The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Naga-naganya, Naga akan Ngamuk Besar...


__ADS_3

Rey-rey-an segera membereskan semua seapik mungkin dan menyimpan barang yang dicari serapi mungkin sehingga takkan terjatuh, lalu dalam bingungnya ia memutuskan untuk pergi saja secara diam-diam dari kamar kost Xiao Jie. Lalu langsung berangkat ke seberang untuk mengembalikan cincin pernikahan Raja Friedrich dan ibu Rey ke tangan Sang Pangeran Asli dan istrinya Joy yang masih betah menunggu di semak-semak.


"Duh, deg-degan serrr... Tapi Pangeran Rey, misi berhasil!" ucap Shuai Tian dengan lega, menyerahkan benda penting itu kembali dengan aman dan selamat kepada si pangeran sungguhan.


"Yes !!!" sorak Rey sungguhan dengan seringai gembira dan smize yang begitu khas.


"Tunggu dulu, Pangeran! Aku ingin ganti baju dulu!"


"Silahkan, Shuai Tian!"


Ia buru-buru kembali ke kost-an sendiri. Setelah membuka semua kostumnya dan mengenakan kembali seragam koki-pelayan kafe, ia jauh merasa lebih lega. Yang penting tugas dan misi terselesaikan!

__ADS_1


"Bagus sekali!" Rey dan Joy berkali-kali menepuk bahu Shuai Tian. "Kami sangat terbantu karenamu, dan mulai sekarang kau bekerja lagi seperti biasa, dan tentu saja rahasiamu aman bersama kami, jangan khawatir. Sebagai imbalan, bila kau membutuhkan sesuatu, jangan sungkan-sungkan untuk memberitahukan kepada kami!" ungkap Rey.


"Ah, Pangeran, aku tak menginginkan apa-apa. Aku sudah sangat senang dan puas bisa membantu Pangeran!" balas Shuai Tian dengan bangga sekaligus sedikit merona mengingat sempat berciuman dengan Xiao Jie.


Sebenarnya kasihan juga, Xiao Jie juga mengasyikkan jika dijadikan pacar. Ups, kok aku tiba-tiba berpikiran ke arah itu! - Shuai Tian menggaruk-garuk kepalanya walau tidak gatal.


"Nah, saatnya kita simpan cincin orangtuaku ini baik-baik dan kembali berwisata hari ini sebelum kita kembalikan besok ke istana. Shuai Tian, kau bekerja seperti biasa dan hubungi kami bila kau memerlukan sesuatu ya! Kita mulai sekarang adalah rekan dan teman juga saudara kembar tak sedarah!" Rey sekali lagi menepuk bahu Shuai Tian.


"Eh, tunggu! Bagaimana bila kalian berfoto, walau Shuai Tian sudah kembali jadi koki? Mari aku fotoin !!!"


Dasar cowok-cowok manis, keduanya begitu mirip seperti kue sus yang baru keluar dari oven, atau puding yang baru keluar dari cetakan! Beda bungkus saja, tapi rupa sangat mirip! Pantas wanita sekelas Xiao Jie bisa tertipu!

__ADS_1


Sementara itu, Xiao Jie memanggil-manggil pacar baru alias CLBK-nya yang tadi masih asyik menonton televisi sambil makan berondong jagung.


"Reinhard, omong-omong, kamu menginap di mana? Malam ini nanti kita kencan alias first date yuk?" dengan riang ia kembali ke depan...


Hanya untuk menemui televisi yang masih menyala dan sofa doang dengan tempat berondong jagung yang hampir kosong melompong!


"Reinhard, Rey, jangan main petak umpet! Gak lucu!" naga Xiao Jie mulai keluar, rasa curiganya mulai tumbuh!


Nanar ia menatap sekeliling. Ternyata tak ada siapa-siapa di sana, bahkan di depan pintu kamar. Semua bukti kehadiran Rey hilang tanpa jejak, kecuali sisa minuman dan makanan di meja.


Panik, segera diperiksanya seisi kamar kost dan segera ia terpikir tentang cincin curiannya yang ia simpan. Dan setelah semua koleksi perhiasannya dicek...

__ADS_1


Astaga. Ternyata...


__ADS_2