The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Opsir Rey Coverunder Beraksi!


__ADS_3

Kedua pria itu ternganga, cukup lama. Joy ikut tegang, walau dari tempat ia mengintip tak begitu jelas melihat apa yang tersaji di monitor di hadapan mereka.


Bikin penasaran setengah hidup!


"Waduh, mereka ternyata..." Bos Bee menggeleng-gelengkan kepala botaknya, lagi-lagi menggaruk, walau tidak merasa gatal.


"Ini karyawan dan karyawati Anda, Mr. Bee?" Opsir Rey masih mem-freeze adegan tertentu yang ia lihat tadi, sambil berusaha mati-matian menahan tawa, sembari menjerit dalam hati gotcha, gotcha.. Lalu berusaha kembali serius dan profesional layaknya penegak hukum sungguhan. "Ehm, mereka..."


Walau tak bisa disembunyikan, pipi Opsir Rey samar-samar bersemu dadu di bawah kacamata hitam penyamarannya.


"Iya. Aduh, benar, saya minta maaf, Opsir Rey, sungguh memalukan. Saya tak pernah menduga mereka berani melakukan perbuatan seperti ini saat saya sedang tidak di tempat." muka Mr. Bee ikut-ikutan memerah. "Saya tak bisa begitu saja menyeret mereka berdua ke sini, nanti heboh lagi. Walau tentu saja saya akan memecat mereka berdua. Karyawan laki-laki saya ini sudah berkeluarga."


"Eh, Mr. Bee, maaf, saya punya usul." Opsir Rey mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Mr. Bee.


"Aha! Usul yang baik. Segera saya laksanakan."


Apa-apaan sih Rey? Kedua pria itu sepertinya berbincang beberapa saat lagi, sesekali tertawa, lalu Rey pergi dari kantor. Joy merasa sebentar lagi akan ada sesuatu. Ia duduk kembali di mejanya, bekerja dengan sedikit


Benar saja. Tak sampai satu jam kemudian, segera hadir seorang tamu istimewa. seorang wanita seksi berusia tiga puluhan yang menor berdandan ala artis Khoreya tiba-tiba membuka pintu dan masuk, jedakkk..


Bos Bee dan Opsir Rey menyusul di belakangnya.

__ADS_1


Mew dan Pew terhenyak.


"Hei !!! Kalian !!!" cantik-cantik tapi galak juga tante-tante ini. Siapa dia? batin Joy.


"Lho... Mammmma !!!" Pew tampak menciut ketakutan. "Kok datang kemari?"


"Mrs. Pew !!!" Mew tampak kaget, meringis malu, ingin ngumpet tapi tak tahu harus kemana.


"Hei, Cintaku !! Pulang kau sekarang juga Pew !!! Berani-beraninya kau khianati aku !!! Ku tadi sempat menangis membayangkan.." Mrs. Pew mencengkeram kerah baju suaminya, lalu hendak menyeretnya pulang seperti sekarung beras!


"Bos Bee sudah memecatmu, karena ketahuan juga semuanya. Bikin malu saja! Awas kamu Pew!"


"Ini, lihat!!!" rekaman CCTV tadi di-screenshot dan di-print oleh Opsir Rey jadi semua orang bisa melihat..


Oh. Ternyata adegan yang mirip seperti Joy pergoki pagi-pagi di minggu lalu itu.


"Nah, kau pulang sekarang. Pulang, atau kutalak seribu !!!" Mrs. Pew dalam amarahnya ternyata jauh lebih galak berapi-api dari Joy si Singa. Mungkin seperti Naga!


Dan pasutri itu pun segera berlalu. Mew si selingkuhan ikut diberi sesuatu oleh Boss Bee. Dan akhirnya mengemasi barang-barang milik pribadinya dan segera pergi dari kantor tanpa pamit.


Sore harinya di rumah Joy.

__ADS_1


"Jadi, Ms. Mew dipecat?" tanya Joy kepada Opsir Rey yang masih berbusana polisi.


Mereka duduk berdua di teras rumah.


"Bos Bee tak mau lagi memakai orang-orang seperti itu." Rey membuka kacamatanya.


"Tapi bagus juga. Cuma sekarang aku jadinya sendirian di kantor."


"Bos Bee bilang dia punya banyak calon anak baru. Nanti pasti kamu akan dapat rekan kerja yang lebih baik lagi." Rey tersenyum.


"Terima kasih ya, Rey. Omong-omong kamu lucu juga jadi polisi. Cocok."


"Uhh.. Makasih." Rey tersipu-sipu. "Demi Joy, alu jadi apa saja bisa kok."


"Aku sih sukaan kalau Rey jadi... Pangeran Katak."


"Biar bisa dicium Joy? Mau dong.."


"Dasar Rey polisi nakal!"


Keduanya tertawa bareng. Ide Rey yang cemerlang rupanya sukses, Joy pun tak lagi dirundung rasa tak nyaman. Tapi kira-kira, bagaimana Joy bisa mengatasi pekerjaannya sendirian, sementara Bos Bee mencari pengganti Pew dan Mew?

__ADS_1


__ADS_2