The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
"Wanita juga Boleh Bilang Cinta!"


__ADS_3

May, ibu kandung Rey, sebenarnya juga sudah sedikit melupakan masa lalunya. Ia sudah cukup gembira karena berhasil menemukan Rey sekaligus menjadi seorang nenek setelah anak-anak Sang Pangeran lahir. Bahkan sudah hampir terlupakan olehnya semua kejadian masa lalu saat sang mantan suami yang seorang raja meninggalkannya karena lebih memilih tahta.


"Sekarang, kalian mau aku yang pergi mengembalikan cincin ini kepada ayahmu?" May sedikit keheranan dan juga tertawa dalam hati saat Rey-Joy mengunjunginya dan mengutarakan semua yang mereka rencanakan.


"Mungkinkah aku bisa melakukannya? Sebab ayahmu belum tentu ingin untuk bersatu lagi denganku, apalagi menikah lagi." May masih agak ragu. "Dulu saja aku berusaha meluluhkan hatinya untuk menerima Joy, ia belum mau. Apalagi sekarang ia hanya mau kau menjadi raja sebagai penerusnya."


"Kurasa kali ini ayahku akan mau, Bu." Rey menunjukkan cincin pernikahan yang ia serahkan langsung ke tangan ibunya.


"Ternyata...." mata May berkilau, berkaca-kaca ketika menerima kembali benda kenang-kenangan saat ia dan ayah Rey dulu mengucapkan janji suci, walau ikat-mengikat mereka masih terlepas karena dipisah hukum dan adat.


"Dengan menunjukkan ini, aku yakin Ayah akan mau untuk membuka hatinya lagi. Ia juga akan berhenti main nikah-nikahan dengan Xiao Jie karena perbuatannya itu kurasa hanya untuk membuat Ibu kesal saja, sekaligus mendesakku agar segera menjadi raja karena terpaksa. Terbukti tak efektif, pasti pernikahan bohongan itu akan segera dibatalkan." Rey tersenyum yakin. "Cincin ini saja barusan membuat pasangan yang tadinya saling tak mengenal dan mencintai bisa jadian lho, Bu!" Rey buka rahasia.

__ADS_1


"Benarkah?"


Lalu Joy gantian bercerita tentang usaha Shuai Tian yang tadinya mereka tak kenal, ternyata sangat mirip dengan Rey lalu diajak bekerja sama hingga berhasil mengelabui Xiao Jie, dan berakhir mereka malah sama-sama saling menyukai dan jadian, seperti Rey-Joy 'KW Super' atau istilah manisnya, Versi Kedua.


"Wah, baru aku tahu Friedrich ternyata tak pernah menjadikan Xiao Jie istri betulan, menikah bukan gara-gara cinta!" May sedikit bersemangat karena berita yang ia baru dengar. "Dan masih ada peluang bagiku dengan bantuan cincin ini." ia tambah antusias.


"Tapi, masa' aku pergi begitu saja dan langsung mengatakan ingin kembali mencoba memperbaiki hubungan dengan ayahmu?" May merenung bagaimana caranya memulai, "Wanita jaman dahulu bila bilang cinta pasti akan dianggap murahan dan genit dan sebagainya..."


Rey tentunya tak datang dengan tangan hampa. Ia telah mempersiapkan gaun baru, sepatu, dan aksesoris lainnya yang akan menjadikan sang ibu tampil berbeda dan mempesona seperti seorang putri.


Joy ikut berkata, "Aku bukan seorang MUA, tapi kucoba untuk merias Mama Rey sedikit supaya jadi lebih menarik dan ciamik."

__ADS_1


Tak seberapa lama kemudian, May kembali tampil mengenakan semua yang Rey berikan berikut make-up kreatif Joy (yang tak suka berdandan tapi diam-diam suka 'melukis' di wajah orang lain!) menjadikannya muda kembali ibarat Putri Belle di kisah Disni 'Beauty and The Beast.'


"Bagaimana, cantikkah aku?" May yang pada dasarnya memang sudah cantik seperti mawar Evertonia tampak segar dalam gaun berbahu terbuka berwarna kuning keemasan.


"Astaga, Ibu seperti kembali ke zaman sebelum bertemu Ayah dahulu!" Rey berdecak kagum dan menahan napas seolah-olah jatuh cinta lagi, membuat Joy harus berdeham-deham sambil menyikut-nyikut untuk menyadarkannya.


"Iya, ibumu memang lebih cantik daripadaku, makanya kamu jadi begini tampan!" cemburu Joy.


"Hadeeeeh... Joy masa' cemburu sama mertua sendiri." Rey buru-buru memeluknya erat-erat, "Joy saja auto iri padamu, Bu. Ayah juga pasti akan pangling melihatmu secantik ini. Ayo Bu, kupesankan tiket pesawat terbang, berangkat ke Evertonia sekarang juga!


Kami selalu mendoakanmu!"

__ADS_1


__ADS_2