The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Mr. Park Minggir Dulu! Terus Bagaimana dengan Bos Bee?


__ADS_3

"Uhh, Rey, by the way, ide gilamu memang berhasil sih, tapi kamu bikin image-ku jadi penyakitan. Bawaan dari lahir? Alergi? Seizure? Amit-amit deh! Jauh jauh dariku dah!" Joy sedikit gemas juga dengan analisa Doc Rey yang super konyol dan gak masuk akal.


Entah apa yang akan terjadi nanti bila besok Senin Mr. Park datang ke kantor lagi. Semoga tak sampai mengganggu bisnisnya dengan Bee Advertising.


"Tenang saja, dengan begitu Mr. Park dijamin takkan pernah ingin untuk pedekate, colak-colek apalagi ngajakin kamu kencan lagi. Mana mau dia aku ikuti terus seumur hidup apalagi bila kamu jadi istrinya, aku harus ikut dia sampai pulang ke Khoreya!" Rey menggandeng Joy masuk kembali ke mal. "Yuk kita jalan-jalan dulu sejenak di sini sebelum kita pulang."


"Ayo, asal jangan makan makanan Khoreya lagi ya. Aku lebih suka asin, tak begitu suka asam dan pedas."


"Baik, malam ini Joy mau ngemil apapun aku traktir. Kebetulan kemarin ada sedikit rejeki dari galeri."

__ADS_1


"Tabung dong, untuk biaya kita nikah nanti."


Mata sipit Rey berbinar-binar. "Tentu saja! Supaya orang-orang seperti Mr. Park tak berani lagi coba-coba mendekati gadis polos sepertimu. Tak perlu jual mahal apalagi kata-kata kasar untuk bilang tidak, iya kan? Kujamin Senin besok ia takkan berani mengganggu lagi. Seandainya ia masih berani, Opsir Polisi Rey Coverunder siap beraksi lagi mengungkap kriminal pelecehan di kantor!"


"Idih, ogah! Rey sudah sering menolongku, jangan sampai semua orang jadi tahu kau jago menyamar."


"Masih besok-besok baru Mr. Park ada appointment lagi dengan kami. Jadi nanti saja kita lihat apa yang terjadi."


**********

__ADS_1


Senin pun datang, begitu juga Mr. Park masih muncul seperti biasa ke kantor. Joy sempat deg-degan, takut bila ketahuan kemarin cuma berpura-pura saja sakit saat berkencan. Tapi syukurlah, ternyata Mr. Park mulai saat ini tak ingin lagi dekat-dekat Joy. Hanya buru-buru bicara berdua saja dengan Bos Bee, lalu pergi secepat mungkin.


Setelah ia berlalu, Bos Bee pun hanya berdua lagi dengan Joy. "Uh, Joy, kelihatannya ada yang aneh dengan pria itu. Kau dan dia sedang ada masalah ya?"


"Eh, oh, tidak sih, Bos, hanya saja, saya sempat menolaknya." jujur Joy dengan wajah memelas, "Mr. Park kemarin mengajak kencan dan saya mengecewakannya. Apakah saya salah?"


Bos Bee diam sesaat. Joy jadi deg-degan kuatir dimarahi. Tiba-tiba pria itu tertawa terbahak-bahak. "Ha ha ha, tentu saja tidak salah. Kau kan pacarnya Pangeran Rey dari Evertonia. Jujur saja, Mr. Park itu juga sebetulnya bukan kustomer favoritku. Perusahaannya boleh saja hebat, besar dan terkenal, tapi sebenarnya pelitnya setengah hidup. Memberi penawaran harga serendah-rendahnya tapi mau laba besar. Bila proyek kali ini selesai, aku juga tak ingin mendapat proyek lanjutan dari kustomer sepelit itu." Boss Bee buka rahasia sambil tersenyum senang, "Baguslah bila Joy berhasil membuatnya fed up. Jadi kita masih bisa melanjutkan pekerjaan ini hingga selesai tanpa membuatnya terus-terusan mondar-mandir kemari melulu dan mengganggumu. Sebentar lagi juga akan ada proyek besar yang lain. Kita sedang negosiasi kontrak model iklan sebuah produk fashion ternama. Kau bisa mulai membantu dengan menyusun konsep untuk iklan majalah, billboard dan model."


"Siap, Bos Bee!"

__ADS_1


__ADS_2