The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Almost and Ehh... Hotel?


__ADS_3

Waduh, kok Rey masih bisa dikenali saja oleh Yin, padahal sudah pakai seragam ksatria hitam-emas-merah keren dan kacamata hitam begini? Yah, namanya juga bestie, apalagi sosok Rey paling putih bersih bin kinclong, beda dari cowok-cowok lainnya di seluruh Evertonia.


Rey buru-buru menarik Yin yang memergokinya lebih dekat, mereka berondok bareng di semak-semak.


"Mau apa sih Bro Rey, sampai pake segala seragam ksatria ini, terus diam-diam ngintipin rumah sendiri..."


Ssshhh.... Rey memberi kode agar Yin berhenti nyerocos dan jangan berisik.


"Misi rahasia, Bro! Duh, kok cewek itu masih menuju kemari sih..." bisiknya sambil memantau situasi.


"Yuk, kita berkumpul aja sama-sama sesama ksatria di dekat sana.." Yin mulai mengerti.


Perlahan-lahan keduanya yang sama-sama berkostum hitam-hitam bergerak keluar dan menyatu dengan sekumpulan cowok lain yang sedang berkumpul bareng di pelataran.

__ADS_1


"Tadi sumber kilatan cahaya itu dari sekitar sini, apa sih? Tak mungkin ada petir atau kilat di hari cerah begini kan..." Putri Xiao Jie yang penasaran itu makin mendekat.


Rey dan Yin sedikit mengintip dari balik kerumunan sambil mendengar semua monolog Putri Xiao Jie dalam diam.


"Oh, hanya ada sekumpulan ksatria berbaju hitam. Keren-keren dan gagah sih, seragamnya juga mirip seragam pangeran, tapi tak ada yang semenarik Reinhard-ku!" Putri Xiao Jie hanya melirik sekilas, tak berhasil menemukan sumber kilatan cahaya tadi. Akhirnya ia berlalu masuk kembali ke dalam istana.


"Siapa itu tadi? Kok mirip banget sih sama Joy? Cuma saja dandanannya dan busananya ebuset, cheongsam Everiental yang bikin mata melek seger..." celoteh Yin setelah ia dan Rey keluar dari kerumunan para ksatria berseragam.


"Itu lho. Cewek yang diutus ayahku untuk memisahkan aku dan Joy, seperti berita heboh belakangan ini."


"Makanya aku kembali ke sini diam-diam untuk memulihkannya. Eh, kalian berdua, Yin Yang, mau ya bantu aku memata-matai ayah, bilang padaku di nomor ponselku yang baru ini." Rey memberikan nomornya.


"Tentu saja, Bro! Pokoknya kami berdua dan Putri Agnez akan selalu berada di sisimu. Dan nanti bila keadaan sudah normal kembali, kami main ke rumahmu bertemu Mav kecil. Iri banget Bro, kami berdua masih jones!"

__ADS_1


"Beres, nanti datang saja, tapi tunggu masalah selesai ya!"


Rey lalu berpisah dari Yin. Saatnya untuk kembali ke Evertonia.


Sementara itu Joy makin asyik menjadi Rey jadi-jadian versi dirinya sendiri yang semakin seksi saja di mata Xiao Jie. Tentu saja hanya dalam chat, dimana segala sesuatu bisa terjadi dan juga serba tak pasti. Herannya, masih ada saja cewek-cowok berani jadian. Pedekate online sebenarnya sah-sah aja sih, tapi jadian apalagi nakal-nakalan? Kata nenek itu berbahaya, seperti beli kucing dalam karung.


Tapi Xiao Jie tahu benar itu nomor Rey, lagipula 'Rey' kerap mengirimkannya foto keseharian seolah-olah sedang selfie manis untuknya, padahal itu Joy, yang mengirimkan foto lama Rey untuk dirinya sendiri.


Senyuman manis dari bibir Rey yang lembut, selalu membuat cewek manapun jatuh hati. Sang Pangeran memang imut, tapi masih cowok sekali.


Chat teranyar Xiao Jie masuk.


"Rey, aku segera kembali ke Evernesia! Kita ketemuan di hotel yuk!"

__ADS_1


Ehhhh...hotel... ???


__ADS_2