
Walaupun Xiao Jie sudah kembali ke tanah airnya sendiri, tapi ia memutuskan untuk tak kembali ke istana atau mansion-nya dahulu, karena ia tak ingin pihak kerajaan Evertonia, yang siapa tahu mencarinya, mengendus jejaknya lalu memerangkapnya! Gak lucu bila tertangkap di Dragon Lair-nya sendiri, jadi ia memutuskan untuk menyewa kamar, atau istilah kerennya indekost, di sebuah rumah berpintu banyak kelas menengah yang banyak tersedia di sepanjang pantai Everiental.
Dengan demikian, selain ia sedikit lebih aman, juga terhibur saat melihat pemandangan pantai. Selama ia hidup, memang sedih juga 'sih, nasibnya sebagai anak yatim piatu menjadikannya putri secara warisan darah saja, tanpa kasih sayang orangtua.
Xiao Jie siang itu memutuskan untuk jalan-jalan ke pantai seorang diri.
Uhh, melihat ramainya turis yang sedang berjemur di atas tikar di hamparan pasir putih maupun berenang main air di pantai sedikit membuatnya jenuh juga, karena ia hanya sendirian.
"Ingin duduk di kafe dan minum bir dingin atau soda, haus betul." Xiao Jie berjalan ke sebuah tempat yang terlihat cozy.
Ia belum tahu, sebenarnya ada Rey dan Joy di sana, sedang duduk-duduk minum dua gelas tinggi kopi susu dingin tanpa gula!
__ADS_1
Sebelum Xiao Jie sampai di tempat itu, Rey dan Joy juga belum ngeh bahwa target mereka sedang menuju ke arah mereka.
Rey tiba-tiba berdiri. "Joy, kopi yang kita minum ini enak sekali ya, tapi kok aku sedikit cemas, hari ini lupa mengabari Mama Joy dan juga menanyakan anak-anak kita."
"Ponsel kita tertinggal di hotel. Yuk kita habiskan minuman ini terus kembali dulu, masa enak-enak saja di sini, kita belum bilang ke mamaku kalau telah tiba di Everiental dengan selamat?" Joy setuju.
Lalu pasangan kita segera meletakkan uang pembayaran di meja dan buru-buru pergi.
"Andaikan saja ada yang seperti Rey, di sini, di tanah kelahiranku sendiri, pasti aku takkan merasa sesepi ini." Xiao Jie duduk, memesan minuman.
Ia duduk lama menghabiskan waktu menikmati senja. Ia membawa ponsel, jadi sambil minum ia menghabiskan waktu saja membaca-baca berita.
__ADS_1
Sejauh ini belum ada berita heboh atau breaking news tentang hilangnya cincin Raja Friedrich. Xiao Jie sedikit heran, tapi ia senang juga.
"Bagus! Dengan begini, aku bisa bersembunyi lebih lama dan tenang dan takkan ada yang bisa menyeretku pulang!" ia tertawa dalam hati.
Beberapa cowok pantai yang cukup ganteng dan berbodi bagus di meja sebelah sebenarnya sempat memperhatikannya. Xiao Jie yang juga terkenal di negara bagiannya sendiri sebagai seorang putri bangsawati sebenarnya cukup femes juga. Di mana-mana orang berbisik-bisik dan berkasak-kusuk tentangnya. Begitu pula dengan cowok-cowok pantai itu, memuji kecantikan dan keseksian Sang Putri. Tentu bukan cuma bersuit-suit, tapi juga berbisik-bisik dan cukup keras (karena mereka tak bisa seperti ibu-ibu tetangga yang suka kasak-kusuk di belakang nyaris tanpa suara!)
"Lihat, itu Putri Xiao Jie 'kan? Kok sendirian ke mari ya tanpa pengawalan? Di mana suaminya Raja Friedrich?" cowok-cowok itu tahu pasti bila Xiao Jie sudah merid. "Iya, aneh 'sih. Mungkin mereka sedang tak akur."
Ternyata cowok-cowok ganteng pun suka gibah juga! Maka Xiao Jie yang sempat mendengar perkataan mereka sedikit jadi 'tersungging'. Didatanginya meja mereka, digebraknya dengan gelas minuman sodanya sambil membentak, "Kalian kurang kerjaan ya! Aku tak senang tipe-tipe seperti kalian ini! Urusan rumah tanggaku sendiri, jangan ikut campur ya! Atau kalian akan rasakan Dragon's Wrath dariku!"
"Pu, pu, putri Xiao Jie !!!" cowok-cowok itu ketakutan. "Ma, ma, maafkan kami!" akhirnya mereka buru-buru cabut dari tempat itu.
__ADS_1
"Hah, bagaimana aku bisa dapat cowok lagi, adanya tipe-tipe tukang gosip seperti itu! Rey, ya ampun, aku masih suka padamu!!!" monolog Xiao Jie dalam sepi.