
Tentu saja selama Xiao Jie menghilang itu ia bukannya hanya duduk manis berpangku tangan alias tak berbuat apa-apa. Sebagai seorang putri yang cerdas, mandiri dan terpelajar (yang sedang merancang cita dan cinta walaupun bukan di jalan yang benar!) tentu ia tak tinggal diam.
Pertama-tama ia menyelidiki kediaman Rey dan Joy di Evernesia, sebuah kompleks perumahan kecil yang tenang. Setiap pagi Joy bekerja demikian pula Rey, sementara Maverick putra kecil mereka bersekolah di nursery, kadang setelah pulang diasuh oleh salah satu neneknya, Mama Joy atau Bunda Rey. Tapi kadang juga Rey mengambil cuti sehingga seharian ia di rumah sendirian, kadang cukup lama tak ada siapa-siapa sebab Maverick belum saatnya dijemput.
Nah, itulah saat yang tepat untukku beraksi! Saat Joy dan Maverick sedang tak ada di rumah dan Reinhard betul-betul sendirian. Home alone.
Sebelumnya Xiao Jie tentu saja sudah mempersiapkan busana ala Joy dan juga kacamata seperti yang dikenakan Joy. Pokoknya ia berusaha tampil semirip mungkin, bahkan cara bicara Joy, cara berjalan Joy dan tertawa Joy pun ia pelajari dari berbagai video lama, termasuk dari Royal Games tentu saja. Pokoknya ia berusaha menjadi 11-12 dengan Joy! All-out dan habis-habisan belajar demi terwujudnya cita dan cinta!
Suatu hari Rey meliburkan diri. Joy sebetulnya ingin sekali mengambil cuti juga agar bisa berduaan saja di rumah sesiangan, mumpung Maverick masih di sekolahan.
Apalagi sekarang saat Rey-Joy merasa keadaan mulai tenang, saatnya untuk membuat adik untuk Maverick!
__ADS_1
Tapi tiba-tiba saja Mr. Bee menelepon, "Aduh, maaf banget ya Joy, aku butuh bantuanmu, jaga kantor kita dulu hari ini ya, ada meeting mendadak. Cutimu diundur besok saja ya. Bisa kan?"
"Oh, oke, Mr. Bee, aku datang. Maaf ya Sayang, aku pergi kerja dulu!" pamit Joy. Rey turut mengantarkannya ke halaman dan melambai.
"Hati-hati ya Joy! Aku akan jemput Mav dan memasakkan makan untuk kita hari ini, spaghetti dan cream soup kesukaan Mav!"
"Ya, aku akan segera pulang, Papimut! Mwah mwah!"
"Nah, sekaranglah saatnya!" kata Joy palsu itu kegirangan. Tentu saja itu Xiao Jie, dan ia siap keluar dari persembunyiannya. Dandanannya sudah begitu perfect, Rey takkan ngeh bila ia bukan Joy.
"Lho, Joy? Kok pulang lagi?" Rey yang sedang menyiram tanaman menengadah lagi saat Joy muncul lagi dari ujung jalan, setengah berlari kecil menuju rumah.
__ADS_1
"Aku tak jadi kerja hari ini, pulang lagi deh! Jadi kita bisa berduaan saja di rumah!"
"Uhh, benarkah, Joy? Asyik sih, tapi sedikit aneh ya..." Rey menyudahi siraman tanamannya dan mengajak Joy masuk ke dalam rumah.
"Tunggu apa lagi, ayo kita masuk ke dalam rumah dan nikmati quality time kita berdua!" sementara Joy masih terbengong sendiri di teras, Rey membuka pintu dan menarik tangannya lembut.
"Ehh, quality time? Maksudmu, Reinhard, eh, Rey?"
"Ya, inilah saatnya kita bikin adik baru untuk Maverick!" ucap Rey dengan nada nakal. "If not now, then when?"
Wajah Joy memerah. "Uhh, sure, but..."
__ADS_1
Dalam hati ia berucap, waduh, apa yang harus kulakukan?