The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Biru Segar


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Joy tak habis pikir, kemana Rey akan membawanya? Ternyata, ke sebuah tempat yang sebetulnya tak terlalu jauh dari rumah, tapi dekat dengan pantai.


Sebuah kolam renang bersuasana tropis. Dan tak ada satupun pengunjung lain di sana. Rey rupanya telah mem-booking seluruh tempat itu sehingga tak ada pengunjung lain di sana. Hanya ada mereka berdua dan kolam yang luasnya dari ujung ke ujung.


"Rey, kamu sudah gila ya?" rutuk Joy. "Ini kan pasti mahal sekali biaya sewanya, bukannya kamu Pangeran Katak yang bokek?"


"Waduh, iya juga sih. Tapi kali ini khusus, super duper spesial, hanya untuk Joy. Pangeran sesekali royal gapapa. Toh sebetulnya aku masih punya dukungan walau jarang kupakai atau kugunakan kecuali kalau terpaksa." Rey cuma nyengir.


Joy mencibir kesal, padahal dalam hatinya ia suka banget dengan air. Sejuk dan jernih bening menggoda.


"Pakai ini," Rey mengulurkan sebuah tas berisi sesuatu.


"Apa ini?"


"Sudah, coba saja. Dasar Joy kepo. Nanya melulu. Jangan lama-lama yah. Guyur sedikit, biar segar dulu baru kita nyebur." Rey mengedipkan sebelah mata.


"Rey pakai apa?"


"Pakai celana renang dong. Masa pakai celana TharZan? Atau malah gak pakai apa-apa?"


Joy merona. Rey nyengir nakal sekali, ia memang paling senang bikin muka gadisnya memerah.

__ADS_1


"Sudah, jangan dibayangkan, belum waktunya." Rey tertawa kecil sambil berpamitan ganti baju ke kamar ganti pria.


Joy di kamar ganti wanita pelan-pelan membuka bingkisan dari Rey itu. Apa sih? Baju renang?


OMG. Bikini midi dua potong berwarna merah. Tidak terlalu minim sih, tapi cukup seksi. Joy seumur-umur belum pernah membeli apalagi memakai pakaian renang seksi. Bukan karena terlalu sopan atau kaku, tapi gegara kurang pede alias percaya diri!


"Bagaimana?"


Rey menengadah. "Wow. Joy seksi tanpa celana panjang dan kaus t-shirt gombrong" pemuda itu bersiul.


"Jelek?" Joy masih merasa ingin menutupi bagian dadanya yang walau tak berpotongan terlalu rendah tapi cukup tergaris jelas belahan di sana.


"Cantik. Merah cocok untukmu. Pas." Rey mengeluarkan kamera. "Aku foto?"


Rey juga hanya mengenakan celana renang hitam selutut. Tubuhnya tak terlalu tinggi, tapi proporsional, ramping dan juga masih berisi. Kulitnya yang putih mulus membuat Joy kagum sekaligus iri.


"Kau juga tampan dengan celana renang itu." Joy deg-degan karena baru kali ini melihat Rey sedekat ini hanya dengan sepotong dua potong pakaian minim.


"Uhh, terima kasih. Aku bukan atlet atau artis jadi tubuhku ya biasa saja."


"Kau pangeran."

__ADS_1


Rey tertawa. "Posemu ini juga lumayan. Bukan untuk iklan. Hanya untuk kenang-kenanganku saja." ia tak ingin berlama-lama memotret Joy, sadar kalau mereka di sana bukan untuk main fotografer - model-modelan.


Menceburkan diri ke air yang bening, mereka masing-masing berenang beberapa kali bolak-balik ke ujung yang cukup jauh dari kolam asimetris berbentuk pantai buatan itu. Joy merasa segar dan nyaman. Rey juga asyik berenang dengan cekatan, sepertinya ia sudah terlatih. Joy merasa gerakannya sendiri lebih kaku, sudah lama tak menyentuh air kolam renang.


"Wah, terik-terik begini, enaknya minum jus segar." Rey mengajak Joy ke bar yang masih berada di sisi kolam. "Kau mau minum apa?"


"Jus semangka sepertinya segar."


"Karena tak ada petugas atau bartender, maka izinkan aku yang buatkan untukmu." Rey berdiri, pindah ke sisi dalam bar, dan dengan tangkas meracik jus untuk mereka berdua. Ia sudah terbiasa, sebab hobi dan bakat terpendamnya masak-memasak dan membuat minuman. Rey memang pangeran serba bisa! Joy kadang merasa minder sendiri.


"Joy, aku senang hari ini bisa berduaan saja denganmu di sini." ucapnya setelah minuman mereka jadi. Dua gelas tinggi berisi jus semangka merah dingin yang hampir penuh plus sedotan panjang, sebuah pengaduk dan hiasan irisan belimbing berbentuk bintang.


"Uh, aku juga, Rey." Joy menyeruput jus semangkanya yang dingin segar, cukup kental dan tak terlalu manis. "Rey bisa aja bikin jus segar begini."


"Belajar di dapur istana dengan koki kerajaan," Rey tertawa. "Aku juga suka mem-brew kopiku sendiri. Aku gak suka dilayani. Kadang memang aku malas, tapi aku lebih suka mengerjakan semuanya sendiri."


Joy masih sedikit malu juga bila teringat betapa Rey begitu mandiri, tak seperti dirimya masih asyik bermanja dengan mama. Rey yang bahkan belum tahu siapa ibu kandungnya, Rey yang sudah sangat lama hidup sendiri.


"Rey, uh, maafkan aku ya, selama ini aku sibuk cari kerja dan tak memperdulikanmu. Tapi aku malah ngambek bila kau sedang sibuk belajar."


"Aku yang mestinya minta maaf. Dan aku juga harus segera lulus menyusulmu dan juga cari kerja. Supaya suatu hari bisa lepas dari bayang-bayang ayahanda raja. Dan tentu saja, agar nanti bisa cepat menikahimu."

__ADS_1


Ups. Astaga, Rey? Joy tersipu-sipu.


__ADS_2