
Kembali ke Evernesia, Pangeran Rey dan Jelata Joy pun berusaha untuk tetap bersama, apapun kata orang tentang mereka kini. Walau hubungan pacaran mereka sudah resmi alias dipublikasikan alias ketahuan umum, Rey mencoba untuk tetap menjaga agar Joy tak diuber-uber media massa maupun diselidiki pihak Kerajaan Evertonia.
Sayangnya, mereka kini jadi sulit berdua pergi ke mal atau kencan Sabtu sore seperti dulu, karena begitu banyaknya cewek-cewek Evernesia yang ingin berfoto atau minta tandatangan kepada Rey.
"Maaf ya Joy, aku jadi menyusahkanmu." Rey terkadang mesti pintar-pintar menggiring Joy ke tempat sepi, atau menghindari kerumunan massa yang menyemut apabila terdengar kabar Pangeran Rey akan berkunjung ke manapun.
"Uh, gapapa, Rey. Aku memang pemalu sih, tapi aku akan belajar untuk menyesuaikan diri." jawab Joy sambil tersenyum.
"Terima kasih ya."
"Sama-sama, my cheesecake love."
Rey tersenyum juga. Walau semua ini tak semenyenangkan imajinasi orang-orang tentang asyiknya menjadi viral.
Bahkan kampus tempat Rey kuliah pun tak luput dari serbuan fans dadakan yang heboh saat tahu selama ini diam-diam ada pangeran negeri Jiran yang studi tanpa bilang-bilang.
Rey masih bisa menghindar dengan mudah apabila ia sedang sendirian, namun dengan Joy sedikit lebih sulit karena semua orang sudah mengenal keduanya lewat berita koran maupun televisi.
__ADS_1
Sama saja seperti selebriti lainnya, tentu ada yang suka dan tak suka pada kebersamaan Rey dan Joy itu. Banyak gadis mengolok Joy yang menurut mereka kurang cantik, kurang pantas untuk bersanding dengan seorang pangeran.
"Cih, cewek jelek itu beruntung banget. Pasti mau sama Pangeran Rey karena tahta, atau karena pansos, atau ingin viral!" demikian cibir fans-fans garis keras Rey kepada Joy yang malang.
"Tapi Joy menang dengan adil di Royal Games, jadi ia memang pantas jadi pasangan Rey." bela fans-fans lainnya.
Bagaimanapun, Rey dan Joy tetap bersama dan bersabar dalam menghadapi masalah-masalah mereka.
Rey pun sedang sibuk menyelesaikan studi komputer, sementara Joy asyik melamar kerja dengan ijazah barunya plus gelar sarjana seni.
Joy kadang merasa Rey melupakannya, saking sibuknya kekasihnya itu berkutat dengan tumpukan buku-buku programming di perpustakaan atau sibuk mengurus skripsi di kampus. Tak jarang Rey melupakan waktu kencan dan hanya menelepon, meminta maaf, "Besok-besok ya aku datang, Joy."
"Maaf ya. Gapapa kan?"
"Iya, aku gapapa." padahal Joy rasanya mau nangis.
Rey tahu Joy di seberang sana sudah rindu sekali, dan ia juga merasakan hal yang sama. Tapi pemuda itu bertekad ingin buru-buru bisa cari uang juga, menyusul lulus dan bekerja sendiri, jadi secepat mungkin bisa meresmikan hubungan dengan Joy tanpa bantuan ayahanda rajanya!
Mengalihkan kerinduannya dengan Rey, Joy berusaha sebisanya untuk mengetik surat lamaran, membuat CV. Ia mesti rajin-rajin mencari kerja juga, sebab sebagai fresh graduate, tak semudah itu diterima kerja sebagai desainer, karena belum ada pengalaman kerja yang mumpuni.
__ADS_1
Semua lamaran di surat kabar dan iklan online dicobanya, sayang tak semudah itu bersaing dengan ribuan sarjana lain yang juga lulus pada saat bersamaan.
Di sisi lain, Rey merasa Joy mulai jarang menghubunginya baik lewat telepon maupun chat. Ada apa dengan Joy?
Maka suatu hari biasa, siang-siang ia berusaha mendatangi Joy di rumahnya. Tentu saja Joy sedang tak ada, lagipula kunjungan dadakannya ini tak direncanakan sebelumnya.
"Oh, kejutan, ada Pangeran Rey! Joy sedang ke kampus, Yang Mulia mau menunggu? Agak lama, karena ia sibuk mencari kerja di job fair." sapa Mama Joy, riang karena calon mantunya yang imut (dan seorang pangeran, lagi!) tiba-tiba muncul.
"Mama Joy, uh, baiklah, aku duduk di teras sini saja menunggunya."
Lama sekali, menjelang sore, barulah Joy pulang. Saat melihat sepeda motor Rey terparkir di halaman, Joy terkesiap.
"Rey?" katanya dalam hati.
Ia rindu betul, kangen setengah hidup, tapi kok bercampur sebal juga ya karena kecuekan, ketidakpedulian Rey selama beberapa minggu ini!
Uh, ia datang juga toh. Tapi aku gak boleh begitu saja menghambur datang ke pelukannya, pokoknya aku harus jual mahal!
"Joy!!!" sambut Rey riang. "Aku datang, kan?"
__ADS_1
Tapi kok Joy tak kelihatan senang ya? Ada apa dengan si tomboyku ini? -pikir Rey bingung.