THE COLD GIRL

THE COLD GIRL
Memperjuangkan Cinta


__ADS_3

Sebelum mulai baca.. Jangan lupa jempolnya ya.. Kasih ratting 5 kalau kalian menyukai cerita ini. Dan author rengginang ini akan sangat bahagia kalau kalian mau nabur bunga juga..😁😘🤗


Happy reading semuanya..


"Aku akan menyusul Erick ke Shanghai Ma," ucap Angela dengan penuh keyakinan.


Jessica dan Tae Jun saling melirik lalu menatap Angel dengan tatapan yang seolah-olah anak perempuannya itu mengatakan kalau dia sudah hamil di luar nikah. Bagaimana tidak begitu, Jessica dan Tae Jun di buat terkejut dengan ucapan anak gadis mereka.


"Apa kau yakin Sayang?" tanya Jessica mencoba untuk mencari sebuah keraguan dari Angela.


Angela mengangguk sambil terus memakan sarapan paginya. "Aku akan berangkat besok pagi" ucap nya lagi.


"Kau itu perempuan Angel, bagaimana kalau kau kenapa-napa. Memang kau tahu di mana alamat rumah Erick? kau tidak sedang mengigau bukan?" Tae Jun berdiri lalu menempelkan punggung tangannya di dahi Angel.


"Pa, bukannya Papa yang ingin Angel segera menikah? biarkan Angel menjemput cinta Angela."


"Kau akan berangkat dengan siapa?" tanya Jessica.


"Sendiri."


"What," pekik Jessica dan Tae Jun bersamaan. "Apa kau gila? memangnya kamu tidak takut?" tanya Tae Jun dengan nada suara yang sudah meninggi.


Angela menghela nafas panjang lalu menghembuskan-nya perlahan. Orang tuanya ini memang masih memiliki pemikiran yang kolot. Apa mereka tidak tahu kalau ini sudah 2022, jaman sudah modern kenapa pemikiran orang juga tidak bisa bergerak maju. Kalau iya ini jaman kuno, jelas lah Angel takut. Kalau cuma terbang ke China itu bukan masalah besar bukan.

__ADS_1


"Pa... Sekarang itu sudah 2022, jaman sudah berubah, pemikiran orang sudah berubah, dunia sudah canggih. Kau juga bisa melihat gps tracker di handphone yang Papa gunakan. Papa tinggal masukin nomor handphone Angela, dan cari keberadaan terakhir Angela di situ. Pasti ada kok. Orang Google udah makin pinter. Kalau Papa masih takut Angela ilang, Papa tanem aja Gps tracker di liontin kalung yang Angela pakai."


Tae Jun hanya mendengus mendengar ucapan putrinya itu. Dia bukan tidak tahu kalau dunia semakin maju dan semakin modern. Hanya saja, sebagai seorang ayah dia tentu merasa khawatir kalau Angela pergi jauh darinya tanpa ada yang mendampingi. Selama ini Angela selalu pergi bersama asisten dan juga managernya. Kalau tiba-tiba Angela ingin pergi sendiri jangan salahkan Tae Jun kalau dia merasa sangat khawatir.


"Kenapa tidak membawa asisten-mu Angela?" tanya Jessica lagi. Dia masih tidak habis pikir, kenapa anak gadisnya mau melakukan hal nekat seperti ini.


Angela menggeleng. "Aku ingin meyakinkan Erick kalau aku bisa menjadi istri yang baik. Dan aku juga tidak main-main dengan perasaanku Ma. Kalau Angela bawa asisten, bagaimana mungkin Erick akan percaya. Angel sudah membeli tiket. Dan besok pagi Angel akan berangkat."


Tae Jun dan Jessica hanya bisa pasrah. Mereka tahu kalau Angela sudah memutuskan sesuatu, akan sangat sulit bagi mereka untuk menghentikannya. Selain sangat manja, anak gadis mereka itu juga sangat keras kepala. Entah apa yang akan dia lakukan jika Jessica dan Tae Jun melarangnya untuk pergi. Biarkan saja Angela pergi. Nanti, Tae Jun akan memikirkan cara supaya dia bisa melindungi anaknya tanpa Angel harus tahu.


Malam yang gelap telah berganti dengan terangnya matahari pagi. Angela tidak berbohong. Dia benar-benar akan pergi, bahkan sejak pagi-pagi buta dia sudah membangunkan kedua orang tuanya karena dia ingin di antar ke bandara. Meskipun masih mengantuk, Jessica dan Tae Jun memenuhi keinginan putri mereka. Angela melambaikan tangannya setelah dia cek in dan hendak masuk dan melakukan pemeriksaan lainnya.


"Anak mu sudah besar Pa!" ucap Jessica sambil memeluk Tae Jun.


Jessica mengelus punggung suaminya. Dia juga merasa sedih untuk ini, tapi apa boleh buat, seorang anak itu hanya titipan. Setelah dia besar, dia akan memiliki kehidupannya sendiri. Jika memikirkan hal ini, tidak adil memang, kita yang membesarkan anak kita, tapi setelah dia dewasa, dia harus pergi menjalani kehidupan barunya. Apa ini sebanding dengan apa yang telah kita lakukan untuk anak-anak kita? tapi jika memikirkan kebahagiaan anak-anak kita, segala lelah dan perasaan memiliki perlahan menghilang. Asal anak-anak kita bahagia, di manapun dia berada kita hanya perlu mendoakan nya dan mendukungnya untuk menjadi pasangan dan juga ibu atau ayah yang baik untuk keluarga kecilnya kelak.


****


Angela akhirnya sampai di airport internasional shanghai. Dia melihat alamat yang pernah di berikan Erick padanya. Seulas senyum terukir indah di bibir tipisnya. Setelah keluar dari airport, dia memesan sebuah taksi dan meminta sopir taksi itu untuk mengantarkannya ke alamat yang tadi sudah dia baca. Kalau kalian bingung kenapa Angela bisa langsung membaca alamatnya, ya, Angela memang bisa bahasa mandarin. Meskipun dia anak manja, itu tidak menjadikannya malas untuk belajar, selain fasih berbahasa Mandarin, dia juga fasih berbahasa Inggris dan Rusia.


"Kita sudah sampai Nona," ucap sopir taksi itu dalam bahasa Mandarin.


"Iya.. Terimakasih Pak," ucap Angela.

__ADS_1


Angela turun lalu menarik kopernya mendekati sebuah rumah mewah dengan pagar yang sangat tinggi. Dia kembali melihat alamatnya. Takut-takut kalau dia salah rumah. Tapi melihat Erick yang memang memiliki bisnis yang cukup besar, Angela yakin kalau dia tidak salah rumah. Ini memang rumah yang ada di dalam alamat yang pernah di berikan Erick padanya.


Setelah membunyikan bel beberapa kali, akhirnya seorang wanita paruh baya muncul dan membukakan gerbang.


"Maaf, Anda siapa Nona? dan ada perlu apa Anda kemari?


Angela membungkuk ramah pada wanita paruh baya itu. "Saya teman nya Erick Hwang , apa dia ada di dalam?" tanya Angela ramah. Dia bingung harus memanggil apa kepada wanita paruh baya yang ada di hadapannya, dia takut salah panggil.


"Tuan Erick sedang tidak ada di rumah Nona, Nona masuk saja dulu! nanti biar saya sampaikan pada Nyonya Hwang."


Angela masuk ke dalam rumah itu mengikuti wanita paruh baya tadi. Sepertinya wanita ini adalah pelayan di rumah Erick. Terlihat dari cara dia memanggil Erick dengan sebutan Tuan.


"Siapa Bi?" tanya Nyonya Hwang...


"Selamat siang Nyonya, saya Angela teman Erick," ucap Angela sambil membungkuk ramah.


"Siapa Ma?" tanya seorang wanita cantik yang datang dari dalam rumah dan berdiri di samping Nyonya Hwang.


Angela mematung. Dia memperhatikan wanita cantik itu dari atas sampai bawah. Wanita ini siapa, setau Angela Erick tidak memiliki saudara perempuan, dia hanya memiliki seorang adik laki-laki. Itupun tidak ada di China karena dia sedang kuliah di Amerika Serikat, lalu wanita ini siapa...


...To Be Continued....


...Hayo jangan lupa like dan komentarnya. Terimakasih karena selalu membaca novel ini. Semoga kalian sehat selalu. Salam sayang dari author rengginang.....

__ADS_1


__ADS_2