
"Kau menyukaiku?" tanya Hera acuh.
Uhukk... Alex tersedak air yang akan di telannya.
"Jangan membuang-buang waktu anda Tuan!" ucap Hera masih dengan mode acuhnya dan terus menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Sepertinya anda salah paham nona Hera, Aku hanya bersikap baik kepada karyawan ku."
"Saya tau anda bukan tipe orang yang akan ramah dan memperhatikan keadaan Karyawan Anda, yang pasti saya sudah mengingatkan. Jika anda lepas kendali itu bukan urusan saya."
Alex kembali menyuapkan makanan ke mulutnya. Dikunyahnya makanan itu , sampai dia bisa menelannya.
"Kau terlalu percaya diri Nona Hera, sudah saya bilang, kamu memang sedang di butuhkan di sini. Oleh sebab itu saya berbuat baik kepada anda. Jika anda salah paham, bukan kah anda sendiri yang berpikir terlalu berlebihan?",Alex berkata sambil memandang Hera yang menurutnya terlalu percaya diri itu.
Hera hanya mengangkat bahunya acuh, berusaha tidak perduli, dan lebih memilih diam .
"Makanan nya sudah habis, bisa kita lanjutkan pembahasan kita yang tadi?" tanya Hera kepada Alex yang sedang menegak air di gelasnya.
"Lanjutkan lah!" Ucapnya sambil menyimpan gelas yang ia pegang ke atas meja.
Beberapa saat kemudian, Hera sudah menyelesaikan semua yang harus di bahasnya dengan Alex.
"Untuk saat ini, itu saja yang bisa saya sampaikan. Jika ada yang ada tidak suka dengan ide saya, atau Anda keberatan silahkan bicarakan!" Hera berucap sambil membereskan dokumen yang ia bawa tadi tanpa menolehkan pandangannya kepada Alex.
"Aku setuju dengan ide-ide yang kamu berikan,. Tapi aku ingin berbicara satu hal denganmu."
Hera memandang Alex menunggu apa yang akan Alex ucapkan selanjutnya.
"Aku dengar kau sekolah di New York, kau juga tinggal lama di sana?", Alex bertanya sambil beranjak dari duduknya.
"Iya. Aku memang lama di sana", Jawab Hera singkat.
"Apa kau tau Jessica Elle jhonson?" Alex bertanya sambil menatap Hera yang kini sedang berdiri di hadapannya.
" Sure , siapa yang gak tau Master Fashion yang melegenda itu Tuan."
"Dia Ibuku"..
"What? Seriously ?" pekik Hera . Dia terkejut lantaran dia sudah lama mengagumi semua karya dari Jessica.
"Ya tentu saja! aku ingin Kau berkonsultasi dengan Ibuku untuk Design musim ini."
"Oke, bukan masalah, bukankah itu lebih baik?".. ucap Hera sambil berlalu pergi meninggalkan Alex.
Namun saat Hera baru memegang kenop pintu Alex kembali bersuara.
"Aku tidak bisa menyuruhnya untuk datang ke perusahaan , Kau saja yang datang temui Ibuku!"
"Bukan masalah untukku," ucap Hera seadanya.
Brakk.. Suara pintu tertutup.
"Benar-Benar gadis yang angkuh," Alex berucap sambil mengeleng gelengkan kepalanya.
*******************
Hera sedang berkutat dengan kertas- kertas di tangannya.. Sudah hampir seminggu dia menggambar design pakaian yang akan di gunakan nya untuk membuat pakaian edisi terbaru.
"Aku harus menemuinya sekarang," gumam Hera seraya keluar dari ruang kantornya.
"Bu Hera," teriak Sara yang melihat Hera hendak keluar dari ruangan tempat mereka bekerja.
Sara berdiri dari kursinya lalu berlari menghampiri Hera.
__ADS_1
"Kak Hera mau kemana ?" bisik Sara yang tidak mau panggilannya untuk Hera di dengar oleh orang lain.
"Aku ingin Menemui Presdir Kim Sara, dan nanti tidak usah menungguku pulang, ada urusan yang harus aku selesaikan di luar."
"Baiklah.. Hati- hati kak.. Kalau ada sesuatu, kabarin aku ya!."
"Hmmmm. "Hera pergi meninggalkan Sara di ruangan tersebut.
**********
"Masuk!" sahut orang yang ada di dalam.
Alex yang sedang sibuk dengan laptopnya tidak menyadari kalo yang datang adalah Hera.
"Ada apa?" ketus Alex.
"Saya ingin bertemu dengan nyonya Jessica jika Anda memperbolehkannya Tuan," suara Hera sukses membuat Alex mengalihkan pandangannya dari layar laptop.
Alex terpaku menatap Hera tanpa menanggapi apa yang Hera katakan.
"Tuan!" panggil Hera Lagi.
"Oh iya... Tentu, Aku akan mengantarmu untuk menemuinya," Ucap Alex gelalapan karena ketauan mandang Hera.
"Haruskah Anda mengantar Saya?"
"Tentu saja, Ibuku sedang ada di rumah, kalau bukan aku yang mengantar mu, mau di antar siapa?" ucap Alex yang sudah berdiri di hadapan Hera.
Hera selangkah mundur menjauhi Alex yang menurutnya terlalu mengikis jarak di antara mereka.
"Ayo!" lanjut Alex mulai berjalan keluar dari ruangannya, Hera hanya bisa mengekori Alex dari belakang. Walau bagai manapun juga, proyek ini sangat penting untuk masa depannya bukan.
"Lex!",sapa Wohyun yang kebetulan ingin menemui Alex.
" Tapi Lex. Kamu harus kasih bonus buat aku bulan ini loh, nyuruh aku lembur sedangkan kamu mau pacaran, gak adil banget," cerocos Wohyun.
"Masalah bonus bisa di bicarakan Wohyun. Dan asal kamu tau, aku masih ada urusan pekerjaan bukan ngurusin urusan pribadi!" ucap Alex berbalik meninggalkan wohyun.
"Jangan sok jamin Bos," teriak wohyun pada Alex.
Hera yang mendengar itu tidak mau menanggapinya sama sekali. Menurutnya, interaksi antara Alex dan Wohyun ini terlalu aneh dan absrud.
"Masuklah!" titah Alex ketika dia sudah berada di dalam mobil di depan perusahaannya.
Hera membuka pintu mobil itu, kemudian duduk dan memakai sabuk pengaman.
wushhhhh... Mobil mercedes milik Alex melesat pergi menjauhi gedung Estate.
Hening... Sepanjang perjalanan tidak ada yang mau membuka suara.. Apalagi Hera, dia hanya fokus melihat ke arah depan di mana banyak sekali mobil yang berlalu lalang.
Namun tiba-tiba.
Ckiittttt...
Alex menginjak rem mendadak.
Tangan yang satu ia gunakan untuk memegang setir, dan yang satunya ia gunakan untuk menahan dada Hera supaya Hera tidak terpentok dashboard mobil.
"Kamu gak papa?" tanya Alex sambil memandang Hera.
"Aku gak papa."
__ADS_1
"Syukurlah," ucap Alex yang kembali melajukan mobilnya.
" Orang- orang memang kadang suka nyetir sembarangan.. Gak mikirin kendaraan lain yang mungkin bisa celaka karna ulah mereka."
Hera yang sedang memandang ke luar kaca mobil, hanya diam tanpa mau menanggapi ucapan Alex.
Mobil berhenti di depan rumah mewah bak istana dalam dongeng.. Beberapa pelayan di rumah itu sudah bersiap untuk menyambut tuan muda mereka.
Alex yang melihat Hera hanya berdiri di samling mobilnya lantas menarik tangan Hera untuk segera masuk ke rumahnya.
"Selamat datang Tuan muda, Nona." ucap para pelayan sambil membungkukkan badan mereka.
" Di mana mama Pak Jang?" tanya Alex pada kepala pelayan di rumahnya.
"Nyonya ada di kamarnya Tuan muda," ucap p
pak Jang.
" Tolong panggilkan mama pak!, bilang kalau hari ini mama ada tamu. Dan ya, tolong suruh pelayan untuk membuatkan minuman untuk Nona Hera!"
" Baik Tuan," ucap pak Jang.
Tok
Tok.
Tok..
"Ada apa?" seru Jessica dari dalam kamar.
"Itu Nyonya, Tuan Alex menyuruh saya untuk mengatakan kalau nyonya kedatang tamu, Tuan muda dan Nona Hera menunggu anda di bawah," jelas pak Jang.
Cklekkkk
Jessica membuka pintu dengan wajah sumringahnya.
"Nona Hera Pak? cantik tidak? cocok buat jadi Nona muda di rumah ini kan?" tanya Jessica bertubi tubi.
"Sangat cantik Nyonya," ucap pak Jang yang sudah tau kalau nyonyanya ini memang sudah menginginkan seorang menantu.
Jessica buru-buru merapikan pakaian dan rambutnya.
"Gimana Pak Jang, udah rapih belum?"
"Sudah Nyonya."
Jessica buru-buru turun dari tangga, menghampiri Alex dan seorang perempuan cantik di ruang tamu.
"Halo," sapa Jessica mengulurkan tangan kepada Hera yang sudah berdiri di hadapannya.
"Halo Nyonya, Saya Hera," terang Hera sopan.
"Iya saya tau, nama yang cantik sama cantiknya kayak orangnya," puji Jessica kepada Hera, Jessica terlihat kagum menatap Hera yang hanya tersenyum menanggapi ucapannya.
Alex yang melihat tingkah mamanya hanya bisa melihat dan memperhatikan interaksi antara dua perempuan yang ada di hadapannya.
"Begini Nyonya- Kalimat Hera terhenti karna Jessica menyelanya.
"Jangan panggil nyonya! panggil aja Mama, sekarang mungkin belum terbiasa. Tapi lama-lama juga pasti terbiasa kok," ucap Jessica dengan wajah berbinarnya, sesekali dia mengusap bahu Hera dan menuntun Hera untuk duduk .
Hera mengerutkan keningnya, menatap Alex yang duduk di Hadapannya.
Sementara Alex hanya memijat pelipisnya sambil memejamkan mata. Mamanya benar-benar keterlaluan menurut Alex.
__ADS_1
To Be Continue...
Hai para reader.. jangan lupa like, komen , hadiah sama vote nya ya.. dukungan dari kalian sangat berarti untuk author... thank u buat kalian.. 😘😘 jangan lupa favoritkan ya.. supaya kalian gak ketinggalan kalo author update bab selanjutnya...