
Neoreul manna cham haengboghaesseo
(Aku sangat bahagia setelah bertemu dengan mu).
Seorang laki-laki sedang berdiri di samping kamar mandi di kamarnya. Dia menyandarkan punggungnya di tembok dekat pintu dan menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.
Na itorog saranghal su isseossdeon geon
(Aku bisa sangat mencintaimu).
Alex. Laki-laki itu memiliki kebiasaan baru yaitu mendengarkan sang istri yang sedang bernyanyi di kamar mandi. Kegiatan di pagi hari yang kini sangat di sukai nya. Alunan merdu dari bibir sang istri terus terdengar di telinganya.
Ajig eorigo mojaran nae mam ttatteushan ihaero da anajwoso
(Karena kau memeluk dan memahami pikiranku yang muda dan belum dewasa dengan hangat).
Bibirnya tak henti-hentinya tertarik ke atas membuat siapa pun yang melihatnya saat ini akan berpikir jika Alex gila.
Tteugeowossdeon yeoreum jina
(Setelah musim panas).
Geuriwojin bissorie
(Dengan suara hujan yang aku rindukan).
Hana dul sujubeo tto eolgeul bulgimyeon
(Ketika aku tersipu malu).
Saenggagi malhajin neoui nune ib majchul teni
(Aku ingin mencium matamu karna kamu memiliki banyak hal di pikiran mu).
aku juga ingin melakukan kan nya. Sahut Alex tanpa suara.
Uri hamkke heoleogagiro hae
(Mari kita berjalan bersama).
Aku bisa membawa mu pergi sekarang. karna ini adalah akhir pekan.
Nareul manna neodo haengboghani
(Apakah kamu juga bahagia setelah bertemu denganku?).
Tentu saja aku sangat bahagia. Jawab Alex dengan senyum di bibirnya.
Mos hajun ge deo manhaseo mianhe
__ADS_1
(Aku minta maaf karena aku memiliki banyak hal yang tidak bisa ku berikan padamu).
Alex menggelengkan kepalanya. Memilikimu adalah hal yang paling membuatku bahagia.
Igijeogigo buranhan naega
(Aku egois dan tidak stabil).
Aku mengerti.
Neogegemaneun jalhago sipeosseo
(Tapi aku ingin memperlakukan mu dengan baik).
Alex kembali menganggukkan kepalanya.
Oraesdongan na gidaryeoon wanbyeoghan sarangeul chajeun geos gata
(Aku pikir aku menemukan cinta sempurna yang telah lama ku tunggu).
Hmmm. Aku pikir aku juga menemukannya.
Nal jabajwoseo himi dwaejwoso
(karena kau memelukku dan memberiku energi).
Sojunghan baeryeoro nal anajwoseo
Aku mencintaimu Go Hera. Ucap Alex menatap pintu yang ada di sebelahnya.
Neoreul manna
(Setelah aku bertemu dengan mu).
Me after you by: Paul Kim.
Alex berjalan ke balkon kamarnya setelah puas mendengar nyanyian sang istri. Wajahnya sangat tampan meskipun dia hanya memakai kaos putih polos. Sinar matahari yang menerpa wajahnya membuat wajah Alex terlihat bercahaya dan sangat tampan. Alex membungkukkan badannya dengan lengan yang menjadi tumpuan di pagar balkon kamarnya.
Entah apa yang sedang di lamunkan nya saat ini sama sekali tidak ada yang tau.
Alex menyunggingkan senyumannya saat ada tangan mungil sang istri menerobos dari balik punggungnya dan memeluknya dari belakang.Wajah yang tadi tanpa ekspresi kini berubah bercahaya secerah mentari pagi.
Alex mengusap punggung tangan sang istri yang melingkar di pinggangnya. Kehangatan yang Alex rasakan saat ini benar-benar membuatnya sangat nyaman.
"Kau sedang melamunkan apa?" tanya Hera di balik punggung sang suami.
"Hmmm, aku hanya sedang menunggu istri ku yang cantik menyelesaikan ritual paginya," laki-laki itu memutar tubuhnya kemudian menangkup pipi sang istri dengan kedua tangan besarnya.
__ADS_1
Hera mengerucutkan bibirnya tak senang mendengar jawaban sang suami. Sudah pasti ada yang sedang di pikirkan olehnya.
Alex membuka gulungan handuk yang ada di kepala Hera , dia kembali menutupi kepala istrinya dengan kain itu setelah rambut sang istri yang masih basah tergerai dengan indah.
"Aku akan mengeringkan rambutmu, Kita akan pergi berkencan setelah sarapan!" Alex menggosok gosokan handuk yang di pegangnya ke rambut Hera. Hera masih melingkarkan tangannya di pinggang sang suami yang belakangan ini sangat di cintainya. Hera mendongakkan wajahnya kemudian berjinjit dan Cup. Hera mengecup bibir Alex sekilas. Dia tersenyum menatap mata sang suami yang saat ini sedang tersenyum menatapnya.
Cup. cup. cup. Alex mengecup bibir Hera berkali kali membuat sang istri terkekeh geli.
"Alex hentikan!" pekik Hera ketika sang suami malah semakin heboh mengecup setiap bagian wajah Hera. Dari mata, Hidung, pipi , dahi, dagu dan kembali ke bibir.
Hera mengalungkan tangannya di leher sang suami saat Alex memperdalam ci uman nya. Tangannya semakin mengerat saat dengan tiba-tiba Alex mengangkat tubuhnya dan menggendongnya bak anak kola. Hera mengaitkan kedua kakinya di belakang pinggang sang suami.
Alex menggendong Hera tanpa mau melepaskan pangutannya. Dia membopong tubuh sang istri masuk ke kamar dan mendudukkan nya di tepian ranjang.
Hera merasa hampa ketika Alex melepas tautan bibir mereka begitu saja. Matanya memelas menatap sang suami yang sedang berdiri di hadapannya.
"Aku bilang aku akan mengeringkan rambutmu. Dan lagi ini sudah hampir siang. Bukan kah kau sangat ingin pergi jalan-jalan," Alex menarik laci yang ada di samping tempat tidur dan mengambil hair dryer dari dalam sana. Sebenernya Alex juga masih sangat menginginkan bibir sang istri. Namun jika di biarkan terlalu lama Alex takut dia tidak bisa mengontrol nafsunya . Sebagai seorang laki-laki Alex tentu saja sangat menginginkan hubungan layaknya suami istri di luar sana. Tapi mengingat Hera mungkin masih menyimpan trauma di hatinya Alex hanya bisa menunggu sampai Hera benar-benar merasa aman ketika berada di sampingnya.
Hera dan Alex sudah sampai di sebuah tempat bermain yang begitu luas dan besar. Mata Hera berbinar melihat betapa banyaknya wahana permainan yang akan di jajahnya hari ini.
"Alex aku ingin menaiki itu!" ucap Hera menunjuk wahana roller coaster yang sangat tinggi.
"Kau yakin?" tanya Alex kepada Hera. Hera menganggukkan kepalanya dengan senyum yang sejak tadi tidak hilang dari wajahnya yang cantik.
"Tunggu di sini! aku akan membeli tiketnya dulu!" Alex mengusap lembut rambut sang istri lalu berlari untuk membeli tiket.
Hahahaha Hera tertawa terbahak bahak melihat suaminya yang sedang menahan mual di perutnya. kepala Alex pusing dia sangat ingin muntah sekarang.
"Kau tidak apa-apa kan? " tanya Hera berusaha menahan suaranya supaya tidak tertawa kembali. Sebenarnya Hera kasihan melihat suaminya yang sedang tidak berdaya seperti saat ini. Namun mengingat bagaimana sikap dan sifat Alex ketika menjadi CEO di perusahaannya dia sama sekali tidak bisa untuk tidak tertawa. Seorang CEO yang begitu Arogan dan sangat di takuti oleh para karyawannya di kantor mabuk saat menaiki roller coaster. Benar-benar tidak bisa di percaya .
"Kau menertawakan ku hmmm?"
"Tidak. Ekhh iya. Tapi kau sangat lucu Alex," Hera kembali terkekeh.
"Aku akan mencari air minum dulu untuk mu. Kau tetap di sini, jangan kemana mana!" Hera berlari setelah memperingatkan suaminya.
Alex ingin menahan sang istri namun gerakannya kalah cepat dengan gerakan Hera.
Laki-laki itu terus melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah lebih dari sepuluh menit sejak Hera pergi namun tidak ada tanda-tanda wanita itu kembali. Alex yang sudah tidak sabar berdiri dari duduknya kemudian berjalan untuk menyusul sang istri.
Lima menit setelah dia berjalan langkahnya terhenti saat melihat ada kerumunan orang di jalan dekat stand penjual makanan dan minuman.
"Go Hera!" teriak Alex melihat sebuah tas yang sangat mirip dengan tas sang istri dari celah kaki orang-orang yang sedang berkerumun.
To Be Continued.
__ADS_1
Hai Reader . Jangan lupa like dan komen nya ya. Thank you.