
5 Putri, tentunya gadis berdarah biru. Yang lahir dari rahim ningrat, dan tentu saja berharta dari pertama kali melek mata, "born with silver spoon on her mouth", demikian istilah bulenya, besar dalam tata krama dan etika ketat, dididik dengan ekstra keras dan bukan orang sembarangan. Dan tentu saja, dirawat dengan baik hingga tumbuh cantik bak bunga-bunga mahal di taman nan indah!
Kalaupun Joy ikut bersaing dengan putri-putri itu, pasti kalah dalam hitungan detik. Joy tak merasa diri cantik, jarang merawat diri, tak punya koleksi kosmetik dan busana indah-indah. Di sisi Rey waktu kencan saja, sering merasa dirinya awkward alias kaku. Bukan tipe cewek cantik manja yang luwes dan feminin sama sekali. "Jadi, mana bisa aku bersaing dengan putri?" pikirnya suram.
Semua orang di dunia akan menertawakannya. Ia bagaikan seorang berkostum badut di panggung sirkus di antara para pemain akrobat berbusana anggun, atau yang lebih jelas lagi,
Bagai Anak Bebek Jelek di antara Angsa Anggun Menawan.
"Joy, ada paket super khusus super kilat untukmu. Tandatangani, ini harus kau yang melakukannya." Mama menyerahkan sebuah kotak panjang tipis yang tampak mencurigakan. Pada bungkusnya tak tercantum nama pengirim.
"Jangan-jangan dari Liz si Paparazzi lagi?" Joy sempat ragu. "Atau bom kiriman dari intel Evertonia yang ingin mencabut nyawaku?"
Joy menandatangani surat penerimaan, lalu setengah pasrah, membukanya tanpa semangat.
Ternyata bukan.
__ADS_1
Isinya berkilauan mengagetkan Joy, terpantul di kacamatanya. Ini sebuah gelang emas berpelat ukiran tulisan tangan dengan rantai bertatahkan berlian. Gelang perhiasan sungguhan. Cukup berat dan pastinya tak bernilai murah.
Terukir nama "Yang Mulia Putra Mahkota Rey dari Evertonia" dan sepucuk surat bertandatangan dan berstempel resmi kerajaan.
"Saya, Pangeran Rey dari Evertonia berkenan mengundang Anda sebagai satu dari lima putri terpilih yang akan ikut serta dalam Royal Evertonia Games of Love. Anda akan dihubungi oleh staf khusus kerajaan dan dijemput secara khusus pada waktu yang telah ditentukan. Salam, Pangeran Rey."
"Astaga, Gila kamu Rey, gila !!!"
Darah Joy membeku seketika, antara takjub, senang dan ketakutan. Keringat dingin seketika membanjiri telapaknya.
Tak berapa lama, Joy sudah dalam pesawat terbang pribadi kerajaan yang membawanya ke Evertonia. Walau jarak antara dua negara sebenarnya dekat saja, tapi yang namanya 'putri' kandidat calon istri pangeran, tentunya disediakan fasilitas mewah. Joy takjub sekaligus grogi saat duduk di kursi pesawat berbalut kulit asli dan disajikan makanan dan minuman mewah. Kelas kerajaan. Di hadapannya duduk Ksatria Yin dan Yang, menerangkan hal-hal yang harus dilakukannya setiba di Istana Evertonia.
"Namamu sekarang Putri Zoy dari negara bagian Outer Evertonia. Jadi jangan pakai nama Joy. Di sana kau harus ingat, tetap berbusana dan bersikap seperti seorang putri. Tak usah kaku, hanya tolong kami, jangan sampai identitas aslimu bocor." terang Yin.
"Apa aku bisa? Pakai sepatu hak tinggi saja aku berdiri termiring-miring." keluh Joy.
__ADS_1
"Harus bisa, demi kekasihmu." pungkas Yang. "Kau harus berusaha menang. Pangeran Rey tak akan mengistimewakan kalian, para kandidat cintanya. Ia takkan memberimu jalan yang mudah. Kau harus serius, fokus, raih impian kalian."
"Apakah ini seperti reality show The Bachelor?" tanya Joy lagi, membayangkan harus kencan-kencan segala dengan si Bachelor, tapi harus menahan cemburu. "Duh, mana aku orangnya cemburuan habis! Bila aku mengamuk, pasti akan jadi sangat memalukan!"
"Ya, tapi versi kerajaan, tentunya ada yang lebih mudah dan ada yang lebih sulit." terang Yin mengedipkan mata. "Sayang banget, kami berdua masih bujangan tulen, jomblo, tak ada putri mau dengan kami." ia sedikit curhat colongan. "Beruntungnya bro Rey."
"Kalian juga suatu hari akan menemukan cewek yang baik dan cantik." Joy yang tadinya tak bersemangat, jadi mendadak gembira, "Sebenarnya aku dan Rey juga dadakan, jadi siapa tahu kalian juga akan dadakan bertemu cewek entah di manapun Tuhan menakdirkan."
"Di luar rencana ya. He he he." kedua ksatria itu tertawa. "Memang putri-putri kerajaan sangat membosankan. Gadis biasa sepertimu lebih menarik. Makanya Rey nekat, ia suka tantangan." ucap Yin, yang dibalas Yang dengan berpura-pura memeluknya seperti pacar. "Raja akan sangat marah, dan membuat ayahnya marah adalah kesukaan Rey agar sedikit dapat perhatian, cie cie... Perhatian!"
Tak lama, Joy mendarat bersama duo ksatria untuk pertama kalinya di Evertonia. Seperti di dalam dongeng, di dunia mimpi. Evertonia memiliki istana besar tak kalah megah dengan istana Bakinghem di Kerajaan Inggrez. Menara-menara tinggi, kolam penuh angsa putih di halaman hijau maha luas, bunga-bunga mawar merah mengelilingi sekitarnya. Evertonia terkenal dengan bunga mawarnya yang indah dan berharga sangat tinggi, dan konon kandungan emas di pertambangannya yang menjadikannya salah satu kerajaan terkaya.
"Pangeran Rey memiliki segalanya. Mengapa ia pergi dari sini ?" Joy masih tak habis pikir.
Batinnya menjawab sendiri pertanyaan itu. "Kalau ia tak pernah pergi, ia takkan bertemu denganku. Jadi, semestinya aku bersyukur ia dulu kabur dari sini."
__ADS_1