The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
"3-some" Is Never Really Awesome!


__ADS_3

Seusai makan malam (plus mau gamau ikut ditraktir walaupun hadir tak diundang), Doc Rey ternyata tak begitu saja membiarkan Joy digandeng-gandeng mesra sama Mr. Park yang sedari tadi menunggu-nunggu kapan bisa berdua dekat dengan Joy.


Uuuh, Joy kok hari ini terasa jauh banget ya, walau cuma beberapa jengkal, beda dari biasanya.


Selalu ada nyamuk di antara mereka, siapa lagi kalo bukan lifesaver Doc Rey. Mr. Park berusaha keras menyelip mendekati Joy, tapi si dokter buru-buru menghadang sambil bilang "Ups, jaga jarak ya, Mr. Park. Joy alergi aroma parfum menyengat, Anda pakai minyak wangi dari sari bunga asli kan? Nah, Joy bisa pingsan seketika bila terlalu banyak menghirup apapun yang berasal dari bunga-bungaan. Anda tak mau Joy sampai kenapa-napa kan?"


Uhhhh...sebal sebal seballll.. tapi Mr. Park berusaha tetap dingin seperti es kopi Dalgona atau segelas Boba Jelly segar di musim panas. Masa Oppa Khoreya keren begini kalah sama dokter gaje yang over protektif seperti bodyguard dadakan!


"Joy, sekarang kita nonton di bioskop yuk." dengan liciknya Mr. Park berusaha menikung di antara Doc Rey yang masih menggandeng pasien pribadinya sementara mereka masih terus jalan bertiga dengan canggungnya.

__ADS_1


"Uhh, baiklah. Tapi jangan lama-lama." Doc Rey tumben memberi lampu hijau.


"He he he. Kursi H9 untuk Joy, H10 untukku. H11 buat si Dokter Gaje ini." Mr. Park tersenyum licik saat membeli 3 tiket di loket Bioskop XII, versi mewah Bioskop 12.


Tapi tak semudah itu juga Mr. Park menyusun letak kursi. Doc Rey menatap nomor kursi tiket lalu dengan cepat memberi alibi agar Joy bisa duduk di sebelahnya.


"Mr. Park, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sesungguhnya Joy mengalami juga bawaan seizure. Ia tak bisa lama-lama menonton adegan film action atau animasi yang berkedip-kedip atau terlalu diulang-ulang. Nanti Joy throw up lho. Saya yang biasanya bawa kantong plastik, menampung puke-nya. Kadang malah kena ke tubuh saya. Anda tak mau stelan branded bin mewah yang Anda kenakan ini nanti buru-buru di-dry clean kan?"


Sepanjang film itu diputar, Mr. Park hanya terduduk sendiri merenungi nasib, sementara Rey dan Joy masih berdrama dokter-pasien dalam perawatan yang butuh disandari dan sesekali dipeluk dan dipegang tangannya agar tetap hangat.

__ADS_1


Uhhh.. ini kencanku atau mereka sih yang asyik-asyikan sementara aku yang bayarin makan, nonton dan segalanya!!!


Akhirnya sekeluarnya dari ruang bioskop, Joy pura-pura ngantuk berat dan bersandar di bahu dokter pribadinya. Mr. Pak makin berasa dikacangin. Sepertinya Joy juga tak seperti yang ia duga. Susah banget dong mau dijadiin girlfriend tapi mesti seumur hidup mesti ada juga si dokter gaje ini bersama mereka!


"Uh, let's call it a night then, Joy." Ia buru-buru pamit tanpa berminat lagi pada acara mojok apalagi kiss-kiss-an, memanggil petugas valet untuk membawa mobil sedan mewahnya ke pelataran jemput parkiran, lalu secepat kilat menghilang ditelan malam yang belum lagi larut.


"Sudah, sudah, ia sudah kembali ke Khoreya Village." Rey tersenyum lebar sekali.


Joy buru-buru tegak dari posisi lemah letih lesunya dan membantu Rey melepas semua properti penyamarannya.

__ADS_1


"Terima kasih ya Dokter Cinta, kau sembuhkan kecemasan hatiku." dikecupnya pipi Doc Rey seperti waktu kencan pertama mereka dahulu.


__ADS_2