
Shuai Tian hari itu bekerja di kafe hingga malam, masih sedikit deg-degan dan bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan hari ini. Tapi ternyata belum ada tanda-tanda bila hari itu ia harus memulai aksinya sebagai Pangeran Rey.
Sementara Xiao Jie sehabis menikmati brunch-nya di kafe tadi, masih menghabiskan waktunya pelesiran di mall-mal Everiental, shopping dan nongkie walau sendiri saja, tentunya walaupun beberapa mata atau lebih mengenalinya sebagai penguasa yang kembali ke wilayahnya sendiri, tak ada yang berani mengusiknya atau bahkan minta berfoto dengannya. Bahkan cowok-cowok yang menyukai wajah dan tubuhnya yang semok bin aduhai, mereka sudah keder duluan dan tak berani dekat-dekat dengan Sang Naga Wanita. Karena itulah mungkin Xiao Jie sedikit seret jodoh, sebelum akhirnya ikut audisi mirip Joy dan akhirnya berakhir dalam sangkar emas istana Evertonia!
Ha ha ha, aku tak ingin kemana-mana lagi hari ini, setelah mutar-mutar di mal, pulang ke kost-an sambil menyeruput es kopi dingin dengan whipped cream yang sangat banyak, aku tak takut gemuk!
Duh, cincin yang kusimpan dengan baik itu aman gak ya? Kok jadi merasa gelisahan. Lebih baik buru-buru pulang dan memastikan benda itu tetap aman di tempatnya. Hanya itu senjata andalan rahasiaku agar tidak segera dicari oleh raja, karena bila ia sampai berani bertindak macam-macam, benda ini pun akan jadi taruhannya !!!
__ADS_1
Karena sudah malam, Xiao Jie bergegas pulang sambil menenteng barang-barang bawaannya, segambreng tas belanjaan berisi segala macam yang menandakan bahwa dia Putri alias Sultan Wanita alias cewek tajir yang bukan tandingan cewek toktik yang viral kemarin dulu itu dengan aksennya, terbukti ia bisa menyebut nama Reinhard alias Rey dengan merdu sekali. Bukan jadi Leinhald atau Ley!
Sementara Sang Putri berjalan kembali menuju tempat kost-nya, demikian pula Shuai Tian yang sedang gundah gulana.
Mereka nyaris saja beradu lagi, apabila Shuai Tian tak segera ngeh bila tak melihat cewek yang sedang berjalan terhuyung-huyung dengan banyak shopping bag dan kotak belanjaan berbagai tipe.
Buru-buru Shuai Tian berlindung di balik sebatang pohon di halaman rumah kost, sambil buru-buru mengenakan kacamata hitamnya just in case. Lalu diintipnya kemana Xiao Jie pergi.
__ADS_1
Lho, kok dia menuju ke rumah kost yang sama denganku? Jangan-jangan...
Pemuda kembaran Rey tak sedarah itu mengawasi ke arah mana Xiao Jie pergi. Dan betapa terkejutnya Shuai Tien ketika ternyata Sang Naga Wanita membuka pintu kamar yang tepat berada di sebelah kamarnya!
Alamakjang !!! Ternyata tetangga baruku selama beberapa hari ini adalah Xiao Jie !!! Tak perlu susah-payah mencari, target Pangeran Rey dan Putri Joy ada di sini, di sebelahku sendiri!
Sedikit senang tapi lebih banyak porsi banyak takut dan cemas, Shuai Tian menunggu agak lama di luar untuk memastikan Xiao Jie tak keluar-keluar lagi.
__ADS_1
Duh, harus segera memberitahu Pangeran Rey nih, bagaimana caranya bisa berpura-pura bertemu dengan Xiao Jie saat menyamar nanti? Dan kemana aku mesti kabur bila tujuan operasi dan tempat berlindung alias markasku berada tepat di sebelah alias di depan mataku sendiri?