The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
Fans Berat Rey di Kampus IT?


__ADS_3

Nasib Rey dan Joy setelah iklan mereka sukses besar perlahan mulai membaik. Tak hanya Rey yang sudah lebih dulu banyak fans yang sekarang semakin bertambah. Joy juga sedikit banyak memiliki penggemar juga baik cewek maupun cowok. Sehingga kemanapun mereka pergi kencan sekarang ada saja orang-orang heboh dan mengajak mereka wefie. Joy sempat merasa tak nyaman. Namun seperti Bos Bee bilang, jadi terkenal tak masalah, asal tak diraih dengan cara viral yang tak halal.


Walau demikian, Joy sekarang agak menghindari tempat dimana Rey sering didatangi fans-fans garis kerasnya, daripada mereka nanti malah mengganggu studi semester akhir Rey. Di mana lagi kalau bukan di kampus!


Rey dulu masih bisa sedikit tenang membaca buku-buku sumber bahan skripsinya, sambil bersembunyi di balik tumpukan buku IT di perpustakaan, tersamar apik di antara puluhan mahasiswa lainnya. Tapi setelah adanya Royal Games dan terlebih lagi setelah menjadi model iklan yang populer, bahkan perpustakaan dimana dilarang berisik dan berfoto pun bisa berubah kapan saja jadi tempat jumpa fans dadakan!


"Lihat, itu duduk di sana, siapa lagi kalau bukan si imut Pangeran Rey !!!"


"Aww... aslinya lebih cute ! tandatangan dan satu foto saja kalau boleh !!!"

__ADS_1


"Rey, kami semua adik kelasmu, lho !! Boleh ya sesekali kami foto bareng denganmu !!"


Bila Rey sudah sangat terganggu, dulu-dulu bapak penjaga perpus alias Librarian Mr. Bookie akan segera mengusir cewek-cewek gaje itu keluar. "Hussssh. Jangan berisik! Ini perpus bukan pasar apalagi tempat jumpa pers !!"


Tapi aneh, sudah seminggu belakangan ini Mr. Bookie menghilang, mungkin resign. Sebagai gantinya, seorang wanita pirang berkacamata hitam, umurnya tak lagi muda tapi masih kelihatan cantik walau mukanya tak terlalu jelas.


Pustakawati Ms. Mei, begitulah dosen-dosen, mahasiswa dan orang-orang kampus memanggilnya. Ia tak banyak bicara, dan Rey yang sering meminjam buku-buku juga tak pernah diajak ngobrol. Ms. Mei juga seperti tak ingin melihat wajah Rey, hanya mencap tanggal kembali di kartu buku pinjaman dan tersenyum hampa tanpa basa-basi.


Gadis berumur, atau wanita setengah baya yang cantik tapi aneh - Rey merasa kesal juga. Lucunya, walau berkacamata hitam, Rey sering merasa tatapan mata Ms. Mei menusuk, menghujam tengkuknya dari belakang saat sedang membaca buku membelakangi konter penjaga perpus.

__ADS_1


Dan saat Rey menoleh, Ms. Mei malah membuang muka. Namun bila ia berbalik ke buku, intuisinya bekerja, memberitahu bila Ms. Mei mengamatinya lagi.


Uhhh, ngeri juga. Maunya apa sih, dan kok Mr. Bookie gak balik-balik kerja seperti dahulu?


Lama, berminggu-minggu kemudian baru Rey mengutarakannya pada Joy melalui telepon, sekaligus mengabarkan dirinya sudah lulus sidang skripsi, yang disambut Joy dengan ucapan selamat.


"Wah, Sarjana Komputer Rey!" sorak Joy gembira. "Selamat jadi Es Kom ya!"


"Terima kasih, Joy. Tapi ada sesuatu yang mengganjal benakku. Besok maukah kau ikut aku ke kampusku, mengurus surat-surat kelulusanku sekaligus kita mengintip siapa sebenarnya Ms. Mei itu."

__ADS_1


"Mungkinkah dia sesungguhnya fans beratmu? Mencurigakan. Jatuh cinta padamu?" Joy sedikit iri.


"Waduhh.. tante-tante kok doyan cowok muda ingusan sepertiku.." Rey pura-pura mengeluh. "Pokoknya kita coba intai saja besok, lalu kau beri idemu, yang penting kita lakukan secara rahasia, oke?"


__ADS_2