The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Terima, Gak Terima... yang Penting Bahagia!


__ADS_3

Melihat perkembangan yang 'menggembirakan' itu, Mayvelina tak ingin langsung bilang 'ya' begitu saja, walaupun dalam hatinya ia sedikit terkejut juga melihat mantan suaminya ini mulai melunak. Ingin menangis haru tapi kok rasanya terlalu cepat. Hmm, cowok memang walau sudah tua tapi tetap saja kadang-kadang seperti kanak-kanak, atau bayi besar yang tak ingin ditolak tapi juga keras kepala dan mau dimanja. Namun kali ini memang Raja Friedrich tak sedang bercanda. Ia pasti sudah berusaha keras menekan gengsinya hingga tiba di level terendah.


Dan mengakui bahwa ia masih memiliki impian dan harapan agar bisa bersama May lagi, serta tentunya bersatu lagi dalam sebuah keluarga.


Jika tidak begitu, ia takkan kebat-kebit sebegitunya saat cincin pernikahannya hilang. Ia akan cuek saja dan berlagak tak tahu, serta terus nyaman melanjutkan bersandiwara suami-suamian dan istri-istrian bersama Xiao Jie. Bahkan mungkin leluasa dan enjoy saja menangkap Xiao Jie dan memasukkannya ke sangkar emas betulan!


Kini setelah Xiao Jie mengembalikan cincin melalui Rey dan May, serta sama-sama berkeinginan untuk membatalkan pernikahan yang hanya 'ikat-mengikat' tanpa adanya 'cinta' seperti di judul sinetron primetime kegemaran mamak-mamak Evernesia, Friedrich merasa memang sudah saatnya kembali mencoba berdamai.


Serta jatuh cinta lagi.

__ADS_1


"May, jadi, maukah kau kembali menjadi ibu Rey dan juga istri seorang raja tua yang selama ini berhati batu, egois serta hanya memikirkan negaranya saja tanpa perduli pada keluarga sama sekali?" sekali lagi Friedrich memohon.


"Asal kau kali ini jangan menceraikanku lagi, Yang Mulia. Cukup satu kali saja dalam hidupku kau membuatku dan anakmu sedih. Sekarang kami berharap kau akan menjadi ayah dan suami yang baik.."


Akhirnya May mengulurkan tangan kanannya dan jari manisnya untuk sekali lagi dimasuki sebuah cincin 'pengikat' walau tanpa benang, tali dan rantai, dan Raja Friedrich kali ini sudah betul-betul terharu.


Walau hatinya keras dan juga tak mudah berkata-kata puitis, namun dengan lembut ia berkata, "Terima kasih, May! Terima kasih telah membukakan pintu maafmu dan juga pintu hatimu. Sekarang kita akan selalu bersama-sama lagi untuk selamanya. Namun untuk itu, kau hanya akan menjadi permaisuri atau pendampingku saja. Bukan seorang ratu."


Kedua mantan itu kini berhadapan, dan tetiba saling memeluk dengan mesra di luar dugaan mereka masing-masing. May merasa malu-malu pada awalnya, begitu pula sang mantan suami yang ternyata masih merasa jelas ada getar-getar asmara antara mereka. Cinta walau sudah berpuluh tahun memang tak bisa reda begitu saja, bagaimanapun keras hati menyangkalnya.

__ADS_1


"Friedrich, aku begitu gembira kau mau menerimaku." haru May hampir meneteskan air mata.


"Jangan bergembira dahulu. Aku belum bilang aku menerimamu.."


Ehhh ??? - May terperangah.


"Aku tidak menerimamu. Aku menginginkanmu!"


"Huh, raja tua yang mulai jago bermain kata-kata seperti putra kita Rey!" kesal May yang sempat mengira Friedrich hanya mengerjainya. "Ayo kita segera kabarkan berita gembira ini kepada Rey-Joy dan semua orang!"

__ADS_1


Dan tentu saja tak butuh seberapa lama bagi pasangan mantan yang ingin kembali jadi manten itu untuk menyebarkan kabar kepada Rey-Joy serta semua sahabat mereka, Putri Agnez dan duo Yin-Yang.


Mereka pada awalnya terkejut namun sangat gembira, "Wahhh, ide-ide Rey kali ini jalan semua! Xiao Jie dan Shuai Tian jadian, ibu-ayahnya balikan..." girang si ember Putri Agnez, "Kuharap suatu hari nanti Rey juga menolongku mencarikan jodoh dari Khoreya! Cowok bervisual manis tapi tetap cowok banget seperti dirinya!"


__ADS_2