The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Ingin Berterus Terang, Tapi 'Ku Menangis Membayangkan...


__ADS_3

Rasanya nyesek gak karuan ketika Xiao Jie langsung berasumsi bila Shuai Tian-lah yang kemarin sempat masuk ke sini, apalagi bila sempat mencium bibirnya walau cuma butterfly kisses alias cium-ciuman kecil alias sayang-sayangan ala bocah di film-film atau foto kalender retro anak-anak kecil pacar-pacaran.


Lagian, kok bisa 'sih? Dan juga apakah ia sebenarnya bukan koki betulan melainkan mata-mata kiriman Pangeran Reinhard yang sengaja nge-kost tepat di samping tempat kost dan sedari dulu mengawasiku? - demikian batin galau Xiao Jie yang kesal, sebal sekaligus ingin membalas. Udah diajak kencan olehku lagi! Duhhh, bodohnya diriku ini, mau saja dipermainkan laki-laki !!! Naga Wanita gitu lho !!!


Tetangganya itu sebetulnya gak susah-susah amat dibalas. Bila ia cukup kejam dan tegaan, dideportasi saja ke Evernorth Pole atau South Pole, dan tak usah diperdulikan lagi. Bodoh amat masakannya enak selangit dan juga tampang samaan atau 99 persen mirip Reinhard!


Jahat kamu Shuai Tian, jahaaaaaat !!! -demikian maki Xiao Jie sambil nangis  tersedu-sedu alias menggerung-gerung seperti sedan dipanaskan atau ambulans lewat.

__ADS_1


Hancur hatiku, hatiku hancur, hancur hatiku... (seperti lagu yang viral beberapa tahun silam). Aduh, aku sedih sekali. Mungkin besok aku pergi saja dari sini pulang ke istana menyerahkan diri, meneruskan karirku sebagai istri pajangan. Paling tidak di istana aku dapat fasilitas dikipasi dayang-dayang, pesta kebun minum teh tiap sore, pesta dansa tiap bulan dan juga digandeng-gandeng Raja Friedrich walau cuma demi resmi-resmian aja!


Tapi aku yakin Shuai Tian sebenarnya gak jahat. Ia mungkin bekerjasama dengan Rey. Jadi gak bisa terlalu menyalahkan Shuai Tian juga.


Xiao Jie ingin segera ke sebelah, mengetuk pintu, berharap Shuai Tian segera keluar secara gentleman dan bisa menjelaskan semuanya. Tapi di sisi lain, gengsinya sebagai Naga Wanita dan juga bangsawati putri penguasa menghalanginya. Kok bangsawati alias seorang putri merangkak datang ke rakyatku sendiri dan menuntut permintaan maaf! Enggak sudi lah yauuu !!


Maka Shuai Tian memberanikan diri, walau hobi masak tetap saja ia seorang lelaki sejati, dan kali ini ia sudah berusaha semaksimal mungkin menunjukkan itikad baik.

__ADS_1


Tok tok tok. "Putri Xiao Jie, saya tetangga Anda, Shuai Tian." ia mengetuk pintu sebelah satu kali, dua kali. "Saya ingin berbicara penting sekali dengan Anda."


Xiao Jie terkesiap. "Shuai Tian?" Aduh. Dia datang. Dia tahu tempatku! Berarti betul itu dia, yang kemarin kemari dan mengambil cincin sambil menyamar menjadi Reinhard. Pacaran, makan, nonton, ciuman segala lagi! Sungguh memalukan, untung pembaca masih banyak yang di bawah 18 tahun jadi tak ada lanjutan adegan plus plus seperti biasanya terjadi di lapak hiburan sebelah!


Tapi lagi-lagi rasa gengsi, kesal, sebal dan marah masih menghalanginya. Gak sudi banget deh, bukain pintu untuk cowok penipu!


Lama Shuai Tian memanggil, mengetuk dan menunggu dengan sabar. Malah sampai merosot dan duduk bersandar segala seperti di adegan-adegan film dan novel mainstream. Duh, naga-naganya sudah ketahuan 'nih! 'Ku hanya bisa menangis membayangkan seumur hidup diikat cinta dadakan yang tak terbalaskan...

__ADS_1


__ADS_2