The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Selamat Bekerja! Tapi..


__ADS_3

Keesokan harinya alarm ponsel Joy berbunyi, ia pun buru-buru bangun, tak mau sampai terlambat ke kantor barunya. Nanti poin penilaian berkurang. Joy mandi, sarapan, lalu berangkat kerja penuh semangat. Pukul setengah delapan sudah tiba.


Syukurlah kantor perusahaan periklanan kecil yang ia berhasil masuki lingkungannya gak formal-formal amat. Jadi gak perlu pakai sepatu hak tinggi, blus dan rok sepaha segala. "Rajin banget, Joy, santai aja," kata Bos Bee, bos barunya.


Orangnya juga tampil berbaju santai, berkepala botak, berkacamata dan tak banyak ambil pusing. Joy diberi kursi dan meja kerja sendiri, serta satu set komputer berlogo Apel Digigit.


"Perkenalkan, ini rekan kerjamu Ms. Mew dan ini Mr. Pew." Bos Bee memperkenalkan 2 orang stafnya kepada Joy. Mew, cewek muda cantik menor nyentrik dan Pew, cowok muda bergaya flamboyan ala selebriti Khoreya. Mereka sedikit lebih berumur dari Joy, tapi gayanya masih funky seperti anak muda. Joy merasa malu, ia juga nyentrik tapi masih jauh lebih sederhana.


"Hai." sapa mereka, biasa saja, tersenyum formal.


"Hai juga. Nama saya Joy. Mohon bimbingannya." Joy berusaha ramah dan sopan.


"Oh, kau Putri Zoy yang di TV itu ya, calon istri Pangeran Rey," Mew dan Pew segera mengenalinya. "Hebat. Terkenal dong. Selamat datang di Bee Advertising, semoga betah."


"Oh, iya, belum sih. Terima kasih. Saya akan berusaha bekerja sebaik mungkin."


Dan sepanjang hari itu Joy sibuk mempelajari dari Bee, Mew dan Pew bagaimana caranya Joy akan bekerja dalam tim. Semua orang kantor barunya sepertinya baik, walau masih belum terlalu akrab. Mereka sibuk berdiskusi, lalu menunjukkan alur kerja di Bee Adv.


Sorenya Joy pulang dengan tubuh lelah, tapi cukup gembira karena hari pertama kerjanya cukup menyenangkan. Untunglah ia dulu kuliah di jurusan seni, jadi rasanya hampir seperti bermain saja, tak seberat pekerjaan sebangsa hitung-menghitung atau lainnya. Dan memang cuma seni dan keindahan bidang yang Joy paling kuasai, jadi ia segera merasa cocok.


"Hai!" sapa Rey di telepon tak sabaran saat Joy baru selesai mandi dan makan. "Bagaimana hari pertamamu, karyawati baru? apakah kau senang? Enakkah bekerja di kantor?"

__ADS_1


"Hai, Pangeran Katak. Aku rindu padamu."


"Aku juga! Eh, kau belum jawab pertanyaanku. Bagaimana hari ini tadi?"


"Lumayan. Bosku bernama Bee, terus ada rekan kerja dua orang, Ms. Mew dan Mr. Pew."


"Cowoknya dua? Hmm.." ada rasa cemburu di nada rendah Rey.


"Mr. Pew katanya sudah punya istri. Bos Bee, kayaknya sih belum."


"Dia ganteng?"


"Ha ha ha. Syukurlah kau suka rambutku. Hati-hati ya, walau cowoknya cuma dua. Siapa tahu nanti ada kenalan baru klien yang ganteng."


"Rey! Uh. Posesif amat sih."


"Biarin. Kalau ada yang berani macam-macam pada Joy, akan kudatangi kantormu." rajuk Rey.


"Ah, Rey. Jangan terlalu kuatir. Aku akan baik-baik saja di sana."


"Sabtu libur kan? Kita tetap bisa pergi kencan kan?"

__ADS_1


"Tentu saja! Bee Adv. kecil kok, bukan perusahaan periklanan besar. Tak terlalu sibuk."


"Karena aku masih mau jalan denganmu, walau kita berdua sibuk, tetap ada quality time." Rey tersenyum, walau Joy tak melihatnya.


"Aku rindu. Tentu saja! Aku semangat kerja juga karena membayangkan Rey." aku Joy malu-malu, "Aku sayang kamu."


"Aku juga sayang banget sama Joy. Semoga sukses ya. Doakan aku juga agar proyek galeri fotoku berhasil."


"Tentu."


Keesokan harinya, Joy datang pagi-pagi juga ke kantor. Sampai seminggu atau dua minggu setelah ia bekerja, semua masih terasa baik-baik saja, Joy tambah betah dan mulai menguasai tugas rutinnya. Edit foto, menyiapkan konsep, dan membantu Bos Bee sesekali bila ada meeting dengan klien.


Sampai pagi hari itu, dimana Bos Bee belum datang cepat seperti biasanya karena katanya ada keperluan. Pintu kantor tak dikunci, jadi Joy langsung masuk saja.


Ups. Astaga.


Joy tak sengaja melihat di ruang tamu, ada dua sosok sedang duduk di sofa berkencan mesra. Mereka tadinya belum sadar akan kedatangan Joy. Tapi suara pintu terbuka membuat mereka tersadar.


"Oh, hai Joy." Mew terkesiap, buru-buru merapikan bajunya sementara Pew buru-buru kembali duduk sewajar mungkin. Keduanya sambil berdeham segera pasang tampang tak berdosa.


Sedang apa mereka berduaan begini di sini? Dan bukankah Pew sudah punya istri?

__ADS_1


__ADS_2