The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Sahabat Baru Joy


__ADS_3

"Rey, kau sangat baik mengundangku juga malam ini. Jadi tak enak nih, uh, dengan Putri Zoy," Putri Chelsea pura-pura mengedipkan mata berkali-kali ke arah Joy tanpa memandangnya langsung, dengan nada suara minta maaf yang terlalu dibuat-buat.


"Ingin mengenang masa lalu kita di sekolah saja, serunya kisah teman-teman kita." Rey malah tertawa riang sedikit meledek Joy, seakan berpihak pada lawan Joy sekarang.


Lalu selama setengah jam, Rey malah asyik bernostalgia, bercengkrama dengan tamu cantik keduanya, dan mendiamkan Joy, yang duduk sendirian di ujung meja tanpa ingin nimbrung sepatah katapun. Kelihatan sekali, Chelsea yang menguasai meja Rey malam ini.


"Maaf sekali. Aku permisi dulu, bila Yang Mulia mengizinkan. Aku sudah merasa lelah. Sampai jumpa di babak final besok, Pangeran Rey, Putri Chelsea." Pamit Joy sambil berusaha tersenyum dan mengangguk sopan. "Selamat malam."


"Tung..gu.." Rey berusaha menahannya. Tapi terlambat, Joy sudah pergi.


"Ayolah, Pangeran Rey, yuk lanjutkan obrolan kita," Chelsea tersenyum lebar kesenangan, merasa di atas angin. Dipegangnya erat-erat lengan jas Pangeran Rey.


"Uh. Tadi aku hanya bermaksud mengetes Joy. Ternyata ia masih cemburuan juga denganku. Bagus sih. Tapi sekarang terpaksa aku terjebak dengan cewek membosankan ini." sesal Rey seorang diri dalam hati.


Malam itu Joy putuskan ia lebih baik keluar kamar menghibur dirinya sendiri, berjalan-jalan di taman bunga mawar di bawah sinar bulan purnama.


"Rey sengaja atau apa sih, apakah ia tak tahu rivalku itu tertawa dalam hati kesenangan sementara aku pergi sambil mati-matian berjuang menahan cemburu yang hampir meledak-ledak dalam dadaku?"


"Ada apa Putri Zoy? Kelihatannya kau sedang resah." Suara gadis lain yang hadir di sisinya  membuat Joy kaget.

__ADS_1


"Oh, kau, Putri Agnez. Maaf, aku sedang kesal pada Rey. Kutinggalkan acara kencanku karena Yang Mulia lebih tertarik bercakap-cakap dengan Putri Chelsea."


"Sebelumnya, terima kasih ya, kau baik sekali membelaku soal mawar yang kudapatkan di lomba babak penyisihan tadi siang."


"Tak masalah. Kau sepertinya masih jauh lebih baik daripada Chelsea dan Velove."


"Tentu saja. Aku tak akrab dan tak suka juga pada mereka! Sedari dahulu kami bersekolah, keduanya berusaha mati-matian mendekati Pangeran Rey. Tapi Pangeran Rey yang ramah, tak ingin punya pacar. Ya, Chelsea khususnya, bertepuk sebelah tangan."


"Menarik. Ayo kita duduk di bangku taman dan ceritakan lebih banyak padaku!"


"Tentu saja!"


Malam itu Joy merasa sedikit kesal pada Rey, tapi mendapat teman baru : Putri Agnez. Mereka terus bercerita tentang segala hal hingga menjelang tengah malam. Rasanya jauh lebih baik setelah curhat dengan gadis yang mirip dengan dirinya, paling tidak mood-nya jadi jauh lebih baik menghadapi babak final besok.


"Ya. Kau harus menang, janji yah, untuk membalas perlakuan mereka terhadapku."


"Tentu saja, demi kau dan semua gadis tomboy dan nerd di dunia, akan kubuktikan kita tak kalah menarik dan charming dari cewek-cewek bergaya Berbi seperti mereka berdua."


Bergandengan tangan, mereka menuju lorong istana tempat semua kamar putri peserta menginap, lalu berpisah menuju ruangan masing-masing.

__ADS_1


"Selamat malam. Terima kasih sudah mau dengerin aku." Joy berpamitan pada sahabat baik barunya.


"Malam, tidur yang nyenyak oke?" Agnez juga senang, malam itu didapatnya seorang sahabat baru yang tak berbeda jauh dengannya.


Keesokan harinya babak penentuan, babak final. Mereka bertiga, para finalis, dibangunkan pagi-pagi sekali oleh para petugas pengawas dan disuruh bersiap-siap mandi, sarapan dan masuk ruang rias.


"Seperti pengantin baru saja." keluh Joy yang masih sangat mengantuk.


"Semangat... Hari ini kira-kira apa yang dilombakan oleh Rey? Harus bisa, harus berhasil, harus menang !!!"


Dua putri lainnya yang sedang dirias asyik mengobrol dan tertawa-tawa, seakan-akan sudah pasti menang.


"Kemarin Rey mesra banget. Untunglah banyak kru TV kalau tidak mungkin ia berani mencium dan memelukku." Chelsea mulai bicara keras-keras, sengaja agar Joy mendengar.


"Oh ya? Kau cantik menggoda, sih. Semua cowok juga luluh denganmu, apalagi kau pintar masak, pintar berdansa, dan perayu ulung." Velove berkata menyanjung seolah-olah sedang cari muka, sambil tersenyum menyindir.


"Kalau cuma seorang putri asing dari negara bagian baru yang aneh dan tak terkenal, pasti tak dapat apa-apa di masa pendidikannya, cara berjalan yang baik, sangat kurang. Cara duduk yang sopan santun, table manners, etika, kok sepertinya kurang banget yah. Ah, mungkin sekolahnya sama dengan jelata. Gak seru banget deh kok belajar bareng rakyat biasa. Pasti di gedung reot. Gak ada apa-apanya. Kosong melompong." Chelsea nyinyir lagi dengan sombongnya.


"Uhh, ingin kujambak-jambak saja rambutnya yang dipilin-pilin seperti tali tambang itu, biar jadi habis acak-acakan seperti tambang rusak! Tapi, ah, sudahlah." Joy berusaha sabar. Cool. Tenang. Cuma kata-kata yang diucap orang iri yang tak usah dimasukkan ke hati.

__ADS_1


"Bersiap-siap semua !! Berbaris yang rapi, tubuh tegak, pasang senyum. Kita menuju ballroom." ujar petugas pengawas sambil membuka lebar pintu keluar ruang rias.


Oh, babak final Royal Evertonia Games of Love segera dimulai!


__ADS_2