The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Season 5: Raja Dadakan!


__ADS_3

"Hah, apa-apaan ini?"


Rey von Evertonia  tiba-tiba saja menemukan dirinya ada di atas tahta. Dikuceknya kedua mata sipitnya. Apakah ia hanya bermimpi? Entahlah. Sepertinya ia belum setuju untuk comeback ala artis-artis Khoreya. Kemarin-kemarin ia masih bekerja dengan tenang dan nyaman di studio foto mini di Everkarta, masih berada di sisi Joy bersama kedua bocah mereka Maverick dan Harvey. Lho, kok sekarang ia tiba-tiba duduk (atau nangkring) di atas tahta empuk ayahnya ini? Mimpi buruk atau mimpi indah, 'sih?


Beberapa hari silam, datang kabar dadakan dari ayahnya. Sang Raja Friedrich dan Ratu Mayvelina yang belum lama ini menikah (kembali) tetiba membawa berita terheboh sedunia. Sempat mengira jika ibunya segera akan punya bayi lagi, keluarga Rey-Joy sempat panik bin histeris. Ternyata bukan itu! Sama sekali tak ada hubungannya dengan kehamilan Mayvelina, apalagi Sang Ibu sudah lumayan berumur. Ia tidak berminat lagi untuk hamil adik Rey, satu saja sudah cukup! "Sungguh tidak lucu membayangkan akan punya bayi di usia segini, seperti selebriti-selebriti di televisi aja!" demikian May pernah merajuk saat Sang Raja menggodanya dengan ide mau punya anak lagi! Ternyata...


"Bulan madu?" Rey sekeluarga akhirnya tiba di Evertonia. Sang Raja yang menyambut keluarga putranya dengan ramah (tentu saja!) tak bisa berkutik saat Sang Pangeran menanyakan maksud undangan kedatangan mereka.


"Ya, Anakku!" Kelihatan berbeda dari Sang Raja yang dulu-dulu, ayah Rey tampak jauh lebih bahagia setelah menyelesaikan semua perseteruan mereka sebelumnya. "Karena aku dan ibumu selama dua puluhan tahun belakangan ini berpisah, kami sudah kehilangan banyak waktu berharga! Jadi kami bermaksud menebusnya dengan sedikit berwisata, lebih tepatnya berbulan madu!"


Rey dan Joy tersenyum, mereka sudah dua kali berbulan madu ke pulau terpencil saat menikah dan juga sebelum kelahiran Si Bungsu. Membayangkan ayah dan ibu mereka akan begitu juga, Rey semula menyangka, 'Oh, tentu saja hanya seminggu seperti kami! Apalagi ayahku seorang raja yang super sibuk!'

__ADS_1


Di luar dugaan, Sang Raja malah melanjutkan dengan santainya, "Karena itu, Rey, kami berdua bermaksud untuk minta tolong kepadamu, kepada Joy dan cucu-cucu kami yang begitu cerdas dan lucu, kali ini saja..."


"Apa itu, Ayah?"


"Jadilah raja menggantikan Ayah, Rey. Jangan menolak!"


"Berapa lama?"


"Berapa lama?" Friedrich berpikir, "Bagaimana jika sebulan atau dua?"


"Oh, tentu saja tidak, Anakku! Mereka boleh tinggal bersamamu di sini, mumpung masih libur panjang kenaikan kelas! Ini adalah palace sweet palace. Semua fasilitas sudah Ayah sediakan, kalian tinggal menggunakannya sesuka hati! Tentu saja, sekretarismu sudah menunggu! Siapa lagi jika bukan Putri Agnez! Juga tentu saja ada sahabat lamamu Yin dan Yang! Mereka bertiga akan mendampingimu menjalankan roda pemerintahan. Rakyat Evertonia juga pasti akan sangat gembira, dari dulu mereka sangat mengidamkan dirimu!"

__ADS_1


"Agnez! Sahabatku, asyik!" Joy turut senang mendengarnya. Putri Agnez adalah sahabat lamanya, tentu saja ia sangat setuju. Buru-buru didesaknya Rey agar mau menerima penawaran Sang Ayah sebelum Sang Pangeran berubah pikiran lagi. "Ayolah, Sayang. Hanya sebulan saja, tak ada salahnya mencoba. Bukannya aku ingin tinggal di istana, tetapi anggap saja kita berlibur..."


Dan puffff, tiba-tiba saja Rey sudah berada di sini. Bukan di studio atau kantor, melainkan di tempat tertinggi dan terempuk yang sedari dulu ia tak ingin duduki untuk seumur hidupnya. Tahta Kerajaan Evertonia! Sedari dulu ia paling ogah duduk di sini, walau tak selalu harus nangkring di atasnya. Rey terkenang pada beberapa momen. "Aku tak pernah ingin lahir di dalam keluarga berdarah biru dan minta kedudukan sebagai raja! Kuliah, lulus, belajar fotografi dan komputer seperti rakyat Ever pada umumnya adalah cita-citaku! Jadi, maaf saja. Monarki ini tak selalu harus ada, bukan? Ayah bisa memulai sistem pemerintahan baru, demokrasi."


Bertahun-tahun lamanya sedari muda Rey berdebat kusir dengan Friedrich soal demokrasi, kebebasan dari monarki serta topik berat lainnya. Ia tidak suka, tapi terpaksa! "Tetapi Rey, khusus kali ini saja! Jika bukan dirimu, siapa lagi?" sekali lagi ayahnya membujuk setelah Joy kelihatannya memberi sinyal persetujuan, "Ibumu belum pernah Ayah ajak kemana-mana selagi kami bersama dulu. Sudah saatnya ia berbahagia! Kau sayang ibumu, bukan?"


Kembali ke masa kini. "Uhh, baiklah, aku menyerah! Sekarang apa yang harus kulakukan? Ayah dan Ibu sudah berangkat berbulan madu. Pagi ini hari pertama menjadi raja. Tak hanya ingin berdiam diri, seharusnya kumulai tugas kenegaraan hari ini. Belum ada jadwal, 'sih." Rey masih menimbang-nimbang apa yang akan ia lakukan.


Tetiba Maverick dan Harvey muncul di ruang tahta. Keduanya tampan dan keren berseragam pangeran, sama seperti saat Rey masih kecil. Hanya saja pangeran-pangeran cilik ini belum bisa sepenuhnya mengikuti etika istana. Harvey menangis geru-geru, "Ayaaah, Kak Mav nakal menggodaku! Ia mengambil bagianku, dua kue cupcake!" Sementara Mav malah tertawa-tawa, "Harvey sudah makan banyak sekali dari meja dapur istana, jadi kuambil saja bagiannya! Makanan di sini banyak sekali, bagi aku satu dua kue saja kok pelit, Dik?"


Rey hanya bisa menggelengkan kepala. Joy masih berada bersama sobat lamanya Putri Agnez, melepas kangen ngobrol sambil jalan-jalan sejenak di sekeliling istana. Memang sedari dulu Joy aktif menjaga kedua putra mereka, hanya saja di istana ini keluarga bahagia itu belum lagi terbiasa dengan suasana istana. "Mav, Harvey, kumohon, kalian sedikit lebih tertib dan tenang!" Rey berusaha untuk tegas, "Kita adalah keluarga raja Evertonia! Di sini berbeda dengan di rumah! Ayo, behave! Jika tidak, kalian akan Ayah kirim pulang ke Evernesia!"

__ADS_1


"Ba-ba-baik, Ayah!" Kedua pangeran cilik itu tampak segan, "Maafkan, kami hanya sedang bosan!"


Setelah kedua anaknya keluar, Rey dalam kesendirian berpikir sejenak mengenai beberapa rencananya bagi keluarga. "Kurasa sudah saatnya mencari penjaga sementara bagi anak-anakku. Joy dan Agnez besok akan mendampingiku melakukan tugas! Baiklah, siapa kira-kira yang bisa diberi tanggung jawab ini?"


__ADS_2