
"Xiao Jie, kumohon, dengarkanlah aku! Aku ingin sekali bisa bicara denganmu! Tentang sesuatu! Aku..."
Shuai Tian tak sanggup hanya bicara pada pintu saja, merasa tak ada yang menanggapinya sama sekali. Ia takut dikira penghuni kost lainnya sedang stres atau apa, dan ia juga tak ingin membuat kegaduhan dan gosip.
Sebab gosip para tetangga itu adalah hal yang paling gampang viral, apalagi ini urusannya menyangkut Xiao Jie, yang cepat atau lambat akan segera tercium Lambe Manyun dan beredar di media sosial : 'Koki Berondong x Istri Raja Friedrich tertangkap tangan dan kaki sedang bertengkar, ada apa dengan cinta?' misalnya.
"Xiao Jie, nanti malam tolong datang ke tepi pantai ya, kita harus bicara. Penting sekali. Aku mohon."
__ADS_1
Lalu dengan berat hati Shuai Tian ngeloyor pergi, terserah Xiao Jie mau atau tidak! Yang penting sudah ada niat baik dan tulus.
DI balik pintu, Xiao Jie mendengarkan dalam diam. Cowok koki itu sebetulnya sama sekali tak bersalah, biarpun mungkin ia yang betulan kemarin masuk kemari dan melakukan segalanya! Sebab dipikir-pikir, Rey sebetulnya tak segampang itu juga berpisah dengan Joy. Yang jelas, pangeran imut dan awet muda itu masih berbahagia bersama istri dan anak-anaknya. Untuk apa Xiao Jie terlalu ngarep hingga berharap kencan kemarin adalah CLBK!
Dan jika dipikir-pikir lagi, kok bibir Shuai Tian dan cara berciumannya lucu juga ya, tak seperti di novel-novel atau film-film dimana cowoknya terlalu berani dan bernafsu sementara ceweknya juga diam-diam ingin, sampai terjadi gigit-menggigit seperti di stiker-stiker aplikasi chat online! Shuai Tian pasti masih malu karena baru kali itu dia nekad.
Pria yang bisa masak bukannya seperti banci atau meniru wanita, malah sebenarnya mereka memiliki selera, kemampuan menimbang dan mengolah rasa, serta menyajikannya secara tetap setiap hari, stabil dalam hal apapun termasuk rasa yang selalu lezat. Tak seperti kebanyakan wanita atau ibu-ibu yang masakannya kadang terlalu asin sampai dikira mau kawin lagi (ups!), begitu istilah Evernesia mengatakan.
__ADS_1
"Shuai Tian!" akhirnya Xiao Jie membuka pintu dan memanggil, "Baiklah! Aku mau bertemu nanti malam di tepi pantai! Shuai Ti..." tak ada siapa-siapa yang menyahut.
Shuai Tian sudah pergi.
Xiao Jie mengetuk pintu kamar kost di sebelahnya yang disewa sang koki. Tapi tak ada jawaban. Entah dia yang sedang tak ada atau memang gantian tak ingin menjawab.
"Duh, lagi-lagi terlambat! Dan aku tak bisa berbuat apa-apa untuk memperbaiki semua kesalahan dan kegagalanku soal cinta! Memang dasar Naga Wanita apes !!! Kurasa aku cuma naga kertas saja, bodi bagus, tampang okelah, tapi ada yang salah padaku! Hubungan dengan Rey tak mungkin, kini aku sadar bahwa Shuai Tian...
__ADS_1
Aku mulai suka Shuai Tian !!!! Bukan karena dia jiplakan atau Rey KW super. Juga bukan karena ciumannya itu. Tapi karena Shuai Tian adalah Shuai Tian !!!"