
Perlahan-lahan Shuai Tian mulai menikmati aktingnya sebagai Pangeran Rey. Ia kini tak grogi lagi, merasa jauh lebih percaya diri dan juga heran, mengapa bersama cewek yang konon menakutkan seperti naga ini, rasanya biasa-biasa saja, malah cenderung mengasyikkan.
Xiao Jie juga tak bisa berhenti menatapnya, sedikit ragu pada awalnya, kok Reinhard bisa tiba-tiba datang kesini dan mendekatiku lagi, memangnya ia benar-benar masih menyukaiku? Jangan-jangan ia disuruh ayahnya mencariku! Tapi hubungan Rey dengan suami-suamianku Raja Friedrich belum juga mesra. Jadi kemungkinan memang Rey mencariku kemari atas usahanya sendiri.
Dan itu hal yang sangat romantis abis! Oh so sweet - demikian Xiao Jie berpikir kegirangan sambil membuatkan minuman yang Rey suka.
Juga dikeluarkannya segala stok makanan yang kemarin ia sudah beli, termasuk cemilan dan frozen food yang ia goreng dan hidangkan tanpa takut pada lemak jenuh dan kolesterol.
Heran, Rey tak bertambah gemuk atau buncit setelah menikah. Sebel juga, aku dulu tak bisa merebutnya dari Joy! Tapi sekarang bila betulan Rey sudah menduda dan jadi duren alias duda keren, boleh banget dong kalau CLBK lagi alias Cinta Lama Bersemi Kembali seperti bunga-bunga Sakura di musim semi di puncak-puncak pegunungan nan tinggi di desa Everiental yang sejuk dan asri! Yang pemandangannya seperti Gunung Puji di Zepun!
__ADS_1
Dan Rey-rey-an Shuai Tian sebenarnya kurang suka pada frozen food dan lain sebagainya, tapi kali ini ia tak menolak alias menikmati nugget dan aneka cemilan yang dihidangkan Xiao Jie itu.
Xiao Jie duduk bersama Rey dan mulai cerewet bercerita. "Sebenarnya aku di istana ayahmu tak pernah merasa nyaman! Aku inginnya ia memperlakukanku sebagai istri sebagaimana istri lainnya. Yah, walau gak cinta tapi bisa saja nanti cinta muncul belakangan seperti di novel-novel mainstream itu, 'kan?" cewek itu memang selalu SKSD alias Sok Kenal Sok Akrab dengan Rey sejak dulu.
"Oh, ya. Aku turut merasa prihatin." Rey menyesap kopi susu tanpa gulanya dengan nikmat. Ternyata ini rahasia Pangeran Rey agar tetap langsing walaupun masih minum susu, yang penting jangan sering-sering. White coffee juga enak, asal jangan yang instan. Buatan Xiao Jie ini instan 'sih, tapi lumayan juga.
Ehhhh ??? Rey alias Shuai Tian spontan bersemu dadu.
"Ya, tentu saja! Asal kau jangan jadi ratu yang jahat seperti di dongeng Disni!" pemuda itu berusaha untuk tetap tenang terkendali walau gelas kopi susunya sedikit bergetar akibat tangannya masih bersenggolan dengan bukit dada Xiao Jie.
__ADS_1
"Asyik! Aku janji takkan jadi ratu jahat! Tapi aku juga gak mau jadi ibu tiri, walau bocah-bocahmu tampan-tampan sama seperti dirimu. Kita berdua saja ya, di istana nanti..." Xiao Jie maju lebih dekat, tetiba tergoda membelai pipi Rey dengan tangannya.
Uhh, begitu hangat dan halus. - Xiao Jie merasa ingin mengecupnya. Gemessss deh...
Sementara Shuai Tian si Rey-rey-an berusaha keras untuk tak terlalu gelai, namun ia ingin memperdalam aktingnya sedikit lagi agar bisa lebih meyakinkan Xiao Jie.
Ditariknya gadis itu lebih dekat dan dikecupnya bibir merah Xiao Jie dengan lembut.
Aduh, pacaran saja belum pernah! Tapi ini sangat mengasyikkan! - demikian si jones Rey-rey-an mulai menikmati penyamarannya.
__ADS_1