagi malam-malam begini," Hera mendumel karena semakin kesal.


Hera membuka sedikit pintu apartemennya.


Setelah sedikit menyumbulkan kepalanya ke luar, Hera tau siapa yang datang malam-malam begini. Hera menutup pintunya sebelum dia membukanya kembali.


"Ada apa Tuan?" Hera bertanya dengan wajah malasnya.


Alex malah menghambur ke pelukan Hera. menyesap wangi yang keluar dari rambut dan juga tubuhnya Hera. Entah kenapa saat pulang dari China dia sangat merindukan Hera dan tidak bisa lagi menahannya, Alex yang ketika sampai ke rumahnya hanya mandi , ganti baju, dan langsung pergi menemui Hera.. Itupun memakai motor kesayangannya karena dia ingin cepat sampai.


Hera melepas paksa pelukan Alex di tubuhnya.


"Kau ini kenapa Tuan? bersikaplah sopan atau keluar dari rumahku!" Hera berbalik hendak kembali ke sofa tempatnya duduk tadi. Namun,..


Grepppp..... Lagi-lagi Alex memeluknya, kali ini dari belakang.


"Biarkan begini sebentar Hera! lima menit saja,ahh tidak dua menit," ucap Alex yang merasakan tangan Hera hendak melepas pelukannya kembali.


"Sangat nyaman, aku sangat lelah," Alex memejamkan matanya merasakan kehangatan dan juga ketenangan yang belum pernah di rasakannya dari perempuan lain selain dari Ibunya.

__ADS_1


Hera yang mendengar itu hanya diam, biarlah, toh cuma sebentar, entah apa yang dipikirkan Hera, Hera juga enggan melepas pelukan Alex saat ini. Namun, setelah beberapa saat, Hera melepas paksa tangan kekar Alex yang melingkar erat di pinggang ramping Miliknya .


"Kau lelah, dan untuk apa kau datang ke sini?" Hera bertanya sambil menatap Alex dan menyilangkan tangannya di depan dada .


Alex yang melihat itu mengerucutkan bibirnya.


"Aku merindukan mu," ucap Alex dengan nada manjanya.


"Kenapa dia bersikap manja malam ini?" gumam Hera dalam Hati.


"Kau tidak merindukanku Hera?" tanya Alex sambil memperhatikan Hera dari atas sampai bawah.


Hera yang merasa dirinya di perhatikan buru-buru berjalan ke arah sofa dan duduk di sana.


"Atas dasar apa aku harus merindukanmu Tuan?" Hera bertanya sambil merogoh ponsel yang ada di dalam tasnya.


"Kau habis dari luar Hera? dari mana? dengan siapa? jam berapa tadi kau pulang?" Alex menanyakan pertanyaan bertubi tubi kepada Hera, dia mulai mendudukkan dirinya di sofa yang ada di depan Hera. Alex merasa sangat lelah, dia menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa dan mulai memejamkan matanya.


"Dia jelas-jelas sangat kelelahan, tapi memaksakan diri untuk datang ke sini, sangat tidak pandai menjaga diri. Dan sekarang dia sedang mengintrogasi ku?" Hera berbicara sendiri di dalam hatinya.


Kruyukkkkkk


Hera menolehkan wajahnya kepada orang yang ada di hadapannya. Namun, Alex masih memejamkan matanya tidak menggubris suara perutnya sama sekali.


"Kau lapar?" Hera beranjak dari duduknya, "aku hanya punya ramyeon di sini, hanya itu yang bisa ku berikan."


Hera tau Alex sangat menyebalkan,tapi dia juga tidak tega membiarkan Alex kelaparan. Wanita itu, berjalan ke arah pantry yang ada di apartemennya, membuka pintu lemari atas dan sedikit menjinjitkan kakinya.


Srettt ........Tangan Alex meraih ramyeon yang ada di atas tangan Hera.


Hera sontak berbalik karna merasa kaget Alex yang tiba-tiba ada di belakangnya. Tangan Alex masih memegang ramyeon yang ada di atas lemari, sedangkan tangan yang satunya ia letakan di atas pantry untuk menahan tubuhnya, supaya tidak terlalu menekan Hera.


Deg.


Deg.


Deg...


Jantung Hera berpacu begitu keras, jaraknya dan Alex terlalu dekat saat ini, bahkan Hera bisa mencium aroma mint dan buah pinus yang sangat menyeruak di indra penciumannya. Bukankah tadi Hera tidak mencium apapun? mungkin karena Hera tidak terlalu memperhatikannya.


Hera dan Alex yang sedang beradu pandang masih dengan posisi yang sama, Hera sedikit mendongakkan wajahnya menatap wajah pria yang selalu membuatnya jengkel dan juga hangat di saat yang bersamaan, Alex terus menatap mata bulat nan indah milik Hera,sangat indah sampai dia tidak bisa mengedipkan matanya sama sekali.


Alex semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Hera, semakin dekat dan Alex mulai sedikit memiringkan kepalanya, bibir Hera dan bibir Alex hanya berjarak beberapa sentimeter saja sekarang..... Dan.....


To Be Continued..


Hai para Readers.. jangan lupa Like , Komen sama Vote nya ya.. Hadiah nya juga jangan lupa..


Ingat.. favoritkan karya author yang agak absrud ini supaya kalian gak ketinggalan kalau author up... Thank you... 😘😘😘😘


__ADS_1


Visual Alex di part ini... 🥰


__ADS_2