
'Joy' tampak sedikit ragu saat Rey menggiringnya masuk ke rumah.
"Yuk, memang ada apa, kok kau kelihatan ragu? Jangan-jangan memang kabur dari kerjaan kantor ya? Dasar Joy nakal! Dimarahi bos baru tahu!" cengir Rey menggoda dan hangat. Belum sadar kalau ini Joy aspal. (Penulis : sengaja deh...)
"Ah, iya, ayo masuk, Reinhard, eh, Rey!"
Memasuki rumah kecil bergaya minimalis itu, 'Joy' sedikit takjub juga. Di dinding terpajang foto besar pengantin Pangeran Rey dengan Joy saat di Pulau Cinta, hasil jepretan dan editan si fotografer Mr. Bee. Lalu ada foto bayi Maverick pas baru lahir, wajahnya merah dan tampak sedang menangis dengan kerasnya. Dan beberapa foto mereka bertiga, keluarga kecil yang bahagia, bikin Joy-joy-an sedikit iri.
Uhh, ini seru dan mendebarkan tapi kok feeling-ku rada gak enak ya? Menyamar jadi istri orang sebenarnya sungguh tak enak. Demikian ucap Joy-joy-an alias Xiao Jie dalam hati.
"Sekarang kita ngapain ya Momse, apa langsung ke kamar saja?" Rey hendak merengkuh pinggang 'Joy', tapi istrinya itu refleks mengelak.
"Mau ngapain?"
"Ya mau bikin adik baru untuk Mav, sekarang mumpung bocah kita sedang skul, asyik 'kan bisa sedikit ribut?" Rey cengar-cengir dengan senyum nakalnya, smize yang selalu membuat cewek manapun berkata ooooh dalam hati.
__ADS_1
"Uh, oh, bagaimana kalau kita makan dulu, Reinhard, eh, Rey?" ulur Joy-joy-an sambil menarik perlahan tangan Rey ke tempat lain, menjauhi pintu yang didatangi Rey.
"Oke, ayo, aku punya beberapa dimsum xiao lung bao yang kemarin belum habis, aku panaskan dulu di microwave oven ya?"
"Baik, kedengarannya hao chi, uhh, lezat!"
Dan begitu xiao lung bao itu terhidang, Joy-joy-an pun makan dengan rakus. Sementara Rey boro-boro kebagian, hanya bisa mengamati dengan mulut ternganga dan air liur hampir menetes.
Aneh, biasanya Joy tak suka xiao lung bao, Joy lebih suka shumay dan lumpia! Kok hari ini semangat betul makannya, begitu lahap! Jangan-jangan ia lagi isi, tapi kemarin-kemarin 'kan selalu pakai alat KB! Walah, apa bocor yaa? pikir Rey terheran-heran.
"Ehhhh...susu? no no no!" Joy-joy-an terkesiap. Xiao lung bao hampir tersembur keluar dari mulutnya.
"Kok aneh, biasanya kau suka kopi susu buatanku yang diseduh dengan coffee press dan wanginya begitu menggoda!"
"Sedang tak mau aja. Ada bir? Ehhh... soda?"
__ADS_1
Rey lagi-lagi keheranan. Tapi kebetulan ada sebotol kecil soda di kulkas, jadi Rey mengeluarkannya dan Joy-joy-an langsung minum dengan sikap kehausan sekali!
"Huh, oke. Habis ini kita nonton film dulu ya, ada DVD yang baru kudapat, pasti kau suka."
Lalu tak lama kemudian Rey dan Joy-joy-an menonton video film action yang Rey putar. Tampaknya 'Joy' berbeda betul saat ini; bukan penggemar film action tapi ia menjiwai betul dengan sebegitu serunya, menikmati semua adegan.
"Yes, pukul, no, hajar, tendang, alright!"
Aneh, Joy lebih suka film horor dan komedi daripada action seperti ini. Tapi sudahlah, mungkin ia sedang ingin berganti suasana.
"Sehabis film ini buruan kita ke kamar yuk, sebab sebentar lagi sudah harus menjemput Mav. 'Kan kita ingin segera ia punya adik, kalau tak memprogram kapan lagi?"
Rey bertambah mesra, menatap hangat dengan mata sipitnya dan coba membawa Joy-joy-an ke dalam rengkuhannya. Tapi 'istrinya' tampak semakin ragu dan malu-malu.
Duh, kok aku merasa gelay-gelay gimana gitu..
__ADS_1