The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Jangan Berani Bilang Sama Bos, Atau...


__ADS_3

"Uh, oh, Maaf," lirih Joy masih dalam rasa kaget dan takutnya, seraya ingin melangkah masuk seakan tak melihat apa-apa di ruang tamu kantor itu.


"Hei hei hei, mau ke mana Joy, tunggu dulu. Kami belum selesai bicara!" Mr. Pew sedikit kasar kali ini, menegur Joy dengan nada sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya. Ia berdiri dan mencengkeram erat lengan gadis karyawati baru itu.


"Lupakan saja semua yang baru kau lihat pagi ini. Jangan pernah bilang Bos Bee," ucapnya di telinga Joy, kasar dan dingin.


"Mohon kerjasamanya, kalau kau tetap mau bekerja di sini." tambah Ms. Mew sambil tertawa dengan nada tak enak. "Apalagi kalau istri Pew sampai tahu, kau siap-siap saja kami berikan penilaian buruk agar Bos Bee segera menyuruhmu angkat kaki dari sini! Ha ha ha ha ha ha ha!"


Uh. Ancaman. Joy hanya bisa menggigil tak berdaya. Senior-seniornya ini rupanya berselingkuh dan kepergok Joy, tapi malah mengancamnya untuk tak mengadu!


Apa yang harus kuperbuat? Joy seharian resah. Bos Bee yang datang agak siang pun mencium perubahan sikap Joy dan juga kedua anak buah lamanya, namun karena semuanya berdiam diri, ia tak bisa bertindak apa-apa.


Bos Bee harus tahu. Tapi aku gak punya bukti. Dan posisiku sebagai anak baru sangat lemah. Bicara saja diam-diam tanpa bukti kuat bisa dianggap Bos Bee sebagai fitnah. Serba salah!

__ADS_1


Dan selama sisa minggu itu Joy bekerja dengan penuh kegelisahan, sementara Pew dan Mew makin berani saja. Saat Bos Bee sedang ada meeting keluar kantor, mereka asyik masyuk di mana saja, bahkan di ruang tamu sambil mengunci pintu depan, sementara Joy hanya bisa bekerja sambil pura-pura tak melihat. Ih, bukannya aku iri, tapi perselingkuhan ini sangat menjijikkan! Dan aku tak punya keberanian maupun siapa-siapa yang bisa menolongku keluar dari situasi ini.


Dan saat Sabtu tiba, Rey tentu saja datang menjemput dengan senyum riangnya, wajah tampan baby face yang selalu membuat Joy gemas. Tapi kali ini ada yang berbeda. Joy tak seceria biasanya.


Saat mereka makan malam di mal, Rey yang sambil makan asyik berceloteh menceritakan sebuah film yang ia tonton di DVD pun tak didengarkan oleh Joy, yang hanya duduk bengong menatap makanan sambil mengaduk-aduk minumannya.


"Joy, halooo, kau tak dengar ceritaku? Ada apa?" Rey mengerti juga akhirnya, si gadis pendiamnya pasti sedang dalam masalah. "Dimarahi Bos Bee? Kau membuat kesalahan?"


"Tidak, aku..." Joy masih berusaha mengelak.


"Uh, baiklah.." akhirnya Joy memberanikan diri mengungkap detail kejadian pagi menghebohkan itu kepada Rey. "Jadi begitu ceritanya. Duh, malu, takut, segan..."


Rey termenung. "Oh, jadi ada juga ya kejadian selingkuhan seperti itu di real life. Kupikir hanya di cerita drama Khoreya kantoran saja."

__ADS_1


"Dan aku merasa bersalah pada istri Pew, meski belum kenal secara langsung." nada suara Joy kini seperti mau menangis. "Rasanya kok aku yang salah besar kalau aku gak berani jujur pada Bos Bee.. aku..."


"Sudah, cup cup, sudah.." Rey menepuk-nepuk bahu Joy menenangkannya.


"Aku akan menolongmu." janji si Pangeran Katak Rey sambil tersenyum lagi.


"Hah? Jangan katakan, kau akan datangkan Yin dan Yang mengawalku, atau kau sendiri datang dengan jubah kebesaranmu sebagai Pangeran dari Evertonia ke kantorku."


"Uhhh, ha ha ha... tak akan seperti itu juga kali, Joy..." Rey tergelak.


"Pokoknya Joy tunggu besok Senin. Akan ada kejutan di kantor Bee Advertising dari Rey."


"Uh, apa-apaan sih?"

__ADS_1


"Kau tunggu saja, tinggal duduk manis kok. Dan ingat, no comment atau kaget ya Senin nanti." tutup Rey sambil memberikan senyum termanis.


Rencana apa lagi sih, Rey? Semoga takkan sampai gagal dan malah menghancurkan karirku.


__ADS_2