The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Jatuh Cinta pada Rasa (bukan) Pertama?


__ADS_3

Dengan ragu dan malu-malu Shuai Tian mengizinkan Sang Naga Wanita memasuki dapurnya yang sempit dimana puluhan botol bumbu tersusun rapih di rak dan juga aneka bahan-bahan makanan segar seperti sayur-mayur, buah, dan aneka bahan makanan lainnya. Walaupun dapurnya kecil tapi semua apik tertata. Sang pemuda jones itu tak suka dapur yang bau dan berantakan, karena baginya kebersihan adalah segalanya.


"Hmmm, Anda koki yang begitu bersih dan apik. Seandainya aku kritikus restoran tentu saja kuberikan nilai 9.9 untuk Anda. Siapa namamu, Tuan Koki?" tiba-tiba Xiao Jie berbalik dengan wajah tegas alias fierce, menatapnya dalam dan tajam.


"Ehh, terima kasih, xie xie, nama saya Shuai Tian, Ma'am." pemuda itu spontan membuang muka berlagak ingin membersihkan sesuatu sambil meraih lap. "Saya memang perfeksionis, mungkin agak sedikit obsesif kompulsif, jadi tak suka melihat ada debu atau beras jatuh sebutirpun."


"Shuai Tian, kau boleh memasakkanku apa saja yang lezat, mengenyangkan dan juga disukai siapa saja. Kalau bisa dengan bahan sesederhana mungkin karena hari ini aku sedang tak mau makan mevvah!"


Xiao Jie sering tak memperhatikan wajah lawan bicaranya, tapi untuk sesaat tadi ia sempat melihat perawakan dan juga gestur Shuai Tian yang entah mengapa mengingatkannya pada seseorang. Tapi dengan cepat ia menepiskan pemikiran itu bagaikan menepiskan nyamuk yang sering hinggap di kulit mulusnya.

__ADS_1


Shuai Tian sedikit berpikir sebelum menemukan ide menarik.


"Nasi goreng khas Everiental adalah kesukaan semua orang termasuk anak-anak. Cukup dengan sedikit minyak, bawang putih cincang ditumis hingga wangi, goreng telur dan aduk hingga menguning keemasan, lalu masukkan sepiring nasi bersuhu ruangan dalam keadaan tak bergumpal, dan aduk rata dengan api sedang, tambahkan merica, kecap asin atau manis, dan irisan cabai bila suka, selesai. Bahan tambahannya nanti sesuai selera. Sederhana, mudah dan cepat." ujar Shuai Tian sambil mempraktekkan ilmunya seperti demo-demo masak ahli di televisi.


Biasanya ia gugupan, tapi kalau soal masak, dengan luwes dan lancar ia mengolah masakannya dengan begitu mudah ibarat bermain masak-masakan saja.


Xiao Jie memperhatikan pemuda berkacamata hitam itu dengan keheranan yang tidak biasanya ia tunjukkan. Semua cowok selalu dianggapnya remeh, hanya terhadap Pangeran Rey saja ia dulu begitu terpesona hingga terbawa mimpi dan muncul segudang ambisi.


Sesuatu yang berbeda hari ini ia rasakan, ibarat anak kecil yang menonton pertunjukan sulap untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Aku belum pernah melihat cowok masak sehebat ini walaupun cuma nasi goreng, sesuatu yang biasanya aku bikin asal-asalan saja dari nasi kemarin bila sedang malas wisata kuliner. Kok bisa ya cowok ini memasak begini menggugah selera membuat perutku jadi kerucukan dan keruyukan hingga air liurku pun nyaris menetes?


Dan akhirnya tersajilah sepiring nasi goreng hangat lengkap dengan topping merah cabai, kuning telur dan hiasan irisan timun hijau menggugah selera seperti di film-film tentang masakan.


Xiao Jie mengendusnya sesaat, wanginya seperti pernah ia cium entah di mana.


Shuai Tian tadi memang percaya diri, tapi lagi-lagi momen saat Xiao Jie menyuap dirinya sendiri untuk pertama kali membuatnya ragu.


Duh, bila saja bukan Putri Everiental, dan juga calon target operasi pencarian cincin, aku takkan segelisah ini. Juga apabila masakanku kali ini gatot alias gagal total lantaran terlalu sederhana!

__ADS_1


Dan sama seperti kemarin, Xiao Jie memberikan ekspresi datar saat mengunyah nasi gorengnya.


Duh.. juga masih kurang yakin, kira-kira dia tahu gak ya, kalau aku akan menjadikan dia target operasi pencarian cincin sang raja ???


__ADS_2