
Oke, mungkin kali ini saja Rey tak mesti memberitahu Joy dahulu, bukan karena tak ingin jujur, hanya karena tak ingin Joy mengamuk lantas melarang. Lagipula, memotret model secara profesional pun masih tergolong oke kan?
Tentu saja saja Joy tentu saja takkan tinggal diam. Saat Elsa sedang ke toilet, diam-diam ia sempat memeriksa ponsel Elsa. Sebagai BFF di kantor, yang kemarin-kemarin masih sering main bareng, Joy sudah tahu password ponsel Elsa. Dan tentu saja Joy segera menemukan chat Elsa dengan Rey.
Sudah kuduga, mereka pasti bertukar nomor di malam itu. Tapi Joy kali ini tak mau berprasangka dulu, tak seperti kemarin-kemarin. Oke, Joy mulai sekarang harus belajar untuk tetap berkepala dingin.
Tak ada isi chat yang mesra sih, tapi kok ada sesuatu yang mereka rencanakan. Apaaa, Elsa mau jadi model glamor di rumah Rey?
Tak bisa dibiarkan begitu saja, tapi Joy tak mau juga langsung menggerebek seperti hansip di tengah malam. Jadi, Sabtu pagi Elsa akan berkunjung ke tempat Rey. Seperti dahulu pernah kulakukan, aku harus ke sana juga. Tentunya diam-diam alias bersembunyi. Mereka tak boleh tahu.
Maka paginya Joy datang ke rumah Rey secara diam-diam, bersembunyi di balik pohon sambil mengawasi setiap orang yang lewat.
Ya, tentu saja, sesuai isi chat janjian mereka, tak lama Elsa muncul, clingak-clinguk di depan rumah Rey, lalu menekan bel pintu, Rey keluar membukakan pintu, lalu mempersilahkan Elsa masuk.
__ADS_1
Hati Joy merasa panas, tapi ia tak ingin buru-buru ke sana. Maka ia duduk menunggu saja di luar sambil terus mengawasi pintu, tak ingin dekat-dekat sebab takut ketahuan.
Sementara itu Rey membawa Elsa ke studio kecilnya, yang belum terlalu lengkap tetapi sudah memiliki layar putih, hijau, dan tentunya beberapa macam lampu studio berikut perlengkapannya.
"Aku dandan cantik dulu ya." Elsa mengeluarkan kotak make-up super besar bak koper MUA profesional.
"Oke." Rey meringis. Syukurlah Joy tak suka dandan. Elsa dari sananya sudah cukup cantik, tapi masih saja merasa kurang, menambahkan semua yang dianggap wanita menor sejagat penting; alis cetar membahana, bulu mata palsu super lentik, blush-on yang memberi kesan pipi tirus, serta tentunya eye shadow dan lipstik super glossy.
Hadehhh, akhirnya Tuan Putri selesai juga dandannya. Rey hampir ketiduran menunggu sambil duduk sendirian di sudut studio, resah menunggu berita dari Joy yang tak kunjung muncul sejak malam pertengkaran mereka.
Ternyata tak begitu mengecewakan. Elsa pandai bergaya dan posenya begitu alami, ia seperti model sungguhan, dan gayanya pun tak semurahan Chelsea. Cukup elegan dan masih termasuk sopan.
"Terima kasih Elsa. Tak perlu bayar aku, ini on the house saja. Sebagai bahan portfolio-ku juga." Rey menyudahi sesi pemotretan mereka, merasa sudah cukup.
__ADS_1
"Lain kali outdoor ya. Eh, terima kasih Rey, ini sangat berarti bagiku. Omong-omong, nanti kalau sudah selesai kau sortir dan edit, kita bertemu lagi, oke?" Elsa mengedipkan setengah mata.
Joy yang masih menunggu di luar dalam aksi pengintipannya, akhirnya melihat Elsa keluar dari rumah Rey. Tampaknya benar ia habis dipotret, karena dandannya sangat menor. Cantik, Joy tak mampu mengingkari. Ia sangat piawai berdandan. Feminin habis.
Jadi, sepertinya sih memang tak ada apa-apa antara Rey dan Elsa. Tapi siapa tahu, salah satu dari mereka menyukai yang lainnya? demikian batin Joy, masih belum bisa mengambil keputusan.
Elsa dalam perjalanan pulangnya di bus, terus menerus membayangkan sesi foto modelnya bersama Rey, Duh, kok merasa begini ya, ini gak boleh, Rey masih milik Joy, tapi aku selalu mendapatkan apapun yang kumau. Apapun.
Bukannya aku tak mau sama pangeran-pangeran lain. Tapi memang susah menemukan seseorang yang betul-betul magnetik. Rey, entah mengapa, berbeda dari semua mantan pacarku dan orang-orang yang menyukaiku. Sikap ramahnya terhadap semua orang justru membuatku gregetan, mengapa bisa baik kepada semua orang tapi hanya begitu cinta kepada Joy? Apa sih istimewanya Joy?
Lalu Iblis di bahu kiri Elsa mulai membuat rencana. Segera lakukan sesuatu, Rey takkan menolakmu. Tak pernah ada pria menolak seseorang seindah dirimu.
Ya, ya. Akan segera kulakukan. Segera.
__ADS_1