The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Pertemuan (Pertama) dengan CLBK (Bagian 2)


__ADS_3

"Ah, masa sih?" Xiao Jie sepertinya gak gampang-gampang amat percaya. "Kau 'kan begitu suka sayang dan cinta pada si Tomboy Berkacamata alias mata empat, dan udah ada dua jagoan juga! Berpisah? Cih, gak mungkin banget ya.." Naga Wanita itu masih jual mahal dan mencoba berkelit.


"Eh, aku dan Joy sudah tak punya hubungan apa-apa lagi! Aku 'kan mau jadi raja! Sebab ayahku.. ayahku sekarang stres berat! Ya!


Kemarin ada masalah yang bikin dia stres berat, jadi aku mau naik tahta!


Aku dan Joy memang takkan bisa bersatu anyway. Karena memang di antara kami memang, ehhh, sudah gak ada ikat-ikatan. Memang enak diikat kayak si kaki empat yang diikat majikannya biar gak kabur atau hilang dicuri orang?"


Cerocos Rey itu menarik perhatian Xiao Jie, apalagi tangannya yang hangat masih terasa enak sekali memeluknya.


Tentu saja, apalagi 'Sang Pangeran' yang ini masih tingting banget, aslinya masih belum kenal cewek malah! Sementara Shuai Tian sendiri agak kaget menemukan keberanian berakting yang selama ini belum pernah diolahnya.


"Serius, Raja Friedrich stres berat?" Xiao Jie terkekeh. Berarti rencanaku dan semua perkara pengambilan cincin ini sukses dong! Kali ini malah ada bonus, dipedekate CLBK Baby Face Prince memang paling mantap sedunia!

__ADS_1


"Jadi Rey sekarang jadi duren dong?"


"Duren yang paling berisi, creamy, wangi dan tasty, bukan montong, montok-montok kosong!" Rey semakin berani.


"Kalau begitu, yuk kita jalan-jalan dulu mengenang masa lalu.." ajak Xiao Jie.


"Duh.. gimana ya? Aku 'sih oke-oke saja, tapi publik sepertinya belum tahu tentang perpisahanku dengan Joy dan kami gak mau buat heboh dulu, nanti Lambe Manyun bergosip lagi.." tolak Rey sehalus mungkin.


"Bagaimana kalau kita ke tempat yang lebih privat aja, misalnya di tempat kost-mu?"


Ehhh... aduh kelepasan - Rey aspal itu baru nyadar bila Rey sungguhan pasti belum tahu.


"Habis, kulihat kau mau masuk ke bangunan ini, jadi kuduga kau tinggal di sini deh," Rey buru-buru berkelit.

__ADS_1


"Baiklah, yuk masuk dulu, nanti kuceritakan semua kepadamu! Tapi jangan harap kau semudah itu mengambil hatiku lagi ya, karena tak seperti di sinetron-sinetron itu, aku bukan cewek gampangan dan murahan yang mau saja diikat-ikat. Sudah cukup ayahmu saja! Dan aku masih punya sesuatu darinya, ups.." Xiao Jie juga hampir keceplosan! Rey juga jangan tahu dulu tentang cincin dah! Gawat kalo dia tahu semua, sekarang mendingan kuselidiki dulu maunya duren ini...


Rey tentu saja senang betul saat Xiao Jie menariknya masuk ke tempat kost-nya.


Sasaran berhasil dimasuki, misi pertama sukses.


Tempat kost Xiao Jie didominasi warna merah. Entah kenapa, ia dan Joy selain mirip sekali, dalam beberapa hal pun memiliki kesamaan. Sama-sama suka warna merah dan sama-sama galak! Hanya saja, Joy lebih ke tipe cewek singa dibanding tipe naga wanita! Masih sedikit lebih tertutup, sedangkan Xiao Jie pede habis!


"Kau duduk dulu, aku ambilkan bir dingin!"


"Jam segini minum bir? Aku tidak suka bir..."


"Reinhard mau minum apa?"

__ADS_1


Shuai Tian si Rey aspal berusaha mengingat-ingat minuman kesukaan Rey asli. "Secangkir kopi susu saja. Tanpa gula."


__ADS_2