The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
"Tanpa Syarat. Tanpa Kondisi!"


__ADS_3

"Haaah... ha ha ha ha ha, mustahil, Rey. Sangat tak masuk akal. Aku ayahmu yang sedari dulu telah mengabulkan semua yang siapapun inginkan. Seperti jin botol, seperti ibu peri, bahkan negara ini literally adalah milikmu. Bukan seperti di Evernesia dimana kau bersusah-payah melakukan apapun, grinding hard, toiling the hard soil.. apapun istilahnya! Di sini kau duduk di lumbung padi. Gadis-gadis banyak sekali, tinggal sebut. Mau yang mana, tunjukkanlah kepadaku! Asal dari kalangan bangsawan. Ya, semua yang jelas pohon silsilahnya!" Raja Friedrich menekankan.


"Tak seperti Joy. Kau menemukannya asal comot saja. Cih. Gadis jelata gaje yang tak ada cantik-cantiknya, berkacamata begitu tebal, dan juga tak anggun sama sekali."


"Cukup, cukup, Ayah. Jangan berani Ayah sebut kekasihku seperti itu lagi karena Ayah sama sekali belum mengenalnya!" Rey tak lagi sekalem air tenang menghanyutkan.


"Betul, Ayah bisa memberikanku seluruh dunia bila Ayah mau. Tapi Joy telah memberikanku semua yang Ayah belum berikan.


Saat aku terpuruk dalam kesendirian di perantauan, ia hadir tiba-tiba. Bukan diperkenalkan teman. Bukan pula dijodohkan. Seseorang yang Tuhan pertemukan di dunia maya. Tapi sesuatu memang takkan pernah terjadi di luar kehendak Tuhan. Dan kami bertemu.


Dan tetap bersama hingga saat ini."


"Cinta macam apa yang bisa ia berikan sampai kau jadi seberani ini menantangku?"


Rey tersenyum, ada kilau di ujung mata sipitnya. Lalu menjawab tegas.


"Unconditional Love. Tanpa syarat, tanpa kondisi."


Raja Friedrich tiba-tiba merasa hampa. Rey, siapa yang mengajarimu bicara seperti ini? Rey yang biasanya tak membantah, alim, tenang.


Ia ingin membalas, membantah, berdebat lagi, tapi tak berhasil menemukan kata-kata yang tepat.

__ADS_1


"Huh. Ya, Rey. Kali ini Ayah akui. Cinta Ayah kepada kalian memang tak bisa tanpa kondisi. Tapi Ayah mencintai kalian sebagai Ayah, dan juga kepala negara yang baik. Tak mungkin Ayah langgar undang-undang itu."


"Ayah bisa menikahi Ibu di luar Evertonia, dulu Ayah menikahi ibu di istana ini, bukan?" Rey mengeluarkan buku referensi yang ia bawa dari kampus. "Ada peraturan menarik yang Ayah mungkin tahu tapi mungkin juga sengaja dilewatkan."


Raja membaca bagian yang Rey tunjukkan sesaat. Lalu lagi-lagi terdiam.


"Ayah tak ingin kehilangan gelar raja. Ayah lebih mementingkan kedudukan daripada cinta." tambah Rey lagi.


"Ya, ya, betul! Tapi itu semua penting demi menjaga agar negara ini tak jatuh ke dalam kekuasaan bangsawan-bangsawan lain yang tak bertanggungjawab!"


Raja Friedrich sudah tampak sangat kesal, tapi mulai merasa kalah. "Baiklah, kali ini kau masih boleh pergi dari hadapanku. Tapi ingat, Rey, aku takkan pernah setuju bila kau meninggalkan Evertonia demi wanita seperti itu!"


"Ayah.." Rey sedikit menyesal juga, tapi sangat lega karena berhasil mematahkan kekerasan ayahnya.


"Sudahlah, Anakku. Ibu saja yang akan membujuk ayahmu agar nanti mau menerima Joy. Izinkan Ibu tinggal di istana ini. Kau pulang saja ke Evernesia. Ibu ingin bernostalgia dengan ayahmu." May mendekati putranya, mendekapnya erat.


"Bu, maafkan Ayah ya. Ia memang begitu keras. Aku saja terus terang baru hari ini memberanikan diriku melawan dirinya."


"Friedrich bagai batu karang keras, sedang kau begitu lembut. Tapi juga seperti air menetes satu-satu yang akan melunakkan batu di bawahnya seiring waktu." May tersenyum.


"Ibu, ikutlah denganku kembali ke Evernesia. Pintu rumah kecilku selalu terbuka lebar untukmu."

__ADS_1


"Aku senang kita bertemu lagi. Tapi tugas Ibu di sini belum selesai. Kau duluan saja, segera beritahu Joy bila kita sementara menang. Ibu akan menunggu kabarmu lagi."


May berpamitan pada Rey, lalu pergi dari hadapan Rey dengan perasaan bahagia.


Gantian duo Yin dan Yang terburu-buru memasuki ruang tahta.


"Bro Rey !!!! Kau pulang juga, dan kau berhasil bicara dengan ayahmu sedemikian rupa !!!" sambut mereka sambil bersalaman dengan Rey.


"Terima kasih, Bros. Semua juga karena kalian, aku berhasil menemukan Ibu !!!"


"Tapi Bro Rey, jangan senang dulu!" peringat Yin.


"Kenapa?"


"Raja pasti ingin melakukan hal lain setelah rencananya membuatmu memilih ini gagal total. Ia akan melakukan apa saja sekarang asal kau gagal bersama Joy!" tambah Yang.


"Jadi aku harus bagaimana?"


"Buruan, nikahi Joy!" seru duo Yin Yang bersamaan.


A.. a.. apaaaaa ???

__ADS_1


__ADS_2