
"Jadi, apa yang dapat kulakukan?" Rey sejujurnya sedikit malas harus berurusan lagi dengan si Naga Wanita Everiental yang dulu pernah suka padanya, dan bahkan berusaha keras menjauhkannya dari Joy. Tapi mendengar bahwa Xiao Jie mencuri cincin pernikahan ayah-ibunya, yang herannya masih dijaga ayahanda raja dengan baik selama ini, kok jadi gemas sendiri, ya?
"Kalian bisa membantu sedikit dengan memancing Xiao Jie keluar. Ia 'kan dulu dan mungkin juga sampai detik ini masih suka padamu! Eh, maaf ya Joy, bukan untuk memanas-manasimu atau membuatmu menangis membayangkan yah!" Agnez nyerocos terus seperti kereta api yang tak bisa disetop begitu mudah, "Karena Raja Friedrich juga tak mau publik sampai tahu masalah ini, sebab ia akan sangat malu apabila tahu istri perawannya kabur dari istana seperti dulu kau pernah kabur, Rey! Publik akan menganggapnya tak bisa menjaga keluarga sendiri! Maka dari itu ia tak mau intel dan mata-mata biasa turun tangan mencari cincin pernikahan. Xiao Jie hilang bersamaan dengan cincin itu, karena itu kami semua curiga ia yang mengambilnya! Ia merencanakan sesuatu!"
"Oke, oke, oke, baiklah. Jadi, Agnez dan Bro Yin Yang, kalian ingin aku dan Joy berangkat ke Evertonia untuk memancing kehadiran Xiao Jie sekaligus menemukan cincin itu?"
"Sejujurnya, oh, eh, ya, tentu saja Bro Rey! Maaf ya bila kami hanya bisa memikirkan ini sebagai solusi terbaik. Karena Xiao Jie sangat licin seperti belut, ular, dan naga betina, eh, wanita, yang tak mudah menampakkan diri karena takut tertangkap oleh raja."
__ADS_1
"Oh ya, satu lagi, Agnez! Tadi kau sebut Xiao Jie masih perawan?" Joy nimbrung dengan penuh rasa penasaran. "Bukankah ia sudah menikah dengan Raja Friedrich bahkan sebelum aku hamil Dede Harvey?"
"Ya! Tapi dengar-dengar 'sih, Raja Friedrich tak pernah mau ninuninu dengannya. Bahkan berciuman saja tidak. Padahal kalau cowok lemah iman seperti Yin dan Yang ini bila diajak goyang pasti mau saja!" ledek Agnez, sambil ditambah geraman Yin Yang di belakangnya, "Enak saja! Walau jones, kami tak sudi jadi pebinor, walau ia masih tingting segelan plastik dan bodinya begitu aduhai!"
"Hmmm, mungkin benar, ayahku menikahinya hanya demi mengendalikannya saja sekaligus sebagai istri boneka, bukan karena cinta. Apa mungkin ia masih mencintai ibuku, Mayvelina?" Rey sedikit mulai penasaran.
"Aku 'sih oke-oke saja, mumpung ini juga masih masa liburan sekolah. Tapi nanti Hay menangis dan lapar melulu?" Joy masih sedikit khawatir membiarkan bocah bungsunya si Radar Makanan itu menginap dengan Mama.
__ADS_1
"Makanan yang dimasak Oma (Mama Joy) juga enak kok! Aku mau aku mau!" si Kakak Maverick mengiyakan, teringat masakan enak-enak yang juga sering disajikan Oma. "Aku janji akan jaga adikku baik-baik dan takkan bertengkar!" ia berlagak seperti anak yang sudah besar.
"Eh, Papi, Mami, omong-omong, seperti tadi Tante Agnez bilang, perawan itu apa 'sih?" tambah bocah pintar paling ingin tahu sedunia yang cerewetnya seperti burung cucakrawa itu.
Rey dan Joy berpandang-pandangan, kebingungan menjelaskan. "Ohhh, artinya hutan yang belum pernah dijelajahi manusia. Contohnya hutan hujan perawan di Evermazon!" akhirnya mereka kompak berbicara gantian sambil cengar-cengir, "Iya, betul! Nanti kau tahu sendiri ya! Mami dan Papi buru-buru!" mereka tertawa geli, maklum, papa dan mama muda, belum pengalaman jawab pertanyaan yang kayak begini!
Akhirnya jadi juga, pasangan kita Rey dan Joy berangkat ke Evertonia setelah jadi menitipkan Mav dan Hay di rumah Mama Joy alias Oma. Tentunya kali ini juga Rey-Joy diam-diam saja, tak ingin publik tahu kedatangan mereka.
__ADS_1
Setibanya di istana Evertonia yang megah, mereka tak masuk ke dalam lewat pintu utama, melainkan hanya bertemu dengan sahabat-sahabat mereka di suatu paviliun rahasia.