
Mayvelina menunggu dalam diam sementara Raja Friedrich gelisah berjalan mondar-mandir di depan tahtanya sambil menatap cincin emas bermata berlian dalam genggaman tangannya. Ia sudah begitu lama tak merasakan kehangatan keluarga. Ia selama ini berjuang menjadi seorang raja yang baik. Friedrich bahkan sudah lupa bagaimana rasa dan caranya menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Sepeninggal May, ia tak ingin menikah lagi. Ia tak seperti sultan-sultan masa lalu maupun raja-raja negeri seberang yang suka mengoleksi selir-selir cantik bin seksi dalam beberapa harem. Ia merasa bisa menjadi penguasa yang bertanggungjawab sudah cukup.
Walaupun jauh dalam hatinya, Friedrich merasa begitu hampa dan sunyi senyap. Ada rasa gagal dan tertuduh yang terus menghantui, walau ia sudah selalu berusaha untuk menjadi bijak. Ia begitu ingin Rey naik tahta agar tak ada orang lain yang menjadi raja karena ia tak begitu percaya pada ambisi-ambisi kaum bangsawan lainnya. Apalagi yang seperti Xiao Jie, istri-istriannya yang memang ia sudah ingin depak dari dulu!
Wanita-wanita semacam itu akan selalu ada, apalagi laki-laki bangsawan lain yang sungguh berambisi menjadi raja di Negara Evertonia yang memiliki kekayaan berlimpah-limpah. Demi harta, tahta dan wanita! Rumus yang dulu pernah ia coba untuk menggoyangkan hati Rey. Friedrich begitu ingin putranya semata wayang yang kelak naik tahta menggantikannya. Rey yang disukai oleh rakyat, seorang pangeran yang baik, filantropis dan juga tak sekedar tampan seperti cowok-cowok pemeran utama sinetron dan atletis seperti bos-bos mafia dan CEO di novel-novel mainstream!
__ADS_1
Namun Rey si alim dan pendiam malah kabur dari istana saat berusia 17 tahun! Raja telah berusaha memaksanya berkali-kali dengan berbagai cara untuk memulangkannya, melupakan cita-citanya, bahkan berusaha menjauhkannya secara paksa dari Jelata Joy! Namun, semuanya tak berhasil. Rey yang memang berbakat menjadi raja namun tak berkehendak, jadi sang ayah bisa apa?
Sejak itulah Friedrich tak ingin melakukan apa-apa termasuk jatuh cinta lagi. Tapi May? Mengapa May selalu membuatnya bernostalgia?
Ia ragu-ragu memandang cincin pernikahan mereka di telapak tangannya yang bersarung putih. Berkilau, walau sudah berumur. Terukir nama Friedrich dan Mayvelina serta tahun pernikahan mereka, kira-kira seperempat abad silam.
__ADS_1
"Mayvelina, apakah kau yakin ingin kembali bersamaku walau kita sudah kehilangan begitu banyak waktu dan kesempatan berharga? Apa kau bisa menerima diriku yang begitu keras serta begitu banyak berdosa terhadap dirimu dan putra kita satu-satunya?"
"Tentu saja, Friedrich Yang Mulia. Aku masih mencintai keluarga kita, bahkan lebih dari dulu. Aku juga pernah bersalah, tak perduli dan mencari Rey sebagai seorang ibu. Aku pernah begitu sedih dan menyesali hubungan kita. Namun ia menerimaku begitu mesra dan juga berusaha keras mencariku. Aku yakin, putra kita akan sangat gembira bila kita berhasil memperbaiki hubungan ini."
Kedua orang yang pernah menjadi pasangan itu berhadap-hadapan dan saling memandang. Tetiba Raja Friedrich berlutut di hadapan wanita cantik yang dahulu pernah ia jumpai di kebun mawar ibarat malaikat nyasar di taman bumi.
__ADS_1
"Mayvelina, maukah kau menerima raja tua ini sekali lagi untuk yang terakhir kali berusaha memperbaiki segalanya dan kembali menjadi suamimu?"