The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
"Kau adalah Yang Terindah!"


__ADS_3

"Ayah...." Rey memandang geram pada Raja yang tersenyum kecut saat Joy mendadak pergi meninggalkan arena pertarungan kata-kata antara Raja dan Pangeran Evertonia yang sangat bertolak belakang itu.


"Ayah melukai perasaan wanita yang kucintai, yang kini sebenarnya telah menjadi putri Ayah sendiri. Aku menikahinya di Evernesia karena ingin menghindari undang-undang karatan yang tak melegalkan pernikahan royal dengan jelata di tanah air kita sendiri. Jadi di negeri Joy, semua yang kami lakukan adalah legal dan resmi, baik di mata hukum Evertonia maupun di mata Tuhan. Mengapa kami memilih pulau terpencil? Karena di dunia ini terlalu banyak orang yang ingin mencampuri urusan orang lain. Bukan hanya para jelata seperti penggemar-penggemar kami. Sayangnya, orang-orang berdarah biru yang terhormat pun ingin tahu semuanya yang sebenarnya telah masuk ranah pribadi setiap orang."


"Ha ha ha ha. Kuakui dulu aku bodoh, menikahi ibumu di sini. Aku kalah dalam hal itu, dan sportif saja, kau menang dalam hal ini. Menang banyak." Raja Friedrich tetap berkeras hati, "Tapi bagaimanapun, Bunga Matahari adalah Bunga Matahari, dan takkan pernah berubah menjadi Mawar! Anak Bebek yang jelek selamanya akan menjadi Bebek yang Buruk Rupa dan takkan pernah bisa menjadi Angsa!"


Rey sudah tak tahan lagi. "Ayah, yang tahu Joy itu jelek atau tidak hanya aku. Hanya aku yang merasakan dan mengalami baik buruknya memiliki pasangan yang baik secara fisik maupun tidak. Jangan pernah merisak seseorang hanya karena penampilan, karena pernikahan bukan hanya untuk memperbaiki keturunan! Aku memilih Joy yang biasa-biasa saja bukan karena ia "Bunga Matahari". Karena hatinya lebih indah dari Mawar manapun yang tumbuh di negeri ini!"

__ADS_1


Dengan kata-katanya, Rey segera undur diri dari hadapan Raja dan bergegas menyusul ke arah Joy pergi. Semua hadirin mengamati dengan penuh keprihatinan, berharap agar Putri Joy kembali ditemukan.


Joy tak pergi jauh. Ia hanya duduk seorang diri di pinggir danau dan kebun mawar. Duduk sambil menatap bunga-bunga dan rumput, memandang angsa-angsa putih yang sedang bercengkrama di permukaan air.


"Aku si Bunga Matahari. Tak ada di kebun ini, Aku bukan Mawar Evertonia. Aku sungguh buruk rupa dan biasa-biasa saja, tak peduli seberapa aku mencoba mengangkat status. Mengapa dulu aku tak menolak Rey saja? Seandainya hari itu aku tak online, aku takkan pernah berjumpa dengannya."


"Rey? Uhh, aku...." Joy menengadah, malu, dan kemudian menunduk lagi. Suaminya hari itu tampak sangat gagah sekaligus sangat manis menawan. Rey dalam balutan warna apa saja selalu cocok, putih-emas, merah, hitam, ia sungguh bersinar. Tapi Joy justru merasa minder.

__ADS_1


"Aku memang tak pantas berada di sini. Mawa-mawar ini lebih cocok untukmu. Ayahmu benar."


Rey ikut duduk di sebelah Joy. "Bunga Matahari mengeluh lagi. Dengar, kau memang bukan Mawar. Tapi, coba lihat. Siapa yang mekar dengan agungnya menghadap mentari setiap pagi? Siapa yang jika tiba waktu panennya akan menghasilkan banyak biji, yang tak hanya bergizi tinggi tapi juga bisa menghasilkan banyak Bunga Matahari baru? Siapa yang bila begitu banyak berkumpul, memberi pemandangan unik menyegarkan mata di bawah langit biru? Bunga Matahari juga tak kalah istimewa. Ia mekar besar bersinar, begitu kokoh dan kuat, walaupun tak merah meriah." Rey mengangkat dagu Joy.


"Bunga Mataharikah, Bebek jelekkah? Tak masalah. Setelah menikah denganku, kau adalah Angsa, tak lagi Bebek. Sebab hanya aku yang tahu semua tentangmu, aku yang melihat luar-dalammu. Dunia tak perlu tahu, cukup suamimu saja yang tahu semua kepahitan dan kemanisanmu. Sekarang, ayo kita hadapi dunia bersama-sama. Aku di sampingmu, dan kita bisa menghadapi apa saja."


Rey....

__ADS_1


"Kau adalah yang terindah. Camkan itu."


__ADS_2