
"Rey..."
"Ada apa? Sebelum kita buka pintu ini, adakah sesuatu yang ingin kau sampaikan, Joy?"
"Umm, anu, aku.." Joy menggigit bibir bawahnya. "Ingin kubuat pengakuan kecil sebelum kita melangkah lebih jauh."
Rey terperangah. "Hah, apa itu?"
"Sesuatu yang diam-diam kulakukan sebelum kita bertemu."
"Uh," Rey jadi deg-degan. "Semoga bukan hal yang buruk."
"Dulu aku pernah datang ke rumahmu jauh sebelum kita merasakan ada sesuatu di antara kita berdua."
"Oh ya? Jangan-jangan.."
"Aku mengintipmu. Ingin tahu di mana rumahmu, jangan-jangan alamat palsu atau kau cowok fiktif atau penipu. Kulihat kau benar ada di sana, sebelumnya aku sempat diam-diam duduk di atas sepeda motormu lalu motor itu... Gedubrak. "
Pipi Rey tiba-tiba menggembung, menahan tawa yang hendak lepas. Tangannya yang bersarung putih bergerak menahan mulutnya yang hendak berkata, "Kukira.. A ha ha ha ha." Akhirnya ia tertawa lepas juga, hingga pipinya merona, matanya tenggelam nyaris terpejam sampai meneteskan air mata. "Oooh, pengakuan itu toh! Kukira apa."
"Kau tak marah? Apakah motormu rusak?" Joy terheran-heran.
"Tidak marah dan tak rusak kok. Sudah kuduga. Sebenarnya aku pasang CCTV di teras rumah, jadi pelakunya tentu sudah tertangkap kamera. Dan tertangkap olehku plus kukurung di dalam hatiku."
__ADS_1
"Rey !!!" Joy merasa legaan.
"Yuk masuk. Berjanjilah kau akan melakukan dansa ini sebisamu, sepenuh hatimu. Walau kau bukan penari, bukan balerina, bukan pedansa, tapi kau bisa bergerak.
Bergeraklah dengan hatimu dan sepenuh perasaanmu."
"Baik, pak guru dansaku yang imut."
"Wah, akhirnya !!!" MC Mr. Brokoli yang berambut hijau kribo dengan lega berseru lantang di mikrofonnya.
"Pangeran Rey berhasil menemukan Putri Zoy dan, kejutan !!! Yang Mulia tak lagi mengenakan kacamata hitamnya !!! Kini kita bisa melihat sendiri bagaimana intens dan panasnya hubungan antara pria dan wanita, maksud saya, antara Pangeran Rey dengan putri dari kaum ningrat pilihannya." Mr. Brokoli tak henti-hentinya berkipas seolah kepanasan.
"Cuih, sial betul! Kenapa Anak Bebek Jelek itu muncul lagi, kukira ia sudah kabur pulang ke kandangnya dan takkan pernah kembali lagi." nyinyir Putri Chelsea sambil memanyunkan bibir.
"Rey betul-betul cowok malang berselera rendah, mau saja pegang-pegangan dengan putri gak jelas itu." tambah Chelsea lagi.
"Mereka bikin iri banget, tapi lihat aja nanti, jangan sampai Rey menjerit kaget bila si Bebek Jelek menginjak kakinya." Velove tertawa ngakak, "Ups, etika, etika." Mereka pun terdiam saat pasangan Pangeran Rey dan Putri Zoy alias Joy melewati kursi mereka menuju ke tengah ruang ballroom yang menjadi arena dansa.
Semua mata hadirin memandang kagum. Mereka tersenyum antara takjub dan heran, putri berpenampilan tomboy dengan rambut bob cokelat kemerahan yang satu ini bagaikan langit dan bumi dengan Pangeran Rey yang 'cute dan baby face'.
Putri Agnez yang juga mereka lewati juga tersenyum dan memberikan dukungan lewat acungan jempol dan tepuk tangan.
"Yeah, kalian serasi sekali, Putri Zoy. Pangeran, jangan sampai lepas."
__ADS_1
Mereka berdiri berhadapan dan mengambil posisi seperti yang Rey sudah ajarkan di taman. Joy berusaha tenang, ditatapnya mata sipit Rey yang hitam kecoklatan dalam-dalam, seolah mencari ketenangan.
Seisi ruangan menahan napas. Intro musik mulai mengalun memecah kesunyian, iringan orkestra kerajaan memainkan lagu yang indah, paduan piano, biola, alat musik tiup dan bas mengalun serasi memainkan irama klasik yang judulnya Joy lupa, tapi sangat familiar, sangat romantis.
Di sini, segalanya mulai berputar bagai balerina di kotak musik. Hanya saja, pedansanya ada dua. Joy berusaha bergerak mengikuti Rey, yang tentu lebih berpengalaman. Tapi Rey sungguh berhati-hati mengatur kecepatan agar Joy tak kehilangan setiap momentum, kapan ia harus berputar. Rey menuntunnya dengan baik melalui kontak mata dan tangannya membimbing dengan lembut. Tersenyum tanpa kata menyemangati Joy yang ikut tersenyum juga hingga ragunya menguap.
Bergembira bersama merayakan cinta mereka yang kembali menyatu.
"Astaga. Bisa-bisanya Anak Bebek Jelek itu bergerak begitu, jangan-jangan diam-diam ia berlatih kilat khusus atau sudah dapat bocoran tentang lomba final ini." Putri Chelsea dan Velove terdiam menggemeretakkan gigi. "Tapi masih terlalu 'basic' untuk ukuran pedansa kelas kerajaan, tak sekompleks, serumit, se-'elaborate' dansa kita berdua tadi. Dasar cewek amatiran, ha ha ha ha ha." Cibir mereka lagi tak mau kalah.
Akhirnya dansa pasangan ketiga Pangeran Rey pun selesai, hadirin memberikan standing ovation karena keduanya berhasil tampil tanpa cela. Memang dansa yang sederhana saja, tak sehebat atau seprofesional gerakan yang ditampilkan Chelsea dan Velove. Tapi Joy cukup bangga, dirinya akhirnya bisa melewati ujian akhir yang seumur hidup baru kali ini ditampilkannya.
"Terima kasih, Putri Zoy." dengan penuh etika Pangeran Rey mencium punggung tangan pasangannya sebagai tanda hormat, lalu ia kembali dengan langkah tegap ke atas tahta.
Joy hampir menangis haru. Berat rasanya melepaskan lagi lengan Pangeran Rey, "Tapi kita akan segera bertemu lagi.. Semoga !!"
"Untuk babak final ini, ketiga putri telah selesai dinilai oleh tim juri terpilih khusus ahli dansa kerajaan dan tentu saja Pangeran Rey dan juga saya sendiri !!!" MC Mr. Brokoli mengumumkan. "Dan hasil lombanya sudah keluar !! Fair & Square, adil dan merata !!
Pemenang lomba dansa final ini adalah.. PUTRI CHELSEA !!!"
"Lho, kok bisa ??" Joy tersentak. "Lalu... bagaimana dengan pemenang finalnya?
Sudah kalahkah aku di Royal Games of Love??"
__ADS_1