
Pagi itu Joy terbangun setelah alarm ponsel berbunyi tepat pukul empat, sedikit mengantuk karena kurang tidur namun sangat excited karena hari ini adalah hari pernikahannya dengan Rey.
Segalanya begitu mendadak kemarin dan ia sudah tak sabar lagi, apalagi Mama sudah merestui. Sebelum beliau kembali berubah pikiran: "Kok gak berkarir sepuasnya dulu, Joy?" sebaiknya Joy buru-buru nikah. Toh Mr. Bee memberi cuti tak terbatas dan Rey masih mengizinkannya bekerja.
Mama Joy juga bangun dan mereka berdua mandi dan bersiap-siap untuk dijemput oleh tim rahasia yang sudah dijadwalkan untuk menjemput mereka pada pukul lima. Tim itu bertugas mengantarkan keduanya menuju tempat Joy akan dirias. Sengaja pagi-pagi karena mereka tak ingin rencana ini sampai bocor dan tercium orang-orang; fans Rey-Joy dan tentunya mata-mata Evertonia.
Sebuah van berkaca film gelap datang menjemput Joy dan Mama. Di dalamnya beberapa orang penata rias dan penjaga tampak siaga. "Selamat pagi, kami adalah tim yang bertugas merias Nona Joy dan juga Mama Joy setibanya di tempat pemberkatan dan resepsi nanti. Kami harap Anda tak keberatan bila penjemputan ini dilakukan secara rahasia. Kita tak ingin sampai ada pihak tak diinginkan sampai tahu tentang pernikahan ini, demikian amanat Pangeran Rey."
Sepanjang perjalanan Joy merasa sedikit tegang, senang dan juga khawatir, betulkah hari ini ia akan menjadi istri Rey? Bahkan ia dan mamanya tak membawa apa-apa, sebab kata Rey semua sudah disediakan.
Tim yang membawa mereka pun tampak sangat waspada dan mengemudikan van dengan hati-hati, tak mau terlalu ngebut dan juga selalu memastikan tak ada kendaraan lain yang mengikuti mereka.
"Mama, Joy senang tapi kok tegang ya. Kita mau kemana sih?"
"Kurasa Rey memang tak ingin pernikahan ini bocor sebab akan sangat berbahaya apabila ayahnya sampai tahu dan kemudian mengacaukan rencana ini."
__ADS_1
Setelah melalui banyak jalan sepi karena hari masih pagi, akhirnya mereka tiba dengan selamat di depan sebuah dermaga. Ternyata mereka parkir di tepi pantai Evernesia tepat pada saat fajar merekah. Matahari yang indah mulai terbit dari balik selimut awan putih.
"Kita telah tiba dengan selamat. Ayo naik kapal yang sudah menunggu, kita berangkat ke pulau, di sana sudah menunggu Pangeran Rey."
Joy dan Mamanya segera naik ke sebuah kapal pesiar pribadi yang sudah disediakan. Semuanya tampak santai walaupun suasana tegang belum berakhir.
"Yin !!! Yang !!!" Joy segera mengenali dua sosok ksatria yang berdiri di anjungan. Mereka berseragam putih emas ala Evertonia, tampak gagah dan bersemangat.
"Hai, Nona Joy. Kami hadir secara khusus untuk mengawal jalannya pernikahan kalian!" duo itu menyambut dengan ramah dan hormat. "Mama Joy, kami sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan Anda lagi! Sebentar lagi Anda akan menjadi bagian dari Keluarga Evertonia, walaupun masih rahasia."
"Kami sih masih jomblo ngenes, tapi terima kasih untuk doanya, Mama Joy! Ada satu kejutan lagi, lihat!"
Joy menoleh. Dan menemukan BFF-nya Putri Agnez muncul dari dalam kabin.
"Haiiii, Agnez !!! Akhirnya kita bertemu lagi !!!" Joy menyambut BFF Putri Agnez yang sudah berdandan cantik. Keduanya berpelukan dan bersorak.
__ADS_1
"Ya, tadinya aku cemas saat sosok Ibu Rey terungkap tapi ternyata ia dan Rey bisa bersatu lagi. Sayangnya ayah Rey belum setuju. Sudahlah, nanti saja kita bahas bagaimana pemecahannya." Agnez memeluk erat Joy. "Sahabatku akhirnya akan menikah... Uhhh aku sudah tak sabar juga ingin menikah."
Kapal pesiar itu perlahan mulai berlayar membelah laut biru yang tenang, sementara langit semakin cerah dan burung-burung camar terbang rendah seakan mengiringi. kira-kira kemana mereka akan pergi?
"Pulau Misterius di Tengah Lautan Evernesia, kami datang !!!" Yin berseru sambil bergaya seperti Bajak Laut.
"Semoga di sana tak ada sambutan tombak dari Suku Zentinel Utara ya," canda Yang.
"Uhhh, diam ah Yang, gak lucu..!!!" rutuk Agnez.
Perjalanan itu makan waktu hingga dua jam. Dari kejauhan, mulai tampak sebuah titik hijau dikelilingi lingkaran putih. Sebuah pulau tanpa bangunan, hanya pasir putih dan pepohonan rimbun hijau. Sebuah tenda besar dan beberapa tenda lainnya telah didirikan seolah-olah akan ada kamp rahasia tetapi sangat istimewa.
"Sukses dan sampai dengan selamat !!! Kita sudah tiba !!! Pulau Cinta Rey dan Joy, kami datang mengantarkan calon mempelai!" seru duo Yin Yang dan Agnez sambil mengepalkan tangan tinggi-tinggi ke atas. Tapi Joy masih asyik sendiri melamunkan nasibnya...
Uhhh, Rey, hari ini, sebentar lagi kau akan bertemu denganku di sini sebagai calon suamiku..
__ADS_1
Haaah... suamiii ??