
Malam weekend itu Joy dan Rey pulang dari Mal agak larut, setelah makan malam dan nonton seperti biasa. Seperti yang sudah Rey duga, pesan dari Bos Bee masuk ke ponsel Joy tak begitu lama setelah mereka tiba kembali di rumah Joy.
"Joy, maaf ya, Senin besok untuk sementara kita kerja di kantor berdua dulu. Karena Elsa tiba-tiba resign. Tapi gak apa-apa sih, belakangan juga performanya menurun dan pekerjaannya kurang memuaskan, chat sama cowok melulu sampai telepon bunyi tak diangkat-angkat. Jadi sementara ini kita berdua dulu di kantor ya, sampai kita dapatkan pengganti Elsa. Kuharap kau bisa membantuku. Terima kasih." Joy membaca pesan keras-keras pesan panjang bosnya agar Rey tahu ada apa.
"Uh, berdua saja." Rey sedikit cemburu. "Bos Bee walaupun berkepala botak juga cukup keren, berduit, masih single, dan berbahaya."
"Eh, dia kan botak. Aku gak suka cowok plontos. Seperti Daddy Corbu Zier, terlalu macho. Maunya yang berambut hitam lembut sepertimu saja. Lagian, katanya Bos Bee belum mau pacaran atau merid dulu. Sudah hampir 40 tahun umurnya, tapi masih single fighter sejati!" Joy berkelit. "Kalau dia genit, aku juga bakal resign. Tapi selama ini aman-aman saja tuh. Kau juga bisa lihat CCTV yang dulu kau pasang, kami tetap menggunakannya."
__ADS_1
"Iya, iya, oke, baiklah, aku percaya pada Joy. Joy tak bisa pura-pura, terlalu polos dan jujur seperti susu murni tanpa tambahan perasa dan pemanis buatan!" Rey tergelak. "Yang penting kau jaga diri dan tetap semangat bekerja. Aku juga mulai sibuk mengurus pemotretan iklan dan galeri, selain menulis skripsi. Kita sama-sama berusaha ya."
Rey pun pamit, sadar sudah terlalu malam, dan tidak sopan berlama-lama kencan sementara di dalam ada Mama Joy. Maka ia pulang dengan hati lega, Joy juga gembira. Satu masalah dengan BFF palsu terselesaikan. Semoga di kemudian hari Elsa tak mengganggu lagi, walau selalu akan ada cewek-cewek penggemar Rey di sekeliling mereka.
Keesokan harinya.
Rey segera menerima beberapa feedback di akun iklan galeri barunya. Banyak yang memuji hasil jepretannya yang teranyar dengan model Elsa, dan ia segera mendapat banyak follower serta calon pelanggan baru. Syukurlah, walaupun hubungan mereka bertiga tak seberapa enak ending-nya, ternyata kemunculan Elsa membawa sedikit kemujuran juga. Rey mulai diakui sebagai fotografer yang berbakat.
__ADS_1
Hingga akhirnya ada seorang klien pria penting datang ke kantor mereka. Bos Bee kali ini sedang ada urusan di luar. Klien ini bernama Mister Park, umur 20-an akhir, pria Khoreya yang cukup tinggi dan berwajah simpatik. Uh, seperti bintang film. Hampir lupa pada Rey - Joy sedikit terhanyut. Joy diminta untuk menemaninya sebentar, mendengarkan serta menuliskan semua konsep iklan yang Mr. Park inginkan.
Mr. Park pertama-tama bersikap cukup ramah, familiar dan menyenangkan. Tak lama bertamu, ia mohon pamit dan minta nomor ponsel Joy untuk keperluan bisnis, dan tentu saja Joy memberikannya.
Tanpa ia sadari, esok hari dan seterusnya dalam minggu itu Mr. Park semakin sering berkunjung ke kantor dan membicarakan proyek berdua saja dengan Joy, bahkan bila Bos Bee ada di sana. Duduk di samping Joy, ngobrol tentang desain, sementara Joy tentu saja mengikuti setiap request dengan seprofesional mungkin.
"Joy, besok Sabtu kau ada acara?" tanya Mr. Park tiba-tiba saja dengan aksen Khoreya-nya yang kental.
__ADS_1
Ehhh... "Uhh, ada apa, Mr. Park?"
"Saya baru putus dengan pacar saya, kau mau menemaniku jalan-jalan untuk sekedar menghibur hatiku?"