
Pagi harinya, Shuai Tian menerima sebuah paket di depan pintu kamar kost-annya, yang ia tahu betul itu dari Pangeran Rey dan Joy.
Isinya sebuah jaket marun, celana jins hitam, sepatu hitam, dan semua seperti yang biasa dikenakan Rey sehari hari. Shuai Tian mengenakan semuanya dan berdiri di depan kaca.
Astaga, mirip sekali. Tapi satu hal yang masih membuatku grogi. Bagaimana bisa berakting seperti Pangeran Rey, sebab aku orang yang minderan dan kurang percaya diri.
Tapi ia memutuskan untuk menghadap Rey dulu sebelum beraksi. Melalui ponsel, ia melakukan chat dengan Sang Pangeran dan menanyakan alamat hotel dimana Rey dan Joy menginap.
Akhirnya tak lama kemudian, koki dan pemilik kafe itu mendatangi hotel dimana Rey dan Joy menginap.
"Hai, Pangeran Rey, aku datang."
"Oh, kau, Shuai Tian! Kebetulan sekali kau datang kemari."
Rey dan Joy sedang bersantai di area kolam renang. Mereka masih sedikit kagum juga melihat betapa miripnya Shuai Tian dengan Rey, terutama Joy yang langsung teringat pertemuan pertamanya dengan Rey. Astaga, betapa miripnya mereka berdua. Jangan sampai salah gandeng, nih, bisa ada masalah besar nanti, begitu batin Joy.
__ADS_1
"Penampilan yang sudah sangat meyakinkan!" Puji Rey dengan tulus. "Koki Shuai Tian! Apakah kau sudah siap dengan aksimu untuk menjadi aku?"
"Ya, aku siap sih, tapi terus terang masih sedikit grogi dan takut penyamaranku akan terbongkar." jawab Shuai Tian dengan suara kecil saja. Memang dasar cowok pemalu, belum pernah pedekate dengan wanita!
"Kau hanya perlu sedikit lebih percaya diri. Rey seorang pangeran yang tenang tapi tegas, tak mudah marah, dan juga berwibawa." Joy turut memberi masukan. "Kau sudah memiliki wajah dan tubuh Rey, sekarang tinggal rasa percaya dirimu saja yang kau tingkatkan. Sekarang kau kembali berkerja saja dulu di kafemu, pakai pakaian biasa dulu. Aku dan Rey ingin pergi memantau lokasi tempat tinggal terkini Xiao Jie dulu agar kau nanti bisa beraksi di sana."
"Jangan takut, Xiao Jie takkan dapat mengenalimu!" tambah Rey. "Selamat beraksi ya! Dan nanti kami kabari lagi bila waktunya sudah tiba."
"Baiklah kalau begitu, aku siap, Yang Mulia."
Dan pagi itu ternyata ia sudah kedatangan pelanggan pertama. Seorang wanita cantik duduk di salah satu meja berpayung yang menghadap pantai, tampaknya cuek membaca buku menu sambil sesekali melihat ponsel.
"Selamat datang, ada yang bisa saya ban..." Shuai Tian menyapanya ramah, tapi tiba-tiba terdiam.
OMG, ini 'kan...
__ADS_1
Ternyata yang duduk menjadi pelanggan pertamanya pagi hari itu adalah Putri Xiao Jie, si Naga Wanita yang sedang dicari-cari pasangan Pangeran Rey! Dia memang cantik dan seksi sekali dengan busana pantai one piece merah bergaya Everiental.
Sebelum Xiao Jie menyadarinya, Shuai Tian terburu-buru merogoh saku celemeknya dan mengambil kacamata hitam yang selalu ia bawa dan kenakan bila matahari sedang terik bersinar.
"Ya, saya mau pesan segelas tinggi soda susu dingin dan juga seporsi dim sum xiao lung bao!" ucap Xiao Jie tanpa menoleh, masih asyik bergulat dengan ponselnya, mengklik-klik pesan dengan jemarinya yang berkuteks merah mengkilat.
"Segera saya buatkan... tunggu sebentar..."
Pemuda itu sempat grogi seketika, takut bila Si Putri sasarannya segera menemukan kemiripan wajahnya dengan Rey, tapi syukurlah hingga saat ini Xiao Jie belum ngeh.
Segera dibuatkannya pesanan Xiao Jie itu dan diantarkannya dengan sigap. Sang Putri masih sibuk dengan ponselnya dan belum melihatnya sekejap matapun.
"Silahkan, Ma'am. Selamat menikmati. Bila ada yang Anda butuhkan, saya ada di meja kas.." Shuai Tian berbalik hendak pamit, takut bila kelihatan perawakannya mirip dengan Rey.
"Eh, eh, eh, eh, tunggu dulu!" tahan Xiao Jie. "Aku sedang bete, memang dasar aku cewek kesepian. Kau si koki juga 'kan? Mari temani aku makan di sini! Duduk bersamaku, aku janji, aku takkan menggigitmu!"
__ADS_1
Ehhhhhh ?????