The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Secangkir Kopi Susu Tanpa Gula!


__ADS_3

"Jadi, kau relakan seseorang semanis aku pergi tanpa penyesalan?" Elsa sekali lagi berusaha menawan Rey di dalam tatapan bekunya.


"Tentu saja, gula manis bisa menyebabkan diabetes. Aku sudah lama terbiasa minum kopi tanpa gula alami maupun buatan, dan jauh lebih segar." Rey yang tak suka manis saja sudah cukup manis, jadi untuk apa gula?


"Aku bisa jadi Sugar Lady-mu," Elsa sekali lagi memberi penawaran terakhir.


"Waduh, aku saja belum nikah, kurasa aku tak butuh Sugar Lady, Sugar Mama maupun Sugar Auntie. Jadi, bye-bye, Elsa." Rey senyum manis lalu berlalu. "Maaf, no kiss."


Elsa terdiam, duduk sendiri di kafe, merenungi guci gula yang tadi dipegang Rey. "Uhh, Pangeran Evertonia yang ramah tapi sulit dijamah. Sama saja dengan ayahnya, suka gadis jelata!" dengan kesal diletakkannya guci gula itu dengan kasar. "Aku akan pergi jauh dari sini, biar Joy kerepotan juga, aku resign dari kantor besok. Aku tak butuh kalian semua!" makinya, seperti bicara pada diri sendiri. Tak sadar kalau Rey sudah lama pergi, dan semua pengunjung dan karyawan kafe sedang menonton monolognya.


"Uh oh," ia tersipu malu. "Maaf."

__ADS_1


Sementara Rey di ujung lorong mal kembali bertemu dengan Joy. "Aha, aku berhasil juga menolak tanpa kata tidak." kabarnya gembira sambil membuka kaca mata hitam Joy.


"Sudah kubilang kau bisa. Daripada aku yang sama sekali tak bisa bicara. Bisanya cuma ngambek, mengamuk, nangis, jambak-jambakan."


"Kabar buruknya, mungkin besok Elsa akan pergi dari kehidupanmu. Ia pasti tak mau lagi menolongmu di kantor dan siap-siap resign. Karena kau sebetulnya saingannya, bukan BFF-nya. Ya, setidaknya sebelum Elsa bertemu denganku lagi." sesal Rey.


"Salahku sendiri, Rey. Terlalu percaya pada seseorang yang baru dikenal di tempat kerja, serta membawanya untuk diperkenalkan pada cowok sepertimu, uh, semua salahku, Joy si naif."


"Jangan sedih. Bukan salahmu. Sudah resiko aku si selebriti kerajaan yang masuk dalam hidupmu." Rey tersenyum. "Kau tak senaif itu. Kau memang polos, tapi bukan plain vanilla. Bukan juga cewek hambar."


"Kau pikir semua cowok sama? Aku tak suka manis. Tadi kuibaratkan dia dengan gula dan dia senang sekali."

__ADS_1


"Coba kutebak. Kau tak suka gula lalu kau kembalikan dia ke dalam pot."


"Kok tahu?"


"Kopi dengan susu tawar segar adalah favoritmu. Dan aku juga. Jadi, kita tak butuh manis-manis." Joy diam-diam menatap mesra Rey, "Kau sendiri sudah cukup manis, bikin geregetan, sedikit lagi bisa jadi Putri Rey. Panjangkan rambut, pakai gaun, bra, sepatu hak tinggi, selesai."


"Uhh, bukan mauku jadi manis begini, aku dari sananya sudah begini, mungkin dari ibundaku."


"Kalau begitu, aku mungkin tak semanis Elsa, jadi, ibarat apa aku di matamu, Pangeran?"


"Eh... kau dan aku, aku ibarat kopi saja deh. Hitam pekat, masa lalu nan pahit, dan hidup tanpa kebahagiaan."

__ADS_1


"Dan aku ibarat apa?"


"Kau ibarat susu segar. Kental, putih, tak manis, tapi sangat bergizi dan memberi rasa gurih. Tanpa dirimu dipadukan denganku, aku akan terasa pahit selamanya. Dengan adanya dirimu, hidup akan terasa lebih gurih, mengenyangkan dan komplit. Jadi, bagaimana, kopi susu perpaduan kita berdua sudah sangat mantap, bukan?" goda Rey sambil membawa Joy mendekat ke pelukannya.


__ADS_2