
Seiring waktu, keluarga kecil Rey dan Joy yang kini telah berkembang menjadi tiga, dua pangeran tampan dan satu putri tomboy, telah menjadi bagian dari keluarga Evernesia sejati pada umumnya. Maverick yang kadang dipanggil Mav, tumbuh menjadi bocah tampan yang sangat mirip dengan papinya; langsing, berambut hitam lebat, kulit putih dan mata sipit yang khas. Sedari kecil sudah menunjukkan bakat seperti maminya, suka corat-coret. Karir Rey dan Joy semakin baik, meskipun mereka tetap low-profile dan down-to-earth.
Namun di balik semua ketenangan dan kebahagiaan keluarga kecil Sang Pangeran Pemberontak, amarah terpendam Ayahanda Raja Friedrich nun jauh di Evertonia belum sepenuhnya mereda. Malah belakangan makin menjadi-jadi.
Mayvelina sang mantan istri dan ibunda kandung Rey belum juga berhasil menaklukkan kerasnya gunung batu karang tua yang dahulu tega menceraikannya. Kini ia tinggal seorang diri di sudut Evernesia, sesekali berkunjung ke rumah Rey-Joy untuk bertemu dengan cucunya Mav. Bunda May dan Mama Joy sering berjumpa dan bercengkrama di rumah Rey, kadang sambil memomong Maverick yang sedang lucu-lucunya tapi sangat ingin tahu, sama seperti bocah-bocah zaman now lainnya.
Raja Friedrich selama bertahun-tahun masih berpikir keras demi menemukan cara untuk menaklukkan putranya sendiri, seseorang yang ia pikir wajib meneruskan tongkat estafet kepemimpinannya. Dan akhirnya ia sadar, ada satu celah kelemahan Rey, yang belum pernah ia coba ulik. Ide gila memang, tapi sangat masuk akal!
__ADS_1
Rey selama ini tak tergoda harta dan tahta. Hartanya berlimpah-limpah, toh ia memilih mulai dari nol lagi di negeri asing sebagai rakyat jelata. Tsk, tsk, tsk. Hebat. Lalu tahta, yang sudah pasti ada di depan mata. Hanya satu per sekian juta manusia yang bisa menjadi raja. Ck, ck, ck. Rey menolaknya mentah-mentah.
Tapi wanita, tunggu dulu. Rey juga tak suka sembarang wanita. Hmm. Hanya Joy saja. Ia sudah begitu terobsesi pada Joy. Tergila-gila seperti dipelet saja! Apa sih yang menyebabkannya begitu tergila-gila pada cewek sederhana yang gak ada apa-apanya itu?
Demikian pikir keras Raja Friedrich selama ini. Hari ini, tiba-tiba saja, ia merasa bagai Archimedes menemukan teori ternamanya di kamar mandi hingga ingin bersorak "Eureka!" sebab ia baru sadar, satu-satunya cara untuk menaklukkan Rey adalah dengan Joy!
Jadi, apa dong? Tentunya masih rahasia kerajaan. Yang jelas, tentu saja ada seseorang yang akan hadir di sini. Seseorang yang Raja Friedrich sudah cari di antara putri-putri terbaik Evertonia yang ia yakini bisa membelalakkan mata fisik dan mata hati Rey.
__ADS_1
Dan beberapa hari masih berlalu seperti biasa. Rey berangkat ke studio untuk melakukan pemotretan beberapa produk iklan. Karena tak ingin membuat Joy cemburu, dikuranginya job dan jadwal memotret model wanita. Lagipula sudah beberapa kali ia bekerjasama dengan Bee Advertising.
Tapi hari ini Mr. Bee, yang juga adalah bos Joy, tiba-tiba mengirimkan request mendadak.
"Rey, ada satu klien cewek nih, aku tadinya berniat memotretnya tapi ia menolak. Katanya ia hanya mau dipotret oleh Pangeran Rey. Bersedia bayar berapa saja!"
Hmmm... Rey mengernyitkan kening. Mencurigakan. Tapi sungguh tak profesional jika langsung ditolak mentah-mentah tanpa ada alasan jelas.
__ADS_1
"Oke, datangkan saja. Aku ada di studio."