The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5

The Prince & I : Sang Pangeran & Aku Season 1 - 5
An Affair to Remember... Oops!


__ADS_3

"Uhh, ho, hotel?" ketik Joy seolah-olah kaget, namun sebenarnya ia sendiri juga kaget karena tak pernah menduga Xiao Jie akan seberani ini mengajak Rey ke hotel, yang notabene bukan hanya tempat menginap tapi nanti juga tempat yang hot untuk melakukan yang hot-hot.


"Iya, di sana 'kan bakalan jauh lebih privat jadi kita bisa saling mengenal dengan jauuuuh lebih dekat! Joy juga takkan pernah tahu! Bagaimana?" Xiao Jie di ujung sana semakin gencar.


"Eh, oh, bagaimana ya?" Joy berlagak bingung, tapi ia dapat ide, "Baiklah, tapi lokasi dan waktunya aku yang tentukan ya! Agar tak ada siapapun yang tahu akan affair kita!" ketiknya sambil tertawa dalam hati.


"Tentu saja, Pangeran Reinhard! Kutunggu kabar darimu dan kapan saja aku bersedia kok, sampai jumpa, mwah mwah, mwah! Wo ai ni, Reinhard Shuai Ge!"


"Uhhh, oke, mwah mwah!" balas Joy.


Belum lama ia menyudahi chat kencan online 'Rey' dan Xiao Jie, pemilik asli ponsel itu telah tiba di rumah.


"Joy, aku pulang!" Rey menyapa, masih dalam seragam ksatria Evertonia.


"Selamat datang kembali ke rumah! Syukurlah Papi pulang tepat pada waktunya!" sambut Joy riang. "Segera mandi dan bebersih, akan kuberitahukan perkembangan mengejutkan dariku!"

__ADS_1


Selesainya Rey mandi dan berganti pakaian, ia duduk bersama Joy, membicarakan dan menunjukkan semua penemuannya di istana Evertonia.


"Bagus ini, Rey. Tapi Sayang, ada hal yang ingin kuberitahukan." Joy menunjukkan chat terakhir Xiao Jie yang mengundang Rey untuk rendezvous alias ketemuan di hotel.


"Uhh.. hotel? Bukan cuma tempat menginap dan berlibur namun juga... tempat terjadinya banyak perselingkuhan?" wajah Rey merona. "Bagaimana ya? Bahaya ini! Jika ditolak atau dibatalkan ia akan curiga kalau selama ini bukan aku yang chat sama dia!" Rey antara kesal, bingung sekaligus berusaha berpikir keras bagaimana mengiyakan tanpa membahayakan dirinya maupun keluarganya.


"Aku sih punya akal lagi!" Joy yang memang punya segudang ide anti mainstream lagi-lagi berbisik, "Was we wos.." (pembaca dilarang tahu, kalau ada spoiler gak seru banget 'kan!)


"Ohhhh... jadi sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui, dan kita bisa mengakhiri semua ini! Ya, aku mengerti! Malam ini juga kita jalankan rencana affair ini! Doakan aku ya Joy supaya aku sukses!"


Malam harinya, di sebuah kamar penthouse hotel bintang enam berlokasi di daerah elit super privat.


Rey sudah tiba. Suasana sangat sepi, tak ada seorangpun. Hanya terdengar alunan musik instrumental sayup-sayup dari gramofon yang ia putar di atas meja pajangan. Ia sengaja menyewa seluruh hotel ini, agar tak seorangpun tahu rencana rahasia yang sudah ia buat bersama Joy. Sebentar lagi si Naga Wanita Everiental akan tiba.


"Duh, walaupun ini hanya bohongan, tapi aku kok deg-degan." Rey bermonolog lagi sambil merapikan dasi kupu-kupu hitamnya di depan cermin penghias ruangan bergaya klasik minimalis. Malam ini ia mengenakan tuxedo hitam super keren ala selebriti, menjadikannya tampak super imut, tampan dan cute. Pangeran penakluk wanita alias heart throb siap beraksi!

__ADS_1


"Aku datang, Pangeran Reinhard!"


Rey bersiul. Putri Xiao Jie muncul di ujung ruangan. Ia mengenakan cheongsam model lain dari biasanya, tetap merah ketat namun lebih menyala dan menggoda dengan tali bersilang dan belahan ketapel berbentuk Y di antara dua bukit dadanya.


"Wow, Yang Mulia! Kau sangat manis dan tampan seperti kue bulan pilihan terhidang lezat di atas nampan!"


"Uhh, terima kasih ^_^" Rey mencoba bersikap manis. Diciumnya punggung tangan Xiao Jie yang malam itu berbalut parfum bunga Peony dan mempersilahkannya duduk di sofa beludru merah super empuk.


"Aku mau minum sesuatu yang enak sekali, mungkin Anggur Merah?" Putri Xiao Jie meraih gelas dan sebotol anggur sendiri dari minibar yang tersedia. "Reinhard mau minum wine juga?"


"Uhhh, tidak dulu, terima kasih."


Duh, sejauh ini sih sudah mulus. Sekarang, apa yang harus kulakukan?


"Pangeran, duduk di sini yuk menemanimu minum!" ujar Xiao Jie sambil menepuk sofa di sampingnya. "Atau di atas pangkuanku juga boleh kok.."

__ADS_1


__ADS_2