The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Penikung!


__ADS_3

Sore itu Rey memutuskan untuk datang ke rumah Joy sebagai tanda kepeduliannya, juga kekuatiran karena lama tak ada kabar.


Sayangnya, Joy enggan keluar kamar. Mama Joy yang menerima kedatangan Rey seorang diri, berulang kali minta maaf.


"Duh, Pangeran Rey, maafkan Joy ya, sepertinya ia masih ngambek."


"Memang salah saya sih, Mama Joy. Duh, saya terlalu sibuk dengan pekerjaan baru saya, bagaimana ya? Dan juga saya mau minta maaf karena belakangan ini selalu diajak bicara berdua dengan sahabat Joy di kantor yang kebetulan juga teman lama saya di SMA dulu. Tapi memang tak ada yang spesial di antara saya dan cewek itu." Rey tersenyum malu.


"Nanti Mama Joy akan sampaikan kepada Joy, karena Joy cemburuan sekali dan ia juga sedikit sensitif. Sejak papanya tiada, Joy tak begitu mudah percaya pada siapa-siapa. Mama Joy maklum, Joy kelihatannya saja kuat, galak, kasar dan juga sok tegar, padahal ia sangat rapuh."


"Saya juga bermaksud ingin segera bekerja mengumpulkan uang untuk kelak, ehm, membahagiakan Joy." aku Rey dengan wajah bersemu dadu.


Joy rupanya diam-diam mendengarkan dari balik pintu kamar, dan termenung. Rey rupanya tak ada hubungan apa-apa dengan Elsa, dan ia berani juga curhat dengan Mama seperti itu.

__ADS_1


"Rey..." akhirnya ia nongol juga, membuat Rey dan Mama Joy terkesiap.


"Joy!" seru Rey gembira.


"Nah, syukurlah Joy akhirnya muncul juga. Mama ke dapur dulu ya, kalian bisa ngobrol di sini." Mama Joy permisi sambil mengedipkan sebelah mata.


Setelah hanya ada mereka berdua di ruang tamu, Rey mendekat dan spontan mendekap Joy.


"Maafkan aku, maaf, maaf." Rey berulangkali minta maaf, "Joy, kau tahu kan, aku tak bermaksud tak memperdulikanmu malam itu. Dan Elsa sebenarnya aku kenal, tapi hanya junior di SMA."


"Rey, kamu tak salah. Aku yang salah terlalu mudah percaya pada teman yang baik, yang belum lama kukenal." ia balas mengecup Rey, tepat di pipi cowok terhalus yang selalu ia rindukan. Dan juga tak ketinggalan mendaratkan sekilas bibirnya di bibir Rey yang ajaibnya begitu lembut.


"Uhh, ada Mama di dapur," ia tersadar, lalu mereka berdua tertawa. "Jangan lama-lama ciuman, malu. Aku terlalu rindu. Kau tentu saja kumaafkan. Maafkan aku juga ya, aku yang terlalu kekanak-kanakan. Aku tahu Elsa memang pintar bicara dan memikat semua orang. Aku sangat takut bila kau... jatuh cinta kepadanya. Aku, aku..."

__ADS_1


Rey menghentikan Joy dengan meletakkan jari telunjuk di bibir gadisnya. "Sudah, sudah. Kau seperti tak kenal aku saja. Ratusan gadis kerajaan saja sudah kutolak mentah-mentah, masa si Elsa mentang-mentang cantik, baik dan pintar dandan, langsung kuterima menggantikan Joy, yang betul-betul sudah mengubah duniaku?"


Joy tersenyum. "Aku kan tidak cantik, tak menarik, dan tak seluwes Elsa saat berdandan,"


"Kau tahu dari mana Elsa berdandan cantik?"


"Uhh, aku tahu dong, dia kan mantan BFF-ku." Joy nyengir tak mau membuka rahasia.


"Aku sedikit lega juga sekarang, sudah berterus terang dan kau bisa menerima semuanya. Terus terang lagi, aku juga jenuh sih, meladeni cewek seperti Elsa. Jadi yah, aku tak mau terlalu dekat dengannya. Dan ada satu hal lagi," Rey mengeluarkan ponselnya.


"Apa itu?"


"Kemarin Elsa menjadi modelku. Sekarang dia penasaran. Elsa buru-buru ingin melihat-lihat hasil fotonya, yang sudah aku jepretkan di studio." Rey menunjukkan semua isi chat Elsa, agar Joy tambah yakin ia jujur bahwa memang tak ada apa-apa di antara mereka, sekaligus memberitahukan kabar terkini.

__ADS_1


"Ia ingin aku bertemu dengannya berdua saja di sebuah kafe nanti sore, selain ingin melihat foto, ada hal yang ingin ia sampaikan."


Apa ya kira-kira? Rey dan Joy berpandang-pandangan. Rencana apa yang akan mereka berdua lakukan untuk menjauhkan Elsa dari hidup Rey?


__ADS_2