The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Oh No. The (Dragon) Girl-Next-Door to Be Dated Tomorrow!


__ADS_3

Xiao Jie seperti mengalami deja vu alias sudah pernah mengalami hal ini sebelumnya jauh beberapa tahun silam di Istana Evertonia.


Ah, mungkin cuma paparazzi. Sudah risiko putri berdarah biru yang biasa dibuntuti kemana-mana dan dijadikan bahan berita walaupun aku tak suka main toktik dan juga aplikasi Evergram dan BukuMuka. Waduh, yang kukuatirkan saat ini hanya cincin! Bila kubawa kemana-mana tak mungkin, bisa jatuh 'kan? Besok-besok tak boleh lengah, nih! - Demikian Xiao Jie berusaha menepis segala kemungkinan dan juga pikiran negatif. Berpikir positif saja!


Sementara Shuai Tian yang tadi melakukan kesalahan yang sebenarnya cukup fatal lantaran lupa mematikan pengaturan lampu flash dari ponselnya saat diam-diam memotret si Naga Wanita, sebetulnya masih deg-degan bin mpot-mpotan, berusaha keras untuk bersembunyi. Maklum, jarang selfie-selfie jadi gak ngeh sama ponsel sendiri! Syukurlah Xiao Jie sepertinya hanya curiga sesaat, tak sampai mendatangiku!


Naga Wanita itu menemukan anak kunci dan buru-buru masuk kamar sewaannya setelah membawa semua belanjaannya, tanpa lihat kanan-kiri lagi buru-buru mengunci pintu.


Barulah Shuai Tian bisa bernapas lega. Pemuda kembaran Rey yang bernasib tak sama itu memang gugupan saat menghadapi wanita, apalagi yang dominan seperti Xiao Jie. Ia bukannya tak pernah suka cewek atau pedekate gadis, apalagi karena kemiripannya dengan Rey, tentu saja banyak pelanggan maupun cewek-cewek pantai yang ingin mengenalnya dengan baik! Apalagi ia pintar memasak, dan walaupun cowok konon kodrat sejatinya bukan di dapur, tetapi bila memang sudah bakat, apa boleh buat?


Shuai Tian buru-buru pulang, masuk ke kamarnya sendiri secepat kilat, dan mengunci pintu. Memastikan tak ada banyak suara karena takut ketahuan sama tetangga oh tetangga sebelah yang besok harus dijadikan sasaran target operasi pencarian cincin.

__ADS_1


Ia segera mengirimkan foto Xiao Jie, yang syukurnya cukup jelas dan terang, meskipun dengan pose sedikit kaget dan seakan melihat langsung ke wajahnya.


Rey di sana kebetulan belum tidur, sedang berbaring-baring manja saja dengan Joy di atas ranjang, belum lagi tertidur. Terlalu santai liburan berdua saja juga mulai agak membosankan.


"Shuai Tian lagi ngapain ya?" Joy teringat pada si kembaran Rey yang juga sama manisnya.


"Jangan bikin Popse cemburu ya.." Rey menyeringai.


"Astaga, ada kabar dari Shuai Tian!" pasangan kita buru-buru duduk di ranjang, merasa sebentar lagi akan lebih banyak hal seru terjadi.


"Pangeran Rey!" chat Shuai Tian sedikit berkesan mengagetkan.

__ADS_1


"Ada apa?" Rey buru-buru membalas.


"Aku sudah memotret target Yang Mulia! Ini dia, tinggal di sebelah kost! Makanya aku tak berani menelepon sebab dinding kamar kost di sini tak terlalu tebal! Nanti dia bisa dengar!" chat itu segera disusul oleh foto hasil bidikan Shuai Tian.


Joy tersenyum lebar. "Bukan cuma pintar masak, Shuai Tian juga bakat memotret seperti Popse!"


"Ah, ini mengingatkanku pada kejadian di istana waktu itu! Putri Xiao Jie di taman. Hampir saja aku ketahuan saat itu, syukurlah ada Yin datang dan aku berhasil berlindung di balik kumpulan ksatria berseragam hitam!" ujar Rey kepada istrinya sambil mengetik chat balasan pada Shuai Tian,


"Besok kalau bisa jangan buka kafe dulu. Saatnya kau beraksi sebagai aku. Sekarang kau tidur dulu, besok pagi bila bisa kau mulai berkostum seperti aku dan kita mulai aksi kita. Aku dan Joy akan mengawasimu dari jauh, sementara kau nanti berpura-pura pergi dulu dari tempat tinggalmu lalu mendatangi kost Xiao Jie!"


Waduh... langsung besok pagi? - Shuai Tian masih belum reda deg-deg-annya. Besok, aku harus bertemu dan pedekate Xiao Jie sebagai Pangeran Rey?

__ADS_1


__ADS_2